Pemulihan Kerja Usus Berkat Probiotik dari Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi kerja usus. (Sumber: Tribunnews.com)

Banyak penyakit saluran cerna dapat menyebabkan gangguan pertahanan jaringan usus yang dapat merusak mikrovili, membran batas sikat, dan epitel usus, serta protein. Beberapa protein yaitu Galectin-4, Myosin, Villin, Occludin dan ZO-1 yang sangat memiliki peran penting. Probiotik adalah salah satu bakteri hidup yang juga menguntungkan untuk pertahanan mukosa usus, seperti Lactobacillus plantarum berasal dari dadih, susu fermentasi dari Sumatera, Indonesia, yang memiliki dua strain. Salah satu strain telah diketahui efek regeneratifnya pada usus. Studi penelitian ini bertujuan mengetahui efek probiotik dari strain kedua, yaitu Lactobacillus plantarum IS-20506 pada protein sambungan usus yang meradang dengan menggunakan Western Blot dan imunohistokimia.

Penelitian ini  menggunakan lima belas jantan tikus Wistar dengan berat 100 – 120 gram dan berusia 12 minggu yang dibagi menjadi 3 kelompok. Yaitu kelompok 1 sebagai kontrol, kelompok 2 (diinduksi dengan 2,5 mg/kg LPS Escherichia coli O55:B5), dan kelompok 3 (diinduksi dengan LPS Escherichia coli O55:B5 kemudian diberi dengan 2,5 mL 2,67 x 109 CFU/mL Lactobacillus plantarum IS-20506). Semua tikus diberi air dan diet pelet normal. Setiap hari tikus diperiksa dan ditimbang. Pada hari ke-7 dilakukan pembedahan duodenum, jejunum dan ileum tikus kemudian diproses untuk western blot dan imunohistokimia.

Hasil dari western blot menunjukkan pada kelompok kontrol, protein Galection-4 masih teramati. Namun, tidak terdeteksi di kelompok 2, LPS mengurangi protein Galection-4 secara menyeluruh terutama di jejunum dan dengan pemberian L. plantarum IS 20506 pada kelompok 3 tiap harinya, protein tersebut dapat terdekteksi kembali dengan jelas dan sel Galectin-4+ banyak ditemukan di ileum. Begitu pula dengan protein Myosin-1a, pemberian LPS pada kelompok kedua menghilangkan seluruhnya di duodenum, jejunum, dan ileum. Dengan pemberian L. plantarum, protein Myosin-1a kembali teramati secara jelas di kelompok ketiga. Dan sel Myosin- 1a+ tertinggi ditemukan di duodenum.

Probiotik Lactobacillus plantarum IS-20506 berpotensi meningkatkan ekspresi protein Galectin-4 dan Myosin-1a di duodenum, jejunum dan ileum. Seperti hal yang telah dijelaskan oleh Sandra pada tahun 2015 bahwa probiotik dapat memulihkan pertahanan usus melalui Mitogen-activated Protein Kinase (MAPK) / Extracellular Signal-regulated Kinase (ERK) yang memiliki peran dalam proliferasi sel. Protein Galectin-4 sendiri berfungsi sebagai pondasi usus untuk mempertahankan fungsi regulasi kekebalan usus melalui apoptosis sel-T yang selektif dan pengontrol siklus. Berdasarkan temuan studi ini, sel Galectin-4+ lebih banyak ditemukan di ileum, aktivitas bagian distal usus yang terinduksi LPS ditingkatkan oleh probiotik L. plantarum IS-20506. Hal ini sejalan dengan studi kelangsungan hidup probiotik menggunakan L. plantarum ST16Pa yang menunjukkan meningkatnya aktivitas di usus bagian distal.

Pada protein Myosin-1a yang berfungsi menjaga struktur inti vili menunjukkan ekspresi yang lebih menonjol daripada Galectin-4+ , karena meskipun tertekan oleh LPS namun secara signifikan dapat dipulihkan oleh probiotik L. plantarum IS-20506. Protein ini terekspresi lebih rendah di distal usus namun hal ini berbanding terbalik dengan penelitian Uhlen tahun 2015 yang menyatakan bahwa letaknya sedikit lebih tinggi di duodenum dibandingkan dengan sisa usus.

Proses kembalinya impermeabilitas dari sambungan jaringan usus oleh protein Galectin-4 dan Myosin-1a sebagai biomarker dari pemulihan jaringan usus adalah suatu mekanisme penyembuhan dari mukosa pertahanan. Sebagai kesimpulan, probiotik L. plantarum IS-20506 dapat membantu memperbaiki terhadap jaringan usus yang rusak. Oleh karena, paparan asam yang diberikan oleh probiotik, meningkatkan sel proliferasi dan pemulihan. Dapat dibuktikan dengan potensi meningkatnya pemulihan dari protein Galectin-4 dan Myosin-1a di duodenum, jejunum, dan ileum pada kelompok ketiga, percobaan tikus yang terinduksi LPS Eschericia coli kemudian diberi probiotik L. plantarum IS-20506.

Penulis: Reza Gunadi Ranuh

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://inabj.org/index.php/ibj/article/view/1098

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu