Ketika Robotika Bertemu Kecerdasan Buatan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ARTA, contoh produk kolaborasi bidang robotika dan medis. (Dok. Pribadi)

Robot sesungguhnya bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia, hal ini dikarenakan ada banyak film yang menggunakan robot sebagai karakter di jalan ceritanya. Mulai dari tontonan generasi 90an di masa kecilnya seperti Power Ranger hingga yang terbaru dan cukup tenar adalah film Transformer. Namun, apa sih sebenarnya robot itu? apakah robot selalu punya kepala, tangan, dan kaki seperti yang selalu tampil di layar kaca, ataukah ada bentuk-bentuk robot yang lain?

Istilah robot diambil dari kata robota dalam bahasa Ceko yang memiliki arti “forced work or labour” atau kerja paksa. Konsep robot sendiri sudah dikenal sejak akhir abad ke-14 ketika Leonardo Da Vinci membuat sketsa humanoid robot. Di era modern ini, robot memiliki arti sebuah mesin buatan manusia yang mampu melakukan suatu pekerjaan, baik secara otomatis maupun melalui remote control. Contohnya adalah robot perakit mobil yang ada di industri otomotif atau robot asisten operasi pada bidang medis. Robot ini memiliki bentuk menyerupai lengan-lengan yang berfungsi secara otomatis untuk memasang bagian-bagian mobil sehingga terbentuklah mobil yang siap pakai (PBS, 2021). 

Akhir-akhir ini, salah satu konsep pengembangan yang banyak dikaitkan dengan robotika adalah kecerdasan buatan. Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan sebuah cabang ilmu dari computer science yang fokus pada produksi mesin “cerdas” dengan kemampuan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan manusia dalam bentuk mesin (Bulitin, 2019), seperti membuat keputusan, mengenali suara dan wajah, mempelajari sesuatu, atau membuat perencanaan (Saeed, 2020). Alexa dan Siri merupakan salah satu contoh produk kecerdasan buatan yang memiliki fitur dalam hal mengenali suara dan membuat keputusan.

Xin Xiaomeng, robot pembaca berita di negara Cina, merupakan salah satu contoh dari banyaknya teknologi robot yang diintegrasikan dengan kecerdasan buatan yang masih dan terus akan dikembangkan (Utomo, 2019). Tak hanya robot pembaca berita, ada pula robot pembantu ilmuwan (Coxworth, 2019), robot untuk operasi, dan lain sebagainya yang memadukan kecerdasan buatan.

Dilihat dari perkembangannya yang begitu cepat dan masif, dapat disimpulkan bahwa ilmu mengenai robotika dan kecerdasan buatan menjadi menarik untuk dipelajari yang tentu saja dilatarbelakangi oleh kebutuhan yang ada di masyarakat. Sehingga, kedepannya ilmuwan robotika dan kecerdasan buatan akan banyak dicari. Oleh sebab itu, dalam rangka mendukung kemajuan ilmu dan teknologi Indonesia di bidang tersebut, Universitas Airlangga membuka program studi (prodi) S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) pada tahun 2019, dan mulai menerima mahasiswa angkatan pertamanya di tahun 2020.

Prodi S1 TRKB ini membekali mahasiswanya dengan pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) yang dimulai dengan sains dan matematika dasar, teknologi informasi seperti algoritma, pemrograman, jaringan komputer dan IoT (internet of things), dasar dari sistem siber-fisik (mekatronika, elektronika, sistem kontrol dan otomasi, sistem tertanam), desain dan aplikasi robotika dan kecerdasan buatan serta integrasinya, metodologi penelitian, kewirausahaan, serta komunikasi profesional. Kurikulumnya yang up to date dirancang dengan menyesuaikan konsep kurikulum kampus merdeka, agar mahasiswa memiliki kompetensi yang kuat hingga di level aplikasinya. Tidak hanya itu, lulusan dari prodi ini juga akan dibentuk menjadi pribadi yang unggul dan bermoral sesuai dengan motto Universitas Airlangga, yakni Excellence With Morality.

Dengan adanya prospek karir yang sangat luas, kurikulum yang dirancang dengan baik, serta tenaga pengajar yang mumpuni di bidangnya, tak heran jika akhirnya prodi ini menjadi sangat diminati. Di tahun akademik 2021/2022 ini kuota mahasiswa yang akan diterima pada teknik robotika dan kecerdasan buatan sebanyak 100 orang yang diseleksi melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan juga Mandiri.

Yuk, adik-adik calon mahasiswa baru! Tunggu apalagi?

Info lebih lengkap mengenai UKT (Uang Kuliah Tunggal) dan proses seleksi bisa dicek melalui website Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, sedangkan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap terkait kurikulum dan lain-lain dari prodi ini, adik-adik calon mahasiswa maupun orang tua/wali dapat berselancar pada website kami, yaitu ftmm.unair.ac.id atau mengirimkan pesan singkat melalui chatbox pada sisi pojok kiri bawah website kami.

Sampai jumpa di Prodi TRKB FTMM UNAIR!

Penulis: PR & Branding Team FTMM

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu