Ketahui Penyebab Temper Tantrum pada Anak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Hello Sehat

Temper tantrum merupakan ledakan emosi atau luapan kemarahan yang dilakukan pada anak usia toddler yaitu usia 12 sampai 36 bulan dan kadang masih ditemui pada anak usia 5 atau 6 tahun. Berdasarkan sebuah fakta penelitian temper tantrum yang tidak ditangani sejak dini, maka akan terbawa saat dewasa menjadi orang dewasa yang pemarah pula. Penanganan sejak dini dapat dilakukan dengan melihat penyebab dari munculnya perilaku temper tantrum. Berdasarkan analisis pengaruh penyapihan dini, toilet training dan pola asuh terhadap perilaku temper tantrum yang diujikan pada orang tua atau wali murid dari anak prasekolah menunjukkan pengaruh yang signifikan dari ketiga faktor tersebut.

Penyapihan yang dilakukan sejak dini akan mengurangi bounding ibu dengan anak, sehingga anak tidak nyaman dan berdampak pada perilaku negatif yang mengarah pada temper tantrum. Berikutnya adalah kegagalan toilet training yang menyebabkan orang tua melakukan perlakuan ketat pada anak seperti orang tua sering memarahi anak saat BAB atau BAK atau bahkan melarang BAB atau BAK saat bepergian, sehingga dapat mengganggu kepribadian anak menjadi lebih ekspresif, cenderung ceroboh, suka membuat gara-gara, emosional dan seenaknya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. 

Selain itu jenis pola asuh atau didikan dari orang tua bisa juga mempengaruhi intensitas ledakan emosi anak. Anak yang mendapatkan apa yang diinginkan, terlalu dilindungi dan didominasi orang tua, orang tua yang tidak disiplin menjadi pemicu perilaku temper tantrum pada anak.  Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada Jurnal Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia yang terakreditasi Sinta 2. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan memberikan stimulasi bagi masyarakat agar memberikan stimulasi yang baik pada anak, memberikan ASI secara optimal, toiletting yang baik dan benar pada anak, serta pengasuhan dengan penuh kasih sayang. Sehingga anak akan memiliki penyesuaian pribadi dan sosial yang baik, kemandirian, dan inisiatif yang sehat, positif sehingga bisa mengurangi perilaku temper tantrum.

Penulis : Eny Qurniyawati

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat di: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jpki/article/view/23504

Qurniyawati, E., & Ratnawati, R. Penyapihan Dini, Toilet Training dan Pola Asuh serta Pengaruhnya pada Temper Tantrum. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia15(1), 31-35..

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu