Literasi Digital dalam Pendidikan Formal Daring

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Sevima

Pada era digital terjadi perubaha lingkungan yang sangat dahsyat dalam seluruh  aspek kehidupan. Tiba-tiba saja, digitalisasi ini bisa menembus ke dalam ruang-ruang kamar yang sangat privasi, Demikian juga didunia pendidikan, digitalisasi tak dapat dihindarkan dalam proses belajar mengajar, termasuk bagaimana cara berhubungan, berkomunikasi satu dengan yang lainnya mengalami perubahan yang signifikan. Para ilmuwan dan praktisi harus memahami bagaimana mengelola perubahan dinamis ini (Bates, 2015 ; Nambisan et al., 2017). disisi lain juga terjadi perubahan setting tempat belajar dari berhadapan langsung  atau tatap muka di kelas konvensional menjadi pertemuan virtual di kelas pembelajaran online. Model pembelajaran online terus meningkat popularitasnya di pendidikan tinggi, karena banyak perguruan tinggi mencoba memfasilitasi peluang pendidikan modern dan fleksibel bagi siswa, serta menciptakan pengalaman belajar digital interaktif yang ditemukan dalam kelas virtual yang menarik dan efektif dalam pendidikan sarjana dan pascasarjana (pascasarjana ) (Mery & Newby, 2014).

Menarik untuk mengetahui tentang literasi digital formal dalam masalah pendidikan terbuka. Namun terkendala pada jumlah leteratur yang masih kurang, selain iut publikasi yang terkait dengan topik ini relatif jarang, maka penulisan makalah ini menggunakn pendekatan deskriptif melalui studi leteratur.merupakan jenis artikel deskripsi perpustakaan yang diperoleh dari artikel ilmiah relevan yang diperoleh dari mesin perpustakaan media pencarian internet: proquest, researchgate, google scholar dan mesin pencari lainnya dengan kata kunci pencarian “literasi digital” untuk mencari publikasi karya ilmiah terkait dan relevan dengan topik riset. Dalam proses penelusuran ini diperoleh 41 artikel yang berhubungan, seluru artikel ini tercantum dalam referensi. Selanjutnya disusunlah research mapping, lalu dipelajari lebih mendalam. Beberapa peneliti dominan antara lain dua makalah dari jurnal dinamika pendidikan (Kardiyem et al., 2019, Sriyono et al., 2019) dan kemudian materi tersebut disajikan dan dijelaskan dalam perspektif dan kata-kata penulis.

Melihat fenomena jejaring sosial digital dalam satu dekade terakhir yang sebagian besar merujuk pada layanan berbasis internet seperti Facebook, Instagram dan Twitter yang merupakan platform yang sering digunakan masyarakat, mungkin hal ini menarik bila mempelajari subvariabel relasi terkait dengan media sosial yang termasuk dalam konsep literasi digital ekstensif dan hubungannya dengan kinerja akademik pembelajaran online. Di luar tujuan utama menghadirkan hiburan untuk publik dari platform media sosial ini, ternyata media sosial yang aktif dapat memengaruhi pembelajaran dengan cara-cara baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Mahasiswa sebagai masyarakat terpelajar mengemban amanah sebagai generasi penerus bangsa. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk meneruskan dan menggantikan generasi sebelumnya untuk memajukan bangsa agar lebih maju. Tanggung jawab tersebut akan dapat diemban oleh mahasiswa ketika mereka selalu berlatih berpikir kritis di kampus, termasuk kemampuannya dalam literasi digital. Kemampuan berpikir kritis akan dibutuhkan ketika mahasiswa berada di tengah masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan teori-teori yang mereka peroleh di kampus terhadap permasalahan nyata yang terjadi di masyarakat (Kardiyem et al., 2019).

Penulis: Gaung Perwira Yustika, Sri Iswati

Link jurnal terkait tulisan di atas: https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/DP/article/view/23779

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu