Utilitas TEG untuk Deteksi Hiperkoagulasi Pasien Dewasa Pasca Operasi Jantung Menggunakan Cardiopulmonary Bypass

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: liputan6.com

Penggunaan alat cardiopulmonary bypass (CPB) pada pasien dewasa operasi jantung menggangu sistem koagulasi. Komplikasi yang sering terjadi adalah perdarahan pasca operasi, tetapi tidak dapat diabaikan kemungkinan terjadi hiperkoagulasi yang berbahaya, walaupun manifestasi trombosis sangat  jarang. Uji laboratorium untuk mendeteksi keadaan tersebut secara rutin dengan aPTT dan PTT. Kedua tes ini memiliki keterbatasan yakni hasil tes dapat terganggu pada kondisi hemolysis, hyperbilirubinemia dan lipemia, serta ketidak cepatan hasil yang diperlukan pada perdarahan massif yang membutuhkan tes cepat.

Thromboelastography (TEG) merupakan tes cepat ditempat, memantau secara real time, hasil cepat yang dipresentasikan dalam parameter R-time, K-time, a-angle, MA dan LY30. Keterbatasan penggunan TEG biaya tes mahal, dan tidak dapat menilai defisiensi factor  koagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan  analisis hubungan antara aPTT, PT dan TEG terhadap perdarahan pada pasien dewasa pasca operasi jantung dengan CPB.

Metode dan Hasil

Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli 2019 hingga Desember 2019 di RSUD Dr.Soetomo/FK-UNAIR Surabaya dengan desain penelitian prospective observasional. Penilitian ini mengikutsertakan pasien berusia diatas 18 tahun, pasien yang dioperasi ulang dikeluarkan dari penelitian. Darah pasien sebanyak 2,7 ml diambil secara prosedur aseptic ditampung pada tabung vakum tutup biru muda. Darah segera di analisis fungsi koagulasi dan fibrinolitik meggunakan TEG. Selanjutnya darah utuh tersebut disentrifugasi  pada 1500 G selama 15 menit, plasma yang diperoleh dipergunakan untuk analisis tes aPTT dan PT menggunakan alat Sysmex CS-21000i. Perdarahan diukur volumenya melalui drain dada 1-2 jam setelah penutupan dada. Kriteria perdarahan lebih 1,5 ml/kgBB dalam 6jam dan diamati hingga 24 jam atau 100 ml/jam.

Hasil penelitian menunjukkan 10 pasien (33,3%) terjadi perdarahan mulai jam ke-1 hingga jam ke-4, 4 pasien (13,3%) perdarahan pada jam ke-3 ke jam ke-4. Merujuk pada kriteria Colson et dan Bojar et al, semua pasien tidak masuk dalam kriteria perdarahan  yang diobservasi mulai jam ke-1 hingga jam ke-4.

Tes aPTT normal terdapat pada 11 pasien (36,7%), sedangkan aPTT memanjang pada 19 pasien (63,3%). Berdasarkan kriteria Colson et dan Bojar et al, masuk dalam kategori  bukan perdarahan. PT (9-12 detik) menunjukkan hasil normal pada 20 pasien (66,7%), PT lebih 12 detik pada 10 pasien (33,3%), berdasarkan kriteria Haas et,al, tidak ditemukan hasil PT yang masuk kriteria Haas et al.

Hasil uji korelasi Sperman menunjukkan aPTT tidak ada korelasi dengan perdarahan jam ke-1, jam ke-2, jam ke-3 dan  jam ke-4. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada korelasi secara bermakna antara aPTT denan perdarahan berdasarkan kriteria Haas et al pada jam ke-1, jam ke-2, jam ke-3 dan jam ke-4. Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat korelasi bermakna antara PT dengan perdarahan pada jam ke-4, tetapi  tidak menunjukkan korelasi pada jam ke-1, jam ke-2 dan jam ke-3.

Hasil analis TEG sebagai  berikut R-time normal 17 pasien (56,7%), kurang dari 9 menit 13 pasien (43,3%). K-time normal 20 pasien (66,7%), K-time kurang 2 menit 10 pasien (33,3%). a-angle normal pada 15 pasien (50%). MA normal 23 pasien (76,7%), MA lebih dari 64mm 7 pasien (23,3%). TEG-LY30 semua pasien  dalam rentang normal (100%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada korelasi bermakna antara TEG (R-time,K-time,a-angle, MA dan LY30)  dengan volume perdarahan jam ke-1, jam ke-2, jam ke-3 dan jam ke-4. Berdasarkan analisis TEG menunjukkan 17 pasien (67,7%) hiperkuagulasi.

Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa uji PT dapat digunakan untuk mengidentifikasi perdarahan pada jam ke-4, dan TEG lebih menjelaskan hiperkoagulasi pada pasien dewasa pasca operasi jantung dengan CPB.

Penulis: Hartono Kahar

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://www.indonesianjournalofclinicalpathology.org

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu