Pertengahan 2021 Departemen Fisika Tambah Satu Program Studi Baru

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Konferensi internasional Departemen Fisika FST UNAIR tahun 2019 bertajuk The 2nd International Conference on Physical Instrumentation and Advanced Materials. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Fisika menjadi satu dari empat program studi yang berdiri sejak 1982 di lingkungan Universitas Airlangga saat masih berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). 26 tahun kemudian, yakni pada tahun 2008, FMIPA berganti nama menjadi Fakultas Sains dan Teknologi hingga sekarang.

Departemen Fisika saat ini membawahi tiga program studi, yakni S1 Fisika, S1 Teknik Biomedis, dan S2 Teknik Biomedis. Kabar gembiranya, program studi tersebut akan bertambah satu lagi di level S2 yakni S2 Fisika pada pertengahan tahun 2021.

Ketua Departemen Fisika Herri Trilaksana, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa Departemen Fisika FST UNAIR merupakan departemen yang mengelola program studi yang memperlajari dasar-dasar keteknikan maupun beberapa teknologi medis. Penilaian tentang ilmu fisika adalah ilmu yang serba bisa tentu memberikan keunggulan bagi departemen ini.

“Kami memiliki fleksibilitas yang tinggi terhadap bidang-bidang aplikasi lain. Kalo kata orang awam biasanya apa itu fisika? ‘Physics is about everything’,” tutur dosen fisika itu pada Senin, (25/1/2021).

Herri menuturkan, sejak tahun 2008, Departemen Fisika telah memiliki konferensi nasional dua tahunan yang telah di-upgrade menjadi Two-yearly International Conference ICPIAM. Pada tahun 2021 ini akan dilaksanakan The 3rd ICPIAM. Konferensi internasional tersebut menjadi ajang menghadirkan para kolega internasional dan academic peers Departeman Fisika.

Departemen Fisika, sambungnya, juga berpartisipasi aktif dalam konferensi internasional lain, di antaranya ICOWOBAS dengan mitra di Malaysia, pun juga konferensi internasional ISSIMM yang dijalankan bersama beberapa perguruan tinggi di Indonesia antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Selain keaktifan dalam mengikuti konferensi internasional, pengabdian masyarakat menjadi salah satu program tahunan yang terus aktif dilaksanakan. Beberapa di antaranya adalah pengmas tentang pelatihan rancang bangun alat ukur kadar H2S pada tambak sistem tertutup untuk membantu petani tambak memantau kualitas air tambak di SMK Perikanan dan Kelautan Kecamatan Puger Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, dan pengabdian masyarakat bidang keahlian fisika medis yang dilaksanakan di Puskesmas Jenggawah, Puskesmas Kemuningsari Kidul, dan Puskesmas Kaliwates Kabupaten Jember.

Herri juga menuturkan, departemen yang telah lama berdiri itu dari sisi internal harus bersaing dengan program studi keteknikan baru di UNAIR. Hal tersebut disebabkan karena program studi keteknikan biasanya lebih laku di bidang industri. Selain itu, di sisi produktifitas publikasi artikel ilmiah, mereka juga  memiliki kesempatan yang sama besar dengan beberapa prodi yang sudah ada di FST saat ini, termasuk prodi fisika.

“Sejauh ini pengelolaan UNAIR terhadap sains dasar khususnya fisika belum bisa optimal karena UNAIR masih memandang bahwa departemen fisika belum terlalu produktif dalam menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang lebih memiliki kemonceran sebagaimana ilmu-ilmu keteknikan pada umumnya,” jelasnya.

Dari sisi eksternal, lanjutnya, departemen fisika harus mampu menyelenggarakan program-program kolaborasi lokal, nasional, dan internasional dengan segala keterbatasan infrastruktur dan fasilitas yang dimiliki FST.

Ketua Departemen Fisika Herri Trilaksana Ph.D. (Dok. Pribadi)

“Dengan dirintisnya internasionalisasi oleh departemen fisika, kami berharap dapat menaikkan kepercayaan diri bagi mahasiswa dan alumni fisika UNAIR, termasuk mampu menghadirkan mahasiswa luar negeri sebagai student international di prodi-prodi di bawah departemen fisika,” ucap Herri.

Bagi Herri, didirikannya program studi S2 Fisika menandakan semakin riilnya aktivitas departemen fisika dan dapat menguatkan iklim akademik serta profesional, memperluas jejaring akademik dan riset di dunia internasional, serta meningkatkan kualitas lulusan.

“Kami berharap bahwa ke depan departemen fisika akan menjadi departemen yang dapat duduk sejajar dengan departemen fisika lain bahkan dapat leading dalam beberapa inovasi dan prestasi,” ucap Herri. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu