“Save Calon Dokter Gigi FKG UNAIR” Agar Tetap Sehat Tanpa Keluhan Musculoskeletal Disorder

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Mahasiswa profesi dokter gigi FKG UNAIR yang sedang praktik di klinik FKG UNAIR. (Dok. Pribadi)

Tahukah anda tentang Musculoskeletal disorders (MSDs) ?  Yaitu sekumpulan gejala akibat kerja yang paling umum terjadi akibat kerja. Musculoskeletal disorders adalah sekumpulan kondisi patologis yang mempengaruhi fungsi normal dari jaringan halus sistem muskuloskeletal yang meliputi beberapa bagian seperti syaraf tendon, otot dan struktur penunjangnya. Keluhannya sering dirasakan namun seringkali diabaikan. Keluhan ini bisa berupa sakit pinggang, nyeri pada otot leher, nyeri punggung, kesemutan dan lain-lain (Tarwaka, 2014).  

Apa penyebab MSDs ?

Keluhan ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor pekerjaan seperti postur tubuh yang salah saat bekerja, gerakan repetitif dan lingkungan disekitar tempat kerja. Penyebab timbulnya MSDs adalah pekerjaan yang dilakukan berulang dan terus menerus dalam jangka waktu relatif lama dengan postur kerja yang salah (Wibowo et al., 2017).

Pekerjaan apa saja yang dapat menimbulkan keluhan MSDs? Jawabannya adalah semua pekerjaan, termasuk pekerjaan dalam bidang kedokteran gigi (Rajvanshi et al., 2015). . Mahasiswa profesi dokter gigi adalah salah satu populasi rentan mengalami MSDs. Sebagai seorang mahasiswa calon dokter gigi, kompetensi yang diharapkan adalah psikomotor dalam melakukan perawatan kedokteran gigi. Kegiatan mencabut gigi, melakukan preparasi dan penambalan gigi, membersihkan karang gigi dan lain-lain adalah kegiatan yang dilakukan sehati-hari dalam rangka memenuhi target pembelajaran, sehingga dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang. Jika kegiatan ini dilakukan dengan postur yang salah maka akan berpotensi menimbukan MSDs.

Sebuah studi yang dilakukan pada populasi mahasiswa profesi FKG Unair menunjukkan 84,9% mengalami keluhan MSDs, hanya 15,1% yang tidak mengalami keluhan ini  (Eddo et al, 2020). Kita bisa membayangkan, baru menjadi calon dokter gigi saja sudah mengalami banyak keluhan, apalagi nanti saat benar-benar bekerja sebagai dokter gigi.

Bagaimana cara pencegahannya?

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, MSDs hanya akan terjadi akibat postur kerja yang salah, dilakukan berulang dan terus menerus dalam jangka waktu lama. Sehingga kata kunci untuk mengatasinya adalah bekerjalah secara ergonomis. 

Bekerja secara ergonomis dalam kedokteran gigi adalah bekerja menggunakan prinsip Four-Handed Dentistry yaitu bekerja bersama sebagai sebuah tim antara dokter gigi dan asisten dalam melakukan perawatan pasien. Four handed dentistry merupakan perawatan gigi yangdilakukan dengan 4 tangan secara bersamaan, 2 tangan operator dan 2 tangan asisten.  Four-handed dentistry  meliputi Working posture, Zona aktivitas, motion economy, dan transfer instrument.  

Sebagai gambaran, dalam konsep Four Handed Dentistry dikenal pembagian zona kerja disekitar Dental Unit yang disebut Clock Concept. Posisi dokter gigi dalam melakukan perawatan bergantung pada gigi bagian mana yang akan dirawat. Posisi ini ditentukan berdasarkan arah jarum jam (Clock Concept). Jadi terkait posisi dokter gigi (operator), ada aturannya yang harus dipatuhi agar operator tidak mengalami kelelahan otot akibat ketidaktepatan posisi kerja.

Jika prinsip Four Handed Dentistry ini diterapkan secara konsisten sejak menjalani proses penndidikan, akan menjadi perilaku dan kebiasaan yang baik saat bekerja sebagai dokter gigi.Kesadaran akan pentingkan bekerja secara ergonomis saja tidak cukup, tanpa implementasi riil. Maka sudah saatnya dilakukan penerapan prinsip four-handed dentistry, serta melakukan monitoring evaluasi terhadap pelaksaannya di FKG UNAIR tercinta. Sudah saatnya FKG UNAIR menjadi pioner dalam menerapkan prinsip Four Handed Dentistry.  “Save calon dokter gigi” agar terhindar dari gangguan MSDs. Salam sehat, salam sukses.

Penulis : Retno Palupi

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://ejmcm.com/article_2922_6e668f27eb857493fd0e90e4cb766371.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu