Terlaksana di 24 Provinsi, KKN-BBM Ke-63 UNAIR Menjadi KKN Nasional Pertama

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PELAKSANAAN KKN-BBM Mandiri Ismara Nareswari (paling kanan) bersama Ketua RT 22 (paling kiri), Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Rabu (3/2/21). (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Ada yang berbeda dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Airlangga (UNAIR) ke-63. Jika pada tahun-tahun sebelumnya KKN-BBM hanya dilaksanakan di wilayah Jawa Timur saja, kali ini cakupannya meluas.

Berdasarkan penuturan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNAIR, Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes, mahasiswa peserta KKN-BBM kali ini tersebar di 24 provinsi di seluruh Indonesia. “Karena pandemi Covid-19, semuanya kan pulang ke daerah asal masing-masing. Sehingga KKN kali ini tersebar secara luas, mulai dari Aceh hingga Papua, totalnya ada 24 provinsi,” terangnya pada kesempatan wawancara Rabu (3/2/2021).

Gadis menambahkan, ada sebanyak 2.148 mahasiswa peserta KKN yang saat ini tersebar di berbagai wilayah. Di antaranya yaitu Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Kepulauan Riau, Sumatera, Papua, hingga Nusa Tenggara Barat. Hal itu juga yang membuat kegiatan KKN-BBM kali ini dijuluki sebagai KKN Nasional.

Selain sebaran yang meluas, lanjutnya, pelaksanaan kegiatan KKN-BBM ke-63 juga berbeda. Ia mengarahkan mahasiswa agar sedapat mungkin melakasanakan KKN dominan secara online.

Meski demikian, kegiatan secara offline tetap dapat dilakukan. Namun, dengan catatan wajib menegakkan protokol kesehatan yang ketat. “Sosialisasi berupa penyuluhan yang mengumpulkan banyak orang, bisa dilakukan secara online,” tuturnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNAIR, Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes.

Sementara itu, kegiatan KKN yang berlangsung sejak 17 Januari 2021 itu memiliki empat bidang garap utama. Di antaranya, yakni Bidang Kesehatan yang fokus pada Covid-19 dan vaksinasi, serta Bidang Pendidikan dengan pemberantasan buta aksara.

Ada pula Bidang Pemberdayaan Ekonomi dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga di masa pandemi. Serta Bidang Lingkungan dengan eco-green dan eco-tourism.

“Program kerjanya ini berbeda dari pelaksanaan sebelum-sebelumnya. Kita membuat program-program unggulan ini sesuai arahan Rektor, supaya lebih terarah sesuai kebutuhan saat ini,” tandas Gadis.

Seperti yang dilakukan oleh Ismara Nareswari, peserta KKN dari Balikpapan. Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat itu fokus melakukan penyuluhan terkait Covid-19, vaksinasi, dan gerakan 5M, kepada ibu-ibu PKK di Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan.

Selain itu, Ismara juga melakukan sosialisasi terkait gizi seimbang dengan menyasar ibu-ibu bayi dan balita. “Di sini saya berupaya mengedukasi warga khususnya ibu-ibu agar pengetahuan terkait Covid-19 dan gizi seimbang meningkat,” kata Ismara.

Menurut Gadis, dampak Pandemi Covid-19 justru menjadi hal yang positif bagi pelaksanaan KKN-BBM ke-63. Sebab, keberadaan dan kemanfaatan mahasiswa dapat tersebar di seluruh Indonesia. “Kegiatan KKN kali ini bisa disebut KKN Nasional, walaupun 80 persen ada di Jawa Timur,” ujarnya.

“Harapan kami tentunya kegiatan ini memberi dampak bahwa peran UNAIR bisa dirasakan pada saat pandemi. Yaitu dengan turunnya mahasiswa-mahasiswa KKN di seluruh Nusantara mulai dari Aceh hingga Papua,” pungkasnya. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

Binti Q. Masruroh

Binti Q. Masruroh

Alumnus Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga

Leave Reply

Close Menu