Insektisida Karbofuran Menyebabkan Kerusakan Jantung Anak Mencit Masa Laktasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi karbofuran. (https://agungbudisantoso.com/)

Insektisida dipertanian telah digunakan sejak lama dan Indonesia menjadi negara terbesar di dunia dalam penggunaan insektisida setelah Cina dan India. Paparan insektisida dapat masuk ke tubuh melalui makanan, udara, dan air. Salah satu bahan aktif insektisida yang banyak digunakan adalah dari golongan karbamat seperti karbaril, benfuracarb, karbosulfan, dan karbofuran. Insektisida golongan karbamat memiliki efek toksik dan residu yang lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok organofosfat menyebabkan insektisida golongan karbamat lebih banyak digunakan petani.

Metabolit insektisida karbofuran melebihi batas maksimum yang ditetapkan FAO telah ditemukan pada sampel daging sapi di Blora, Jawa Tengah. Metabolit rata-rata yang ditemukan pada sampel daging sapi mencapai 169,17 ppb (0,17 mg/Kg BB) melebihi batas sisa maksimum (BMR) daging sapi sebesar 50 ppb (0,05 mg/Kg BB). Akumulasi metabolik ditemukan di jaringan lemak, plasenta, umbilikus, darah dan metabolisme beberapa hewan.

Masa laktasi merupakan masa kritis perkembangan individu postpartum karena fungsi dan sistem organ masih dalam perkembangan sehingga lebih rentan terhadap perkembangan penyakit. Bahan metabolisme dalam ASI yang dihasilkan oleh insektisida pada ibu menyusui mendistribusikan zat beracun ke anak. ASI pertama-tama akan diserap oleh saluran pencernaan kemudian dibawa oleh darah melalui sistem peredaran darah karena zat-zat racun dalam udara ASI dapat menyebabkan kerusakan jantung pada sel-sel tubuh, termasuk jantung.

Kerusakan sel yang melibatkan karbofuran dengan pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS). ROS mewujudkan peroksidasi membran lipid sehingga rantai asam lemak pada membran sel yang akhirnya rusak akibat sel. Meningkatnya kadar MDA akibat meluasnya kerusakan membran, termasuk sel organel sel sehingga mengganggu proses sintesis enzim pengikat lemak dan terganggunya pompa natrium, sehingga sel memperbaiki nekrosis dan mengalami degenerasi.

Peroksidasi lipid di membran telah menyebabkan disfungsi mitokondria dan produksi ROS yang berlebihan. Kardiotoksisitas akibat pengaruh stres oksidatif paparan karbofuran berhubungan dengan perubahan histopatologi yang kemudian membentuk jaringan nekrosis. Stres oksidatif dan radikal bebas yang dilakukan anak anjing akibat paparan karbofuran yang diakibatkan oleh reaksi inflamasi berupa sel inflamasi atau miokarditis dalam darah akibat lesi / lesi karbofuran dapat digunakan sebagai mediator inflamasi, vasodilatasi, kemungkinan diambil dengan pelebaran darah yang diketahui meningkatkan permeabilitas sel-sel peradangan dan kemacetan dapat terbentuk.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek induksi karbofuran terhadap transmisi metabolit/residu melalui air susu induk pada gambaran histopatologi jantung anak yang terpapar karbofuran selama masa laktasi. Hasil penelitian ini memberikan informasi tentang peningkatan kerusakan organ jantung anak mencit pada pemeriksaan histopatologi berupa infiltrasi sel inflamasi, degenerasi sel, nekrosis, dan kongesti. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan paparan karbofuran dapat memicu kerusakan histopatologis organ jantung seperti sel inflamasi, degenerasi, nekrosis, dan kongesti seiring dengan peningkatan dosis.

Penulis : Epy Muhammad Luqman

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan di

http://www.ijpronline.com/ViewArticleDetail.aspx?ID=19397

https://cybercampus.unair.ac.id/files/24393/416e09b54f84207d591b155c94e46c4e.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu