Intrauterine Device dan Kanker Serviks

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Sains Kompas

Intrauterine device (IUD) adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. `Selama ini berkembang pendapat bahwa IUD yang dipasang di dalam rahim akan meningkatkan risiko kanker serviks oleh karena terjadi peradangan pada serviks. Mekanisme IUD mencegah kehamilan terutama dengan membuat kondisi di dalam rahim mengalami peradangan steril sehingga mampu membunuh sperma dan menyebabkan proses menempelnya buah kehamilan ke dinding rahim menjadi terganggu. Kanker serviks merupakan kanker mulut/leher rahim yang dulu dianggap berasal dari peradangan kronis, namun sekarang diketahui penyebab kanker serviks adalah virus Human Papillomavirus (HPV). Penelitian menunjukkan tanpa adanya infeksi virus HPV, tidak mungkin terjadi kanker serviks. Hal ini menunjukkan meskipun terjadi peradangan pada serviks, selama tidak ada infeksi virus HPV, maka tidak terjadi kanker serviks. 

IUD dulunya dianggap bisa meningkatkan risiko kanker serviks oleh karena kemungkinan terjadi peradangan serviks akibat adanya IUD lebih besar terutama diakibatkan oleh ekor IUD yang menjulur keluar di daerah serviks. Namun hal ini ternyata saat ini tidak demikian, terjadi tidaknya kanker serviks tergantung ada tidaknya virus HPV. Virus HPV pada mulanya masuk ke dalam serviks melalui celah di serviks dan kemudian menginfeksi sel bagian dasar pelapis serviks. Sebagian besar infeksi HPV pada serviks alan mengalami penyembuhan dengan sendirinya tanpa per obat. Hanya sebagian kecil infeksi HPV bersifat menetap, ini yang bisa mengubah serviks normal menjadi kanker serviks. Tahapan perubahan serviks normal menjadi kanker serviks dimulai dari serviks normal terinfeksi HPV, bila infeksi ini tidak tereliminasi maka pelan pelan serviks berubah menjadi tahap lesi pra kanker serviks sebelum kemudian bila tidak terdeteksi akan berubah menjadi kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa IUD bisa merangsang penyembuhan infeksi HPV sehingga risiko kanker serviks kecil. Selain itu IUD mencegah perkembangan lesi pra kanker serviks menjadi kanker serviks. Kombinasi kedua mekanisme ini menjelaskan mengapa perempuan yang memakai IUD mempunyai kemungkinan terjadi kanker serviks lebih kecil. Pemakaian IUD akan merangsang terjadinya peradangan dimana peradangan ini mengandung sel-sel antibody yang mampu mengeliminasi HPV. Secara umum, IUD mempunyai efek protektif terhadap kanker serviks.

Penulis: Brahmana Askandar Tjokroprawiro

Jurnal bisa diunduh di link dibawah ini:

https://e-journal.unair.ac.id/MOG/article/view/23682

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu