Toksisitas Ekstrak Daun Citrus Mitis, Citrus Aurantifolia, dan Citrus Maxima Terhadap Kematian Larva Aedes Aegypti

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Jawa Pos

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue yang digolongkan sebagai Arthropod-Borne Virus dan famili Flaviviridae. Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Dipteran, Aedes aegypti (Achee et al., 2012; Alkan et al., 2015). Demam Berdarah Dengue selalu ditemukan setiap tahun sejak tahun 1968 hingga saat ini (Depkes, 2012). Laporan terakhir Menkes tentang Profil Kesehatan Indonesia (Profil Kesehatan Indonesia) tahun 2015 memastikan penderita Demam Berdarah Dengue sebanyak 129.650 dengan Incidence Rate = 50,75 per 100.000 penduduk lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, 2014 yaitu 39,80 per 100.000 penduduk (Depkes, 2012 ).

Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia mengutamakan pengendalian vektor, dengan memberantas perkembangbiakan nyamuk dan insektisida kimiawi karena obat dan vaksin anti dengue belum tersedia. Pengendalian vektor secara kimiawi dengan menggunakan larvasida dan insektisida selalu dipilih sejak tahun 1980. Larvasida terluas digunakan untuk pengendalian Ae. larva aegypti adalah temephos. Temephos juga direkomendasikan oleh WHO untuk membunuh Ae. aegypti dalam wadah air di rumah. Pemaparan insektisida secara terus menerus dan berulang selama 2-20 tahun terakhir menghasilkan serangga yang kebal (Ishak dan Ponno, 2018). Beberapa peneliti telah menyatakan bahwa Ae. larva aegypti ditemukan di negara mereka, seperti yang dilaporkan oleh Bellinato et al. (2016) di Brazil dan Singh et al. (2014) di India. Sehubungan dengan hal tersebut, maka munculah tentang bagaimana cara pengendalian jentik nyamuk yang aman dan ramah lingkungan dengan menggunakan larvasida herbal yang dihasilkan dari tanaman.

Penelitian ini dilakukan dalam 5 tahap, (1) pengumpulan dan pengeringan daun jeruk (Citrus mitis, Citrus aurantifolia, dan Citrus maxima), (2) pelarutan serbuk daun dalam larutan metanol selama 2 minggu, (3) pembuatan ekstrak daun jeruk menggunakan rotary evaporator, (4) kolonisasi larva uji, dan (5) bioassay. Ae. larva aegypti diperoleh dari Laboratorium Entomologi Institut Penyakit Tropis Universitas Airlangga Surabaya. Instar yang digunakan untuk diperiksa adalah instar III karena memiliki ketahanan yang baik terhadap gangguan mekanik, stadium larva berlangsung lebih lama dan pengendalian nyamuk sebagai vektor yang diutamakan pada stadium larva.

Bioassay dilakukan dengan pembuatan larutan induk (ppm), ekstrak metanol daun jeruk terlarut (mg) dengan larutan tween 20 dan aquades 1000 mL. Larutan ekstrak berbagai konsentrasi (ppm) dibuat dengan mengencerkan larutan induk dengan akuades. Tiap larutan ekstrak dengan berbagai konsentrasi diukur volumenya sebanyak 100 mL dan ditempatkan dalam gelas plastik. Langkah selanjutnya 20 larva Ae instar III. aegypti diletakkan di setiap gelas. Pemaparan dilakukan selama 24 jam. Setelah 24 jam, larva yang mati dihitung dan dicatat. Analisis data menggunakan software SPSS versi 16.0 dengan analisis Probit. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa ekstrak C. mitis memiliki toksisitas tertinggi, diikuti oleh C. aurantifolia dan C. maxima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. mitis, C. aurantifolia, dan C. maxima berpotensi dapat digunakan sebagai alternatif larvasida Ae. aegypti, karena bagus, mudah terurai, ramah lingkungan, dan bebas biaya. Jeruk mengandung senyawa kimia seperti minyak atsiri, flavonoid, saponin, steroid, dan terpenoid, yang efektif bekerja sebagai racun bagi larva nyamuk baik melalui racun kontak maupun racun lambung.

Penulis:  Dr. Hamidah, M.Kes  

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: 

http://www.envirobiotechjournals.com/article_abstract.php?aid=11018&iid=322&jid=3

TOXICITY OF CITRUS MITIS, CITRUS AURANTIFOLIA, AND CITRUS MAXIMA LEAF EXTRACT TOWARD MORTALITY OF AEDES AEGYPTI LARVAE (DIPTERA: CULICIDAE)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu