Potensi Bawang Putih, Temu Mangga, dan Jeringau untuk Mengatasi Infertilitas pada Wanita

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh SehatQ

Menurut Departemen Kesehatan  Republik Indonesia, Infertilitasmerupakan suatu keadaan. dimana sepasang suami istri gagal dalam mencapai kehamilan setelah bersenggama secara teratur sekurang-kurangnya selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi. Kasus infertilitas lebih banyak dialami oleh wanita yaitu 12,5% dibandingkan  pria yaitu 10,1%. Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan wanita mengalami infertilitas salah satunya adalah adanya gangguan atau disfungsi pada organ reproduksi seperti ovarium. Ovarium yang mengalami penurunan fungsi tidak dapat merespon sinyal gonadotropin untuk mensintesis dan mensekresi hormone reproduksi secara baik. Hal ini bisa menghambat proses ovulasi sehingga mengakibatkan gangguan kesuburan wanita.

Beberapa tanaman yang berpotensi mengatasi masalah infertilitas yaitu bawang putih (Allium sativum), temu mangga (Curcuma mangga) dan jeringau (Acorus calamus). Kandungan bahan aktif pada bawang putih seperti allicin, flavonoid dan fenolik mampu memicu aktivitas antioksidan dan regenerasi sel. Kandungan Temu manga yang berupa kurkumin, kalkon, flavanon dan flavonoid serta kandungan jeringau berupa steroid, fenol, tanin dan flavonoid, selain dapat memberikan efek antioksidan dengan mencegah pembentukan ROS atau menangkap radikal bebas juga merupakan sumber estrogen yang berasal dari tanaman. Fitoestrogen bekerja selayaknya estrogen, dalam kadar yang tepat mampu mengoptimalkan kerja aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium dalam mempertahankan kesimbangan hormonal. Muchtaromah dkk. (2020) telah melakukan penelitian tentang pengaruh kombinasi ekstrak bawang putih, temu mangga dan jeringau terhadap berat uterus, profile histologi uterus serta kadar esterogen  tikus yang diinduksi cisplatin.  Ekstrak kombinasi bawang putih, temu mangga dan jeringau diberikan pasca induksi cisplatin dengan dosis 50 mg/kgBB, 75 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dibandingkan dengan tikus normal, tikus yang diberi jamu subur kandungan (herbal peningkat fertilitas yang diproduksi oleh PT Ribka Joko Tole) dan klomifen sitrat (obat fertilitas yang biasa diresepkan dokter). Perlakuan diberikan  selama 15 hari (tiga kali siklus estrus).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kombinasi bawang putih, temu mangga dan jeringau dosis 75 mg/kgBB pada tikus infertil mampu meningkatkan  berat uterus, tebal endometrium, jumlah kelenjar endometrium dan kadar estrogen secara siknifikan dibandingkan dosis 50 dan 100 mg/kgBB, hampir menyamai tikus normal maupun tikus yang diberi jamu subur kandungan dan clomifen sitrat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kombinasi ekstrak bawang putih, temu mangga dan jeringau dosis 75 mg/kgBB dapat dijadikan sebagai alternatif pencegahan atau pengobatan infertilitas pada wanita.

Penulis: Emy Koestanti Sabdoningrum

Informasi lebih lengkap mengenai artikel tersebut bisa akses link berikut ini: www.rjptonline.org

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85097675951&origin=resultslist

Bayyinatul Muchtaromah , Alif Q. A. Lailiyah , Silvia Aini , Romaidi , Tanjina Sharmin , Amaq Fadholly , Emy K. Sabdoningrum. 2020. Effect of Allium sativum, Curcuma mangga and Acorus calamus Combination on the Uterus and Hormonal Profile in Rat Induced by Cisplatin. Research J. Pharm. and Tech. 13(11): November 2020

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu