Pengaruh Konflik Peran Ganda terhadap Kinerja Pekerja Wanita dengan Stres Kerja sebagai Variabel Intervening

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh sehatnegeriku

Pekerjaan adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan, minimal 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu terakhir (Badan Pusat Statistik, 2018). Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi terjadi dengan sangat pesat. Hal ini mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Maka tidak heran jika saat ini kita sering menjumpai wanita pekerja. Di era saat ini, dimana iptek berkembang pesat, telah mengikis hambatan yang memisahkan laki-laki dan perempuan untuk bekerja. Juga didukung oleh bukti jumlah penduduk Indonesia 2.65015,30 dan jumlah perempuan yang bekerja dan terdaftar di Indonesia sebanyak 47,02% (Badan Pusat Statistik, 2018). Di seluruh dunia, partisipasi perempuan dalam dunia kerja mulai meningkat sejak tahun 1960-an (U.S Cencus Buureau, 2003). Jadi, ini menunjukkan bahwa dari segi kuantitas, tenaga kerja perempuan merupakan faktor tenaga kerja yang sangat potensial. Tuntutan untuk mendukung ekonomi rumah tangga menjadi salah satu alasan perempuan bekerja.

Wanita karir adalah wanita yang berada dalam suatu pekerjaan atau profesinya dan melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan hasil dan prestasinya. Istilah wanita karir tidak tepat jika diperlihatkan kepada semua wanita yang bekerja di kantoran saja, sebenarnya tidak selalu seperti itu, bekerja apapun asalkan mendapat penghasilan dan kemajuan dalam hidup adalah karir (Anoraga, 2009) . Partisipasi perempuan saat ini tidak hanya menuntut persamaan hak tetapi juga mengekspresikan suatu fungsi yang memiliki makna bagi pembangunan masyarakat Indonesia. Partisipasi ini menyangkut peran tradisi dan transisi. Peran tradisional atau domestik mencakup peran perempuan sebagai istri, ibu dan pengurus rumah tangga. Sedangkan peran transisi mencakup pengertian perempuan sebagai pekerja, anggota masyarakat dan pembangunan manusia. Peran transisi perempuan sebagai angkatan kerja adalah terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi (mencari nafkah) dalam berbagai kegiatan sesuai dengan keterampilan dan pendidikannya serta peluang kerja yang tersedia (Imelda, et al., 2008).

Work family conflict merupakan salah satu bentuk konflik antar peran dimana tekanan peran dari pekerjaan dan keluarga tidak dapat dibantah atau diselaraskan dalam aspek tertentu (Utami et al., 2020). Tuntutan pekerjaan tersebut berkaitan dengan tekanan yang datang dari beban kerja yang berlebihan dan waktu penyelesaian pekerjaan, seperti pekerjaan yang harus diselesaikan dengan tergesa-gesa dan memiliki tenggat waktu. Work family conflict adalah konflik yang terjadi pada diri seseorang karena mengambil peran ganda, baik dalam pekerjaan maupun dalam keluarga, dimana waktu dan perhatian terlalu dicurahkan pada satu peran saja, sehingga tuntutan peran lainnya tidak dapat dipenuhi secara maksimal. . Saat ini terdapat kecenderungan yang meningkat bagi perempuan untuk memainkan peran ganda yang dikenal sebagai rumah tangga karir ganda, melalui peningkatan jumlah pekerja perempuan yang menempatkan pekerjaan dan peran keluarga bersama, dan menuntut agar mereka berbagi peran secara efektif untuk menghindari konflik di antara peran-peran tersebut. dilakukan dengan sukses (Seren Intepeler et al., 2019).

Indonesia sebagai negara berkembang sebenarnya telah menempatkan perempuan sejajar dengan laki-laki, terutama dalam hal ketenagakerjaan, karena disadari atau tidak, perempuan memiliki peran ekonomi yang sangat penting dalam pembangunan nasional, disamping peran lainnya. Jika melihat fenomena yang berkembang saat ini, permasalahan ketenagakerjaan perempuan menunjukkan bahwa terdapat berbagai kesenjangan dimana-mana meskipun dalam UU Ketenagakerjaan, khususnya dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang perburuhan perempuan. Sehingga tuntutan juga mulai diarahkan pada pemilik perusahaan agar mengadopsi kebijakan terkait Work family conflict dan menjadikan Work family conflict sebagai salah satu keputusan penting di perusahaan terkait. Keberhasilan kinerja perusahaan dapat dilihat dari kinerja yang dicapai oleh para karyawannya. Kinerja karyawan merupakan hasil kerja karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan seperti target, standar, atau kriteria yang telah ditentukan dan disepakati bersama (Muzakki et al., 2019). Oleh karena itu, perusahaan menuntut agar karyawannya dapat menampilkan kinerja yang optimal karena baik buruknya kinerja yang dicapai oleh karyawan akan mempengaruhi kinerja dan kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

PT. Grup Kembang Bulan merupakan sebuah perusahaan obat tradisional yang awalnya dirintis oleh para ahli pengobatan Tiongkok yaitu keluarga Lie Boen Tjong yang memulai produksi pertamanya pada tahun 1960-an. Dengan peralatan dan bahan modern yang terjamin dan berkhasiat membuat PT. Grup Kembang Bulan Surabaya memproduksi obat herbal yang mampu bersaing di pasaran. Jumlah karyawan yang bekerja di PT. Grup Kembang Bulan Surabaya terdiri dari 270 orang yang terdiri dari 150 karyawan wanita dan 120 karyawan pria. Dapat disimpulkan bahwa jumlah karyawan wanita di PT. Grup Kembang Bulan Surabaya lebih besar dari karyawan laki-laki. Untuk mencapai target tahunan tersebut, PT. Kelompok Kembang Bulan dikenal menerapkan sistem target per hari, yaitu karyawan perusahaan ini harus mencapai target 1 dokter hewan atau sekitar 1.080 dus obat per hari dan biasanya target tersebut dapat dipenuhi oleh karyawan kecuali ada kendala. Jika target dalam satu hari tidak terpenuhi karena masalah seperti bubuk obat, kapsul atau kotak obat yang belum sampai di tempat produksi, maka target yang belum terpenuhi akan dilimpahkan keesokan harinya yang otomatis harus bekerja dua kali lipat untuk memenuhi target hari ini dan kemarin (Suni, 2020, Hasil Wawancara, Juli).

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dan dianalisis, dapat disimpulkan bahwa work-family conflict berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan wanita di PT Kembang Bulan Group, work-family conflict berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan wanita. Pada Grup PT Kembang Bulan, stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan wanita di PT Kembang Bulan Grup, dan Work family conflict berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan wanita di Grup PT Kembang Bulan melalui pengaruh stres kerja. . Didukung oleh pernyataan dari Ukeka & Lasisi, (2019) bahwa secara global, work-family conflict tetap menjadi bidang penelitian yang penting karena mengkaji perubahan demografis dan dampaknya terhadap peran work-family. Dengan demikian, Work family conflict akan membuat karyawan perempuan di PT Kembang Bulan Group mengetahui cara mengelola dan konsekuensi stres kerja yang akan ditemuinya selama bekerja, sehingga tidak mempengaruhi penurunan kinerjanya.

Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi oleh manajemen perusahaan mengenai pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap pergantian karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Hal tersebut dapat ditingkatkan lagi dengan mengadakan liburan bersama dari waktu ke waktu guna mengurangi tingkat stres yang dialami karyawan wanita dan membangun kerjasama yang baik, melakukan konseling kepada karyawan wanita dengan menggunakan orang-orang yang ahli di bidang psikologi, atau dengan cara yang membuat wanita merasa lebih nyaman tidak terbebani dengan tuntutan yang akan dihadapinya. Dengan cara demikian dapat mempengaruhi kesejahteraan dan kesuksesan seluruh pekerja perempuan yang juga merupakan aset penting sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Penulis : Prof. Dr. Anis Eliyana, S.E., M.Si.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.sysrevpharm.org//index.php?fulltxt=29409&fulltxtj=196&fulltxtp=196-1605130453.pdf

(The Effect of Double Role Conflict (Work Family Conflict) on Female Worker’s Performance with Work Stress as the Intervening Variable)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu