Departemen Biologi FST: Gudangnya Riset Pendukung Health Science

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kegiatan International Conference of Biodiversity (ICOBIODIV) yang diselenggarakan oleh Departemen Biologi FST UNAIR pada bulan September 2019. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Menjadi departemen yang memiliki banyak bidang riset di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR), Departemen Biologi selalu aktif dalam mendukung riset dalam bidang ilmu kesehatan atau health science. Departemen yang telah banyak menghasilkan publikasi penelitian ini membawahi tiga program studi, yakni S1 Biologi, S1 Teknik Lingkungan, dan S2 Biologi.

Prof. Dr. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si., selaku ketua departemen mengatakan bahwa Departemen Biologi FST UNAIR memiliki tujuh bidang riset. Di antaranya, pusat uji potensi dan toksisitas bahan alam untuk bahan pangan dan obat terstandard, biodiversitas dan budidaya tumbuhan tropis, research centre for bio-molecules engineering (Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati, Red), dan environmental research center.

“Selain itu, advance tropic biodiversity, genomic, and conservation research group; eksplorasi  metabolit sekunder dan biodiversitas genetik tanaman obat tropis untuk menunjang produksi bahan baku obat di Indonesia; serta teknologi dan innovasi lingkungan,” tambah dosen Biologi itu pada Rabu (20/01/21).

Prof. Tuti menuturkan, dari semua bidang riset, sudah banyak penelitian yang didanai oleh Ristek Dikti maupun Dana Internal melalui Hibah Kompetitif dan Hibah Penelitian Strategis. Adapula dari Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT), Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT), Riset Mandat Top Tier, Riset Mandat Review Jurnal, juga Riset Kolaborasi dengan Mitra Luar Negeri.

Baginya, banyaknya bidang riset yang ada dapat menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya alumni yang moncer di berbagai lembaga riset baik nasional maupun internasional. Seperti Ida Ayu Puspasari Ph.D. Director of Vale Exploration Indonesia (Mining & Renewable Energy) ValeChiba University, Jepang; Wahyudin Ali Syakir, Manager in Environment  Health and Safety (EHS), Qatalum,Qatar; Drs. Anis Febriantomo, Direktur Operasional di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII; dan Prigi Arisandi, S.Si. M.Si. peraih Goldman Environmental Prize, Executive Director pada LSM Ecoton.

Prof. Tuti juga menuturkan, selain adanya kelompok bidang riset, departemen biologi juga aktif mengadakan konferensi di bidang lingkungan dengan nama International Conference of Science and Technology (ICST) dua tahun sekali. Juga, seminar nasional dengan nama Biodiversitas yang mulai tahun 2019 menjadi seminar Internasional bertajuk International Conference of Biodiversity (ICOBIODIV).

Prof. Dr. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si. Ketua Departemen Biologi FST UNAIR. (Dok. Pribadi)

“Kami juga mempunyai desa binaan hasil kerja sama dengan De durian Park di Wonosalam dan PT Intiland melalui Kajian Biodiversitas Tanaman Obat dan Pengembangan Pupuk dari Konsorsium Mikroba,” tuturnya.

Prof. Tuti berharap, ketiga program studi dapat mampu berdaptasi selama pandemi, adanya tantangan Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, Disruption Technology, sehingga bisa bersaing dengan program studi sejenis baik nasional maupun internasional.

“Juga, dapat melakukan hilirisasi hasil-hasil penelitian serta dapat menerapkan hasil penelitian dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu