Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi prestasi kerja. (Sumber: https://tipssukseskerja.wordpress.com/)

Kepemimpinan merupakan faktor penting yang menentukan prestasi kerja dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan lingkungan baru (Bass et al., 2003). Yang disebut pemimpin yang andal tidak hanya kompeten dalam pembuatan strategi, tetapi juga mampu melaksanakan strategi secara efektif, karena tugas pemimpin adalah mengembangkan strategi dan, pada saat yang sama, mencoba untuk mengaktualisasikan strategi (Bass & Avolio, 994).

Kepemimpinan adalah identitas yang dilakukan dalam keadaan tertentu dan bertujuan untuk mencapai satu atau lebih tujuan tertentu melalui proses komunikasi. Kepemimpinan membutuhkan pengaruh sosial yang disengaja dari individu yang dicapai terhadap orang lain untuk mengatur kegiatan dan pengaruh dalam kelompok atau organisasi. Pemimpin yang efektif adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk memotivasi pengikut untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Pada saat terjadi transformasi radikal dalam bisnis, perusahaan harus mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar perusahaan tidak ketinggalan / kalah dalam persaingan.

Kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai gaya kepemimpinan yang melibatkan upaya untuk mengubah organisasi. Gaya ini dianggap berkontribusi pada kinerja yang lebih baik dalam organisasi yang menghadapi tuntutan regenerasi dan perubahan. Menurut Yammarino et al. (1993), “pemimpin transformasional harus mampu membujuk bawahannya untuk melaksanakan tugasnya di luar kepentingannya sendiri untuk kepentingan organisasi”. Pemimpin transformasional mengartikulasikan visi realistis masa depan organisasi, merangsang bawahan secara intelektual, dan memperhatikan perbedaan yang dimiliki oleh bawahannya.

Kemampuan pemimpin untuk menggerakkan dan memberdayakan karyawan akan mempengaruhi kinerja karyawan, sedangkan efektivitas pemimpin dipengaruhi oleh karakteristik bawahan dan terkait dengan proses komunikasi yang terjadi antara pemimpin dan bawahan. Pemimpin yang sukses harus mampu memotivasi, memobilisasi dan memuaskan karyawan. Merupakan tanggung jawab pimpinan untuk mendorong bawahan agar berkembang dan memiliki kompetensi untuk mengantisipasi setiap tantangan dan peluang kerja.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya atau disingkat DAOP VIII SB merupakan salah satu wilayah penyelenggaraan perkeretaapian Indonesia yang berada di bawah pengawasan PT Kereta Api Indonesia (KAI). KAI menyadari bahwa kualitas dan kompetensi sumber daya manusianya sangat penting dalam mendukung visi dan misi perusahaan. Prestasi PT. KAI tidak lepas dari dukungan manajemen yang memiliki pengalaman, keahlian dan dedikasi yang tinggi. Demikian juga kepemimpinan diterapkan dengan mengutamakan keteladanan oleh karyawan senior, karena merupakan faktor penting dalam membangun sebuah perusahaan. Berdasarkan pengamatan sebelumnya, kepemimpinan berbasis keteladanan merupakan salah satu dimensi gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh pimpinan di Unit Keuangan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya. Kepala Unit Keuangan memiliki karisma dan rasa hormat dari karyawan, mendengarkan masukan dari bawahan, memperhatikan pengembangan karir bawahan dan secara berkala mengevaluasi kemampuan dan potensi setiap bawahan di unit tersebut.

Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa, (1) Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja, semakin baik pemimpin mengembangkan potensi dan bakat karyawan, maka motivasi kerja karyawan akan semakin tinggi, (2) Motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja, semakin tinggi motivasi kerja maka semakin baik pula prestasi kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaan. (3) Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja, semakin kreatif pimpinan membimbing pegawai maka prestasi kerja pegawai akan semakin baik. (4) Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel interveningnya, yang menunjukkan bahwa dukungan yang tinggi yang ditunjukkan oleh pimpinan akan mampu memberikan motivasi yang tinggi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.

Penulis : Anis Eliyana

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.growingscience.com/msl/Vol10/msl_2020_115.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu