Pelepasan KKN-BBM ke-63, Rektor: KKN Merupakan Implementasi Strategi UNAIR untuk Sustainable Education

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Prof. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA ketika memberikan sambutan pada upacara pelepasan mahasiswa KKN BBM ke-63 (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melepaskan 2.148 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) ke-63 pada Minggu (17/1/2021). Upacara pelepasan dilakukan secara daring melalui media zoom dan YouTube. Setidaknya, terdapat 207 kelompok mahasiswa yang terdiri dari 10-15 mahasiswa serta 180 kelompok mandiri. 

Peserta KKN BBM ke-63 tersebut tersebar di 24 provinsi mulai dari Papua hingga Sumatera Utara bahkan juga ada yang berada di Kedah, Malaysia. Adapun tema KKN BBM ke-63 tersebut adalah pengembangan masyarakat di era pandemi 2020-2021. Seluruh peserta didampingi oleh 9 koordinator dan 79 dosen pembimbing lapangan. 

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNAIR, Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes (Dr. Gadis) menyampaikan bahwa KKN BBM KE-63 dilakukan secara blended yaitu online & offline dengan mengedepankan protokol kesehatan. Topik KKN terdiri dari 4 bidang yaitu kesehatan, pendidikan, perencanaan bisnis, & lingkungan. 

“Pada masing-masing bidang garap terdapat program prioritas,” lanjut Dr. Gadis.

Program prioritas pada bidang kesehatan adalah terkait vaksinasi covid-19 dan vaksinasi ternak-ikan. Sementara di bidang pendidikan adalah zero buta aksara. Program prioritas pada bidang perencanaan bisnis adalah pendidikan ekonomi keluarga menyesuaikan dengan dampak pandemi di keluarga. Sementara di bidang lingkungan adalah terkait eco-green, eco-tourism dan urban digitalization. 

Prof. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA (Prof. Nasih) selaku rektor UNAIR pada sambutannya menyampaikan bahwa agar KKN dapat terselenggara dengan memberikan nilai tambah yang maskimal untuk mahasiswa dan masyarakat di masa pandemi, maka harus melibatkan pemanfaatkan teknologi secara maksimal maksimal. Tidak hanya teknologi biasa, namun teknologi terkini yang memungkinkan interaksi secara agar optimal. Disamping para mahasiswa bisa memperoleh nilai tambah, pengalaman, pembelajaran, dan ilmu serta keterampilan dari masyarakat, KKN juga harus bisa memberikan nilai tambah yang optimal bagi masyarakat dimana mahasiswa melakukan KKN. 

“Nilai tambah, pengalaman, pembelajaran, dan ilmu tidak hanya diterima oleh mahasiswa tapi juga masyarakat,” lanjutnya. 

Prof. Nasih juga menjelaskan bahwa proses KKN juga merupakan upaya untuk mewujudkan merdeka belajar. Yaitu agar mahassiwa bisa belajar bersama masyarakat atau mahasiswa bisa belajar dari masyarakat, komunitas. KKN juga menjadi wujud penerapan strategi UNAIR yaitu Smart University. 

Menurutnya, salah satu strategi yang diwujudkan dalam kegiatan KKN adalah sustainable education for all. Dalam konsep tersebut, salah satu rancangannya adalah bagaimana agar pendidikan kita dapat memberikan sesuatu yang relevan bagi kehidupan mahasiswa pada masa-masa yang akan datang. 

“Relevansi pendidikan, relevansi ilmu pengetahuan, relevansi teknologi yang diberikan pada mahasiswa kita pastikan hanya sesuatu yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka pada masa yg akan datang. Dimana di masa yg akan datang tentu berbeda dengan saat ini, apalagi dibandingkan dengan kehidupan mereka di sekian tahun lalu,” tegas Prof. Nasih.

Sustainable education juga menekakan fleksibilitas. Konsep fleksibilitas tersebut adalah diharapkan semua mahasiswa UNAIR bisa belajar dimana saja, dari siapa saja atau dengan siapa saja, belajar kapan saja, dan belajar secara terus menerus mulai ayunan hingga liang lahat. 

“Belajar dari siapa saja, tidak harus dari dosen karena semua unsur yang ada di hadapan kita, di lingkungan kita adalah dosen-dosen kita, guru-guru kita bahkan musuh sekalipun. Sehingga kita harus bisa mengambil pelajaran dari mereka semua,” terangnya. 

Prof Nasih berharap KKN kali ini dapat secara optimal menjadi impelementasi strategi UNAIR untuk berkontribusi secara nyata dan memberikan nilai tambah optimal bagi mahasiswa dan lulusan UNAIR yang excellence with morality. Prof. Nasih juga menghimbau seluruh sivitas, khususnya peserta KKN, disamping agar memberikan dampak yang maksimal kepada masyarakat tapi juga tidak mencemarkan dan atau merugikan nama baik alamater UNAIR. 

Mengingat, UNAIR memiliki nilai utama excellence with morality. Sehingga diharapkan mahasiswa dibantu dosen pembimbing dan dosen pendamping lapangan benar-benar menunjukkan nilai excellence with morality di lokasi KKN. 

“Minimal kita semua bisa mengimplementasikan atau tidak melanggar norma-norma moralitas di masyarakat,” lanjut Prof. Nasih.

Pada akhir sambutan, Prof. Nasih juga mengingatkan bahwa salah satu outcome dariproses pendidikan di UNAIR adalah menghasilkan generasi-generasi yang hebat. Sehingga Prof.Nasih berharap lulusan dan mahasiswa UNAIR dapat menjadi ksatria UNAIR yang hebat. Yaitu Humble, Excellence, Brave, Agile, dan Transcendents. 

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu