Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Inc. Magazine

Sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah organisasi, karena sumber daya manusia dapat menjadi salah satu faktor yang terlibat langsung dalam menjalankan aktivitas organisasi dan berperan dalam meningkatkan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di tempat kerja yang semakin menantang dan kompleks, praktisi dan cendekiawan telah mengakui pentingnya manajemen sumber daya manusia yang efektif untuk kinerja individu dan selanjutnya untuk kesuksesan organisasi (Cesário & Chambel, 2017). Penelitian ini juga menyarankan agar organisasi dapat mempromosikan praktik sumber daya manusia yang berorientasi pada komitmen untuk mencapai tujuan organisasi dan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.

Organisasi yang berhasil mencapai tujuannya juga akan sangat bergantung pada pemimpinnya. Pemimpin yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sangat mungkin organisasi akan mencapai tujuannya. Pemimpin juga sangat perlu memperhatikan gaya kepemimpinannya dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas bawahannya serta mengkoordinasikan tujuan bawahan dan tujuan organisasi agar keduanya dapat tercapai. Gaya kepemimpinan sering dianggap sebagai faktor terpenting dari keberhasilan atau kegagalan organisasi. Menurut Efendi & Graduate, (2020) gaya kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain atau sekitar untuk melakukan upaya kolaboratif untuk mencapai tujuan yang direncanakan. Dengan demikian, kepemimpinan merupakan upaya mempengaruhi karyawan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien dalam seluruh proses manajemen untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan menciptakan kualitas kerja yang baik.

Selain diperlukan gaya kepemimpinan yang efektif dalam suatu organisasi untuk dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, pemimpin juga akan membentuk budaya organisasi. Schein (2009) menyatakan bahwa pemimpin membentuk budaya dan pada gilirannya dibentuk oleh budaya yang dihasilkan. Amati bahwa budaya organisasi dan kepemimpinan saling terkait dan gambarkan keterkaitan ini dengan melihat hubungan antara kepemimpinan dan budaya dalam konteks siklus hidup organisasi. Budaya organisasi merupakan simbol dan nilai yang dimiliki bersama oleh seluruh anggota organisasi. Budaya organisasi dikenal untuk mengikat karyawan secara bersama dan memberikan arahan bagi pertumbuhan perusahaan (Pawirosumarto et al., 2017). Budaya organisasi akan menentukan bagaimana karyawan menyelesaikan tugas dan saling berinteraksi dalam organisasi (Narayana, 2017). Pola budaya ini terdiri dari berbagai nilai, kepercayaan, ritual, dan simbol yang mengatur gaya operasi masyarakat dalam suatu perusahaan.

Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur adalah instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi. Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan kerjanya dikenal selalu mengedepankan segenap sumber daya aparatur untuk mencapai kinerja yang tinggi dan mencapai tujuan organisasi dengan tepat. Dalam pencapaian kinerja pegawai yang tinggi selalu terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor kepuasan kerja, faktor kedisiplinan, faktor komunikasi, faktor pengalaman, faktor lingkungan kerja, faktor kompetensi, faktor budaya organisasi, dan faktor komitmen. Namun menurut observasi yang dilakukan peneliti, ditemukan berbagai permasalahan di lokasi penelitian yaitu Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur. Adanya gaya kepemimpinan yang kurang asertif, serta tidak adanya sanksi tegas. Tata tertib kerja dan tata tertib kerja telah dituangkan dalam prosedur kerja yang lengkap namun masih formalitas, belum dilaksanakan dengan baik, dan masih jauh dari terwujudnya dalam bentuk tindakan nyata. Dedikasi dan loyalitas karyawan masih rendah, bahkan ada karyawan yang salah dalam menerapkan loyalitas hanya kepada atasannya, namun kurang loyal terhadap visi, misi dan tugas lembaganya.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, dengan menelaah berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai, yang diharapkan dapat diperoleh gambaran tentang hal-hal yang berkaitan dengan pegawai. peningkatan performa. Penelitian ini mencoba untuk menguji faktor-faktor yaitu gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dan dianalisis, diperoleh kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. kinerja, komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. , dan efek mediasi dari komitmen organisasi hanya ditujukan pada pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan (mediasi penuh). Hal ini didukung oleh pernyataan dari Cesário & Chambel, (2017) yang mengakui pentingnya manajemen sumber daya manusia yang efektif berguna untuk kinerja individu dan kemudian untuk kesuksesan organisasi. Dengan demikian penelitian ini melihat pengaruh variabel gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi untuk mengarahkan dan mempengaruhi peningkatan kinerja karyawannya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel gaya kepemimpinan tidak mendukung aspek ini secara signifikan mempengaruhi peningkatan kinerja pegawai. Dan melalui variabel kepuasan kerja hanya dapat dilalui dengan bantuan mediasi komitmen organisasi. Sehingga dalam penelitian ini dalam mengarahkan dan mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan dapat dilihat dari pengaruh budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Hal ini dimaksudkan agar dapat mencapai tujuan utama organisasi, mencapai keunggulan kompetitif organisasi, dan mencapai pertumbuhan organisasi yang berkelanjutan.

Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi oleh manajemen perusahaan mengenai gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan kinerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Hal ini dapat mempengaruhi peningkatan gaya kepemimpinan dengan meningkatkan kesesuaian tindakan kepemimpinan dengan peraturan organisasi, dapat mempengaruhi peningkatan budaya organisasi dengan meningkatkan sikap hangat (ramah) karyawan dalam hubungan, dapat mempengaruhi peningkatan kepuasan kerja karyawan dengan meningkatkan karyawan. preferensi untuk tanggung jawab untuk pekerjaan masing-masing. , dapat mempengaruhi peningkatan komitmen organisasi dengan meningkatkan rasa bangga karyawan terhadap kantornya, dan dapat mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan dengan meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan tepat waktu. Dengan demikian, melalui aspek gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi, perhatian yang baik dapat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan di suatu perusahaan. Sehingga diharapkan dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta tetap menghasilkan kualitas kerja yang baik.

Penulis : Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.sysrevpharm.org//index.php?fulltxt=29735&fulltxtj=196&fulltxtp=196-1605193192.pdf

(The effect of leadership style,  organizational culture and job satisfaction on employee performance with organizational commitment as the intervening variable)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu