Karbofuran Dapat Mengurangi Kemampuan Refleks Motorik dan Memori pada Anak Mencit yang Terpapar Saat Menyusui

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Karbofuran. (Sumber: kabartani.com)

Insektisida karbofuran menyebabkan residu dalam makanan dan dapat merugikan organisme bukan target insektisida. Kontaminasi karbofuran memicu beberapa kasus dari bayi yang lahir dengan gangguan refleks motorik, Sedangkan pada usia remaja terdapat kelainan dalam perkembangan fungsi otak seperti penurunan memori dan kemampuan konsentrasi. Pencemaran karbofuran pada hewan menyebabkan peningkatan radikal bebas (stres oksidatif) dan melemahkan kemampuan berfikir (kognitif dan memori) dan fungsi motorik. Karbofuran dapat menginduksi kerusakan yang signifikan pada otak (otak besar/korteks serebral, otak kecil/serebelum, dan batang otak).

Lebih lanjut, penelitian sebelumnya membuktikan bahwa pemberian karbofuran menyebabkan terbentuknya radikal bebas oksigen (spesies oksigen reaktif/ROS) di otak tikus. Pemberian sub-akut karbofuran secara intraperitonial dapat meningkatkan stres oksidatif otak seiring dengan peningkatan dosis. Peningkatan ROS tidak terkontrol pada gilirannya akan menyebabkan cedera dan kematian sel neuron. Hal ini dapat menggagnggu perkembangan otak selama masa kebuntingan dan menyusui. Diketahui sel-sel neuron otak besar (serebrum)berkembang lebih awal masa embrional, dan mengalami perkembangannya puncak di tengah kehamilan/kebuntingan, sedangkan otak kecil (serebelum) berkembang di tengah kehamilan sampai beberapa hari setelah bayi lahir. Otak kecil bertanggung jawab dalam mengontrol system pergerakan, menjaga keseimbangan, menyesuaikan posisi dan koordinasi gerakan tubuh. Dengan demikian, otak kecil didedikasikan untuk menjaga fungsi motorik, dan berperan dalam fungsi kognitif. Kematian sel (nekrosis) sel neuron akibat paparan karbofuran berpotensi menurun fungsi refleks motorik dan kemampuan memori. Nekrosis sel neuron otak besar selama paparan masa embrional akibat paparan karbofuran meningkat 35,51% untuk dosis rendah dan 55,27% untuk dosis tinggi.

Pemahaman tentang mekanisme kematian pada sel otak bayi tikus karena paparan karbofuran selama Masa laktasi sangat penting untuk mendapatkan informasi mendasar dalam penanganan dan pencegahan paparan karbofuran selama masa menyusui (laktasi). Ini penting karena memahami mekanisme kematian akan mengungkapkan periode paling sensitif dan jenis sel target karena paparan karbofuran selama menyusui. Jika mekanisme kematian sel tersebut diketahui, maka dapat dilakukan upaya pencegahan sehingga kejadian penurunan kemampuan mengingat dan konsentrasi dapat dihindari dengan mengurangi penurunan refleks motorik selama periode menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap derajat nekrosis pada sel neuron dan perubahan perilaku pada anak mencit usia 10 hari hingga 20 hari dari induk yang terpapar karbofuran selama masa menyusui.

Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan 36 ekor mencit dan injeksi karbofuran dengan metode gavage (dimasukan ke lambung) dengan dosis fraksi LD50 pada induk mencit sebesars 5 mg / kg berat badan (BB). Induk mencit dipapar karbofuran selama masa laktasi dari Hari 0 sampai Hari 9 dan anak mencit umur 10 hari kemudian dikorbankan untuk pemeriksaan mikroskopis dengan menghitung nekrosis sel neuron dengan pewarnaan HE dan tes fungsi refleks motorik (tes neurobehavioral) pada bayi mencit umur 10 hari yang meliputi: refleks meluruskan badan, berenang dan tes memori menggunakan delapan lengan radial pada usia 20 hari. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam nekrosis sel neuron, penurunan refleks motorik anak mencit seperti refleks meluruskan badan dan kemampuan berenang (posisi sudut kepala dan arah renang) dan tes memori delapan lengan radial. Dengan demikian maka penelitian ini disimpulkaan bahwa paparan karbofuran pada induk mencit selama masa laktasi menyebabkan peningkatan nekrosis sel neuron, penurunan refleks motorik dan kemampuan memori anak mencit.

Penulis : Epy Muhammad Luqman

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan di

http://ijpronline.com/ViewArticleDetail.aspx?ID=20437

https://cybercampus.unair.ac.id/files/24393/3b2dc2968dd1232cc43273b6318593b7.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu