Seledri Tidak Hanya untuk Garnish!!! Ternyata Bisa Cegah Hiperglikemia dan Resistensi Insulin

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tribun Manado

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu dari masalah kesehatan global dan menempati peringkat ke-4 penyebab utama kematian di negara berkembang. Penyakit DM terbagi menjadi DM type I (karena abnormalitas sekresi insulin) dan DM type II (insulin normal tetapi tidak bisa bekerja di organ target atau biasanya disebut resistensi insulin).Resistensi insulin ditandai dengan tingginya kadar glukosa dan insulin di dalam darah. Di Indonesia menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2014, DM type II merupakan 90% dari keseluruhan kasus DM. Untuk itu diperlukan upaya untuk mencegah peningkatan resistensi insulin sehingga akan menurunkan angka kesakitan, komplikasi dan angka kematian.

Penyakit DM berkorelasi dengan peningkatan risiko aterosklerosis, penyakit jantung dan stroke. Salah satu faktor pencetus DM adalah gaya hidup konsumsi tinggi gula. Seledri merupakan salah satu nabati yang banyak digunakan sebagai penyedap dan dekorasi hidangan. Seluruh bagian seledri meliputi batang, akar dan daun mengandung banyak senyawa aktif  yang berguna. Ekstrak seledri mengandung 30 jenis senyawa bioaktif. Apigenin merupakan flavonoid yang terbukti merangsang sekresi insulin dan menurunkan glukosa darah, efektif untuk dislipidemia, steatosis hati, dan hepatomegali. Selain apigenin, seledri juga mengandung apiin, cumarine, quercetin, dan antioksidan seperti vitamin E dan vitamin C. Tetapi bagaimana potensi seledri dalam mencegah resistensi insulin pada pemaparan fruktosa tinggi dan mencegah meningkatnya kadar glukosa belum pernah diteliti, dan untuk itulah studi ini dikerjakan.

Penelitian menggunakan tikus strain Wistar (Rattus norvegicus) sebanyak 45 ekor, jantan, usia 4-6 minggu, berat badan 150-175 gram, dan memiliki Glukosa Darah Puasa (GDP) normal. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu K1 (Disonde fruktosa 20% peroral (p.o) 1,86 mg/kgBB/hari), K2 (Fruktosa 20% p.o 1,86 mg/kgBB/hari dan Metformin 500 mg/kgBB/hari), K3 (Fruktosa 20% p.o 1,86 mg/kgBB/hari dan Ekstrak Seledri p.o 200 mg/kgBB/hari), K4 (Fruktosa 20% p.o 1,86 mg/kgBB/hari dan Ekstrak Seledri p.o 400 mg/kgBB/hari), dan K5 (Fruktosa 20% p.o 1,86 mg/kgBB/hari dan Ekstrak Seledri p.o 600 mg/kgBB/hari). Perlakuan diberikan setiap hari selama 60 hari. Kadar Glukosa darah puasa diukur menggunakan Glukometer. Kadar Insulin darah puasa diukur menggunakan ELISA, HOMA-IR dihitung menggunakan rumus yang sudah terstandarisasi, serta ekspresi protein GLUT4 diukur menggunakan imunohistokimia. 

Hasil penelitian pada akhir perlakuan terdapat penurunan gula darah puasa yang signifikan pada K4 dibandingkan dengan K1 (p<0.05), terjadi resistensi insulin
pada K1 ditandai dengan nilai HOMA-IR yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok terapi terutama dengan K4 dan K5 (p<0.05). Ekspresi GLUT-4 juga meningkat pada K4 dan K5 dibandingkan dengan K1 (p<0.00).  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian fruktosa dapat membuat kondisi hiperglikemia dan menstimulasi resistensi insulin. Pemberian ekstrak seledri terbukti mempunyai efek antihiperglikemia dan dapat mencegah resistensi insulin. Antihiperglikemia oleh seledri dimungkinkan karena adanya bahan coumarin, apigenin dan luteolin. Ekstrak seledri juga terbukti meningkatkan ekspresi GLUT4 yang memfasilitasi glukosa masuk ke dalam sel. Sehingga secara perspektif pemberian ekstrak seledri dapat digunakan untuk memprevensi peningkatan kadar glukosa dan resistensi insulin pada populasi yang mempunyai gaya hidup konsumsi tinggi gula.

Penulis: Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes 

Informasi detail bisa didapatkan pada hasil riset kami di link : 

https://e-journal.unair.ac.id/FMI/article/view/23411

Devitya Angielevi Sukarno, Arifa Mustika, Purwo Sri Rejeki. Effect Of Celery Extract On Fructose Induced Insulin Resistance Rattus norvegicus. Folia Medica Indonesiana, 2020; 56(4): 269-274.  http://dx.doi.org/10.20473/fmi.v56i4.23411

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu