Kesesuaian Hasil Uji Kompatibilitas dengan Metode Gel Antara Diagnostic Grifols Gel Coombs dan Diamed- Identification

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi GD Gel Cards. (Sumber: https://www.diagnostic.grifols.com/)

RSUD Dr. Soetomo, Surabaya sebagai salah satu rumah sakit pusat rujukan di Indonesia  melaksanakan  kegiatan transfusi darah setiap harinya.  Unit Transfusi Darah  Rumah  Sakit  (UTDRS)  melakukan  uji  kompatibilitas  terhadap  permintaan darah  transfusi   dan  komponennya   sebagai  bagian  dari  uji  pra  transfusi,  untuk memastikan darah donor kompatibel dengan darah pasien untuk menjamin keselamatan pasien.

Uji kompatibilitas di UTDRS RSUD Dr. Soetomo, Surabaya menggunakan metode   gel,  menggantikan   metode   tabung   yang   konvensional.  Diamed-ID (Diamed   GMBH,Cressier,Switzerland)   merupakan    produk pertama  yang  menggunakan  metode  gel  dan  luas  dipakai  sebagai  referensi  oleh beberapa  institusi  Laboratorium  rujukan  maupun  Bank  Darah  di  seluruh  dunia, seperti PMI (Palang Merah Indonesia). Produk baru dengan metode yang sama seperti  DG Gel Coombs  (Diagnostic  Grifols  S.A.,  Barcelona,  Spain) hadir sebagai alternatif pilihan dalam praktek uji kompatibilitas sehari-hari. Tiap laboratorium dapat memiliki kebijakan sendiri terhadap  produk yang akan dipakai  dengan mempertimbangkan  sensitivitas spesifisitas,  efektivitas  biaya,  waktu,  volume  sampel  atau   hal  lain  sesuai  dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian  produk Diagnostic Grifols (DG)  Gel  Coombs  dengan  Diamed-Identification   (ID)  dalam  uji  kompatibilitas dengan sampel yang sama.

Penelitian   ini  merupakan   penelitian   analitik   observasional   dengan   cross sectional, dilakukan dalam kurun waktu Nopember 2017 – Februari 2018  di UTDRS RSUD Dr. Soetomo.  Sebanyak 40 sampel darah pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi, dikumpulkan pada tabung EDTA dan 40  darah  donor  dari kantong  darah  yang  mengandung  antikoagulan  CPDA-1 berumur  kurang  dari 3×24  jam, dilakukan uji kompatibilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian  produk Diagnostic Grifols (DG)  Gel  Coombs  dengan  Diamed-Identification   (ID)  dalam  uji  kompatibilitas dengan sampel yang sama. Uji kesesuaian  antara  DG  Gel  Coombs  dan  Diamed-ID  dihitung  dengan  koefisisen Cohen’s   kappa. Perbedaan  proporsi  nilai positif    hasil  uji  kompatibilitas  antara  DG  Gel  Coombs  dan  Diamed-ID  dinilai menggunakan uji Mc Nemar dengan p < 0,05.

Kesesuaian  hasil uji kompatibilitas  mayor DG Gel Coombs  dan  Diamed-ID mendapatkan hasil positif pada 2 sampel (22,2%) dan negatif pada 31 sampel (100%) baik dengan DG Gel Coombs maupun Diamed-ID.Uji McNemar untuk mengetahui  perbedaan proporsi nilai positif   hasil uji kompatibilitas   mayor  DG  Gel  Coombs   dengan  Diamed-ID   mendapatkan   nilai signifikansi sebesar 0,016 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan proporsi nilai positif antara  hasil  uji kompatibilitas  mayor  DG Gel  Coombs  dengan  Diamed-ID  secara bermakna dan bukan terjadi karena kebetulan. Uji Cohen’s kappa untuk mengetahui kekuatan kesesuaian hasil uji kompatibilitas  mayor antara DG Gel Coombs terhadap Diamed-ID  mendapatkan  nilai  koefisien  Kappa  sebesar  0,307  (95%  CI:  -0,029  –0,643)  dikategorikan  sebagai  kesesuaian  minimal  dengan  nilai  signifikansi sebesar  0,007  (p < 0,05).  Nilai  signifikansi  yang  berada  dibawah  α  menunjukkan bahwa  memang  benar terdapat  kesesuaian  minimal  untuk uji  kompatibilitas  mayor antara DG Gel Coombs dan Diamed-ID.

Kesesuaian hasil uji kompatibilitas  minor DG Gel Coombs dan Diamed-ID mendapatkan  hasil  positif  pada  11  sampel  (64,7%)  dan  negatif  pada  23  sampel (100%) baik dengan DG Gel Coombs maupun Diamed-ID. Pengujian McNemar untuk mengetahui perbedaan proporsi nilai positif hasil uji  kompatibilitas  minor  DG  Gel  Coombs  dengan  Diamed-ID  mendapatkan  nilai signifikansi sebesar 0,031 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan proporsi nilai positif antara  hasil  uji  kompatibilitas  minor  DG  Gel  Coombs  dengan  Diamed-ID  secara bermakna. Uji Cohen’s  kappa  untuk mengetahui  kekuatan  kesesuaian  hasil  uji  kompatibilitas   minor  antara  DG  Gel Coombs terhadap Diamed-ID memperoleh nilai koefisien Kappa sebesar 0,678 (95% CI:  0,454 – 0,903)  yang  dikategorikan  sebagai  kesesuaian  sedang  dengan  nilai signifikansi  

Cid,J,  dkk,  2006  melaporkan   kesesuaian   kuat  hasil  uji  pra   transfusi (antibody screening) antara DG Gel dan Diamed-ID pada 3019 sampel dari total 3024 sampel. Taylor,J, dkk, 2011 juga melaporkan kesesuaian kuat hasil uji pra transfusi (ABO/D  grouping,  antibody  screening,  Rh  phenotyping,  penentuan  antigen  K, identifikasi  antibodi,  uji  DAT  dan  ABO/D  pada  neonatus)  antara  DG  Gel  dan Diamed-ID  terhadap  4182  dari  total  4281.  Kesesuaian  hasil  DG  Gel  Coombs dengan  produk  referensi  (Diamed-ID)  dari  penelitian  diatas  menyimpulkan  bahwa DG   Gel   Coombs   meliputi   peralatan   dan   reagennya   dapat   dipercaya   dalam pemeriksaan  laboratorium  imunohematologi  rutin, khususnya  uji pra transfusi. Berbeda  dengan kedua  penelitian  diatas, Hustinx, H, dkk, 2016 menjumpai  adanya ketidaksesuaian  hasil uji pra transfusi (antibody  screening dan identifikasi antibodi) antara DG Gel Coombs dan Diamed-ID, yaitu pada 10 sampel dari total 200 sampel.

Kesesuaian  hasil  uji  kompatibilitas  dengan  metode  gel  antara  DG  Gel Coombs dan Diamed-ID  minimal untuk uji kompatibilitas  mayor serta  sedang untuk uji kompatibilitas minor. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan   identifikasi   antibodi   untuk menganalisis kesesuaian hasil dari kedua produk.

Penulis: Betty Agustina Tambunan

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://indonesianjournalofclinicalpathology.org/index.php/patologi/article/view/1605

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu