Resmi Ditutup, UNAIR Sukses Gelar AMERTA, LINGUA, dan AMERTA Global Joint Class Secara Daring

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana penutupan program AMERTA XIII, LINGUA, serta AMERTA Global Joint Class pada Rabu (20/01/2021). (Foto: Intang Arifia)

UNAIR NEWS – Program internasional AMERTA XIII, LINGUA, serta AMERTA Global Joint Class resmi ditutup pada Rabu (20/01/2021). Dihadiri seluruh staf, dosen, dan peserta program, penutupan ini menandai kesuksesan UNAIR menggelar ketiga program internasional tahunan tersebut secara daring.

AMERTA sendiri merupakan program pertukaran pelajar asing, sementara Learning Indonesia Language at Universitas Airlangga (LINGUA) adalah program belajar budaya dan bahasa Indonesia. Keduanya digelar selama satu semester penuh. AMERTA Global Joint Class di samping itu adalah adalah kelas Psikologi Forensik yang didesain untuk mahasiswa asing dan digelar selama tiga bulan.

Ketiga program tersebut seluruhnya dijalankan secara virtual dan mampu menarik antusiasme tinggi dari para peserta program yang berasal dari berbagai negara. Mahasiswa asal Ceko Lucie Rychla’ mengungkapkan bahwa kesempatannya untuk bergabung dalam AMERTA menjadi pengalaman berharga yang mampu memperluas pengetahuannya mengenai ilmu psikologi.

Sementara itu peserta program LINGUA asal Ania Tomczak turut menyampaikan pengalaman berkesannya dalam program tersebut. “Ini pertama kalinya saya belajar bahasa Indonesia. Meski dilakukan secara online, tapi saya sangat menikmatinya. Karena kita tidak hanya belajar bahasa tapi juga budaya. Kelas LINGUA membuat saya mengenal banyak budaya dan suku di Indonesia,” ujarnya lancar dalam bahasa Indonesia.

Ania berharap agar pandemi cepat usai dan ia dapat segera mengunjungi Indonesia. Ania sendiri mengungkapkan usai mengikuti kelas LINGUA, dirinya terdorong membuat video dan menjelajahi berbagai budaya yang ada di Indonesia.

Testimoni lain juga datang dari Nishanth J. yang merupakan peserta program AMERTA Global Joint Class. Ia merasa beruntung dapat berpartisipasi dan membangun koneksi internasional. “Dosen-dosen dari India, Australia, dan UNAIR memberikan materi yang begitu menarik dan begitu mudah dimengerti meski kelas dilakukan secara online. Saya benar-benar menunggu program-program internasional lain UNAIR di masa depan,” imbuh mahasiswa awal India tersebut.

Selain pesan dan kesan dari peserta, AGE UNAIR juga menghadirkan guest lecture bertajuk Being Positive and Optimistic During Pandemic. Dosen Psikologi UNAIR Atika Dian Ariana, S.Psi., M.SC., selaku pemateri menekankan pentingnya manajemen psikologis agar menjaga pikiran serta imun tubuh tetap sehat. “Maka salah satu cara untuk menekan stres maupun kebosanan saat karantina adalah mengikuti program-program bermanfaat seperti AMERTA maupun LINGUA yang mampu meningkatkan sosialisasi antar individu,” kata Atika.

Pada akhir acara yang digelar melalui Zoom Meeting tersebut, seluruh peserta program diajak untuk bermain games dan saling bertukar pengalaman, pesan, dan kesan. dr. Muhammad Miftahussurur M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi pun dalam sambutannya juga turut menjanjikan program-program internasional lain yang lebih menarik di masa depan.

“Walau pelaksanaan terbatas akibat pandemi, tapi kita selalu mencoba memberikan program yang benar-benar berguna bagi peningkatan skill dan pengetahuan peserta. Kita hanya berharap dapat segera bertemu di masa depan dan bersama-sama membangun konektivitas internasional secara langsung,” imbuhnya.

Penulis: Intang Arifia

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu