Pemanfaatan Limbah Sosis sebagai Pakan Alternatif Pada Budidaya Ikan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Pakan Alternatif Ternak

Pakan merupakan bagian penting dalan usaha budidaya ikan, bahkan hamper 60% dari biaya produksi usaha dialokasikan pada pengandaan pakan. Saat ini kebutuhan pakan terutama protein masih bergantung pada tepung ikan dimana sebagian besar dari berasal dari impor. Tidak hanya untuk budidaya hewan akuatik, kebutuhan tepung ikan juga berkompetisi dengan sector ternak lainnya seperti ungags dan mamalia. Harga tepung ikan semakin hari semakin tinggi membuat para pembudidaya ikan harus berpikir ulang untuk mensiasati ketergantungan pada pakab pabrikan. Alnternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan adalah bahan baku limbah industry makanan salah satunya adalah sosis. 

Sosis merupakan makanan olahan berbahan dasar daging, biasanya terbuat dari daging sapi, ayam, bahkan ikan. Dalam skala industry besar, banyak produk sosis yang telah dikemas gagal untuk dipasarkan karena cacat produksi seperti kemasan rusak atau salah pelebelan. Sosis yang tidak layak dipasarkan masih memiliki kandungan nustrisi yang baik sehingga dapat diolah Kembali menjadi alternatif pengganti tepung ikan dalam formulasi pakjan.

Pada prakteknya, penggunaan tepung limbah sosis sebagai alternatif pengganti tepung ikan mampu memacu pertumbuhan ikan dengan baik pada skala laboratorium. Harapan ke depan, limbang sosis dapat dikomersilkan menjadi bahan baku pakan ikan untuk kebutuhan pakan terutama pada kelompok pembudidaya ikan skala menengah kebawah. Tujuannya adalah agar biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin namun tetapi mempertahankan kuantitas dan kualitas ikan yang dibudidayakan, sehingga keuntangan yang didapat bisa lebih tinggi. 

Penulis            : Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P

Sumber            : Hasan V, Islam I. 2020. First inland record of bull shark Carcharhinus leucas (Müller & Henle, 1839) (Carcharhiniformes: Carcharhinidae) in Celebes, Indonesia. Ecologica Montenegrina 38: 12-17. DOI: 10.37828/em.2020.38.3.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu