Kearifan Lokal Dapat Meningkatkan Keragaman Makanan Ibu Hamil

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Alodokter

Makanan yang bergizi merupakan salah satu kebutuhan yang penting untuk ibu hamil. Oleh karena itu ibu hamil harus meningkatkan kuantitas dan kualitas dietnya. Kepercayaan terkait makanan tabu masih banyak diyakini dan dijalankan oleh ibu hamil di Indonesia, khususnya di Madura Jawa Timur. Pada saat yang sama, kearifan lokal juga berkembang di masyarakat terkait makanan yang dianjurkan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan janinnya. 

Kearifan lokal ini menarik perhatian Rian Diana dkk dari Universitas Airlangga dan Institut Pertanian Bogor untuk melakukan penelitian pada 282 ibu hamil yang tersebar di 25 desa di Semenep, Madura, Jawa Timur. Studi yang dilakukan pada tahun 2017 menemukan bahwa ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan sumber karbohidrat seperti nasi jagung dan nasi putih. Sumber protein yang banyak dianjurkan adalah ikan bandeng, tongkol, nila, tempe, dan tahu. Sayuran seperti daun kelor, tauge, bayam dan wortel serta hampir semua jenis buah-buahan banyak dianjurkan dimakan oleh ibu selama kehamilannya. Ibu hamil trimester 3 memiliki anjuran makanan yang lebih banyak dibandingkan trimester 1 dan 2. 

Lebih dari separuh ibu hamil di Madura mengonsumsi makanan yang beragam (≥5 kelompok pangan). Jenis makanan yang banyak dikonsumsi ibu hamil adalah serealia (nasi, jagung), ikan, kacang-kacangan (tempe, tahu), sayuran daun hijau, dan telur. Adanya makanan yang dianjurkan oleh keluarga, kerabat atau masyarakat dapat meningkatkan keragamanan konsumsi pangan ibu hamil. 

Temuan ini menarik karena banyak penelitian fokus pada makanan tabu dan sebaliknya tidak banyak penelitian yang mengungkapkan makanan yang dianjurkan dari kearifan lokal untuk ibu hamil.  Hal ini membuktikan bahwa kearifan lokal menjadi salah satu modal sosial untuk meningkatkan keragaman konsumsi ibu hamil. Ibu hamil dapat fokus pada makanan yang dianjurkan oleh kerabatnya yang memiliki nilai gizi yang baik dan tidak kalah dari makanan yang dilarang atau di tabukan. Kondisi ini menunjukkan adanya harmoni antara sosial budaya, gizi, dan kesehatan ibu hamil di Madura. 

Penulis: Rian Diana, M.Si

Referensi: Diana R, Christianti DF, Anwar F, Kusuma R, Rachmayanti RD, Khomsan A. 2020. Food suggestions, meal frequency, and dietary diversity among pregnant women: a quantitative study in Madura. Future of Food: Journal on Food, Agriculture and Society, 8 (3) October 2020. DOI:10.17170/kobra-202007201470.

Link https://www.thefutureoffoodjournal.com/index.php/FOFJ/article/view/292 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu