Pemikiran Awal Manajemen di Era Industri 4.0 dan Milenialisasi, Masih Relevan?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi generasi milenial di tempat kerja. (Sumber: Samahita Wirotama)

Pada dasarnya pemikiran manajemen telah dikenal dan diterapkan sejak lama dalam kehidupan manusia. Pengelolaan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia bahkan sejak zaman dahulu kala, dimana pada saat itu setiap individu membentuk kelompok untuk mengorganisir anggotanya dan menerapkan teknik bertani dan berburu untuk mencapai tujuan kelompok. Jika dirunut lebih jauh, sebenarnya sejarah pengelolaan tidak jauh berbeda dengan perkembangan sejarah manusia itu sendiri, artinya pengelolaan sudah ada sejak manusia diturunkan oleh Tuhan ke muka bumi. Hal ini kemudian berkembang sejalan dengan perkembangan dan tuntutan hidup di dalam gua dengan alat yang sederhana untuk menghadapi alam yang ganas tersebut, menggunakan ilmu manajemen sesuai dengan kebutuhan dan zaman (Wren & Bedeian, 2009).

Perkembangan teori berpikir manajemen tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi lingkungan di belakangnya (Vaszkun, 2012). Dalam situasi, kondisi dan latar belakang serta zaman yang begitu cepat dan dinamis, teori dan pemikiran manajemen akan terus berkembang untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan (Howell, 1995). Oleh karena itu, penerapan dan penerapan pemikiran manajemen dalam berbagai dimensi waktu dan tempat dilakukan lintas sektor di antara teori-teori yang ada menuju konsep manajemen yang terintegrasi dan adaptif yang saling melengkapi dan melengkapi (Child, 2012).

Ilmu manajemen saat ini berkembang sangat pesat dan terus berubah. Sejarah perkembangan ilmu manajemen dapat memberi kita pengetahuan dan pemahaman tentang pendekatan atau prosedur penting dalam melakukan penelitian, menganalisis dan memecahkan masalah yang terjadi dan terkait dengan ilmu manajemen (Baalen & Luchien Karsten, 2012). Perkembangan (evolusi) ilmu manajemen dari masa lalu hingga sekarang terjadi dengan munculnya beberapa mazhab pemikiran sebagai landasan pemikiran yang terbagi berdasarkan mazhab klasikal, aliran hubungan manusia dan manajemen modern yang menjadi cikal bakal manajemen, teori yang berkembang terus menerus dengan berbagai sekolah lain hingga sekarang (Khorasani & Almasifard, 2017; Olusoji & Ogunkoya, 2015).

Sejarah pemikiran manajemen mencakup pendekatan klasik (pendekatan klasik) yang berfokus pada pengembangan prinsip universal yang dapat digunakan dalam berbagai situasi manajemen; pendekatan sumber daya manusia, yaitu berfokus pada kebutuhan manusia, kerja kelompok dan peran faktor sosial di tempat kerja; pendekatan kuantitatif atau ilmu manajemen (pendekatan kuantitatif atau ilmu manajemen), yaitu berfokus pada penggunaan teknik matematika dalam perencanaan manajemen; dan pendekatan modern, yaitu berfokus pada pandangan sistem dan pemikiran kontingensi dengan kesadaran akan komitmen terhadap kualitas dan kinerja tinggi (Baalen & Luchien Karsten, 2012; DuBrin, 2011; Petersen, 2000). Makalah konseptual ini bertujuan untuk menjelaskan evolusi ilmu manajemen dari masa ke masa, dan memahami relevansi pembangunan dengan Era Industri 4.0 dan Generasi Milenial.

Dari sisi fungsi sosial, generasi milenial memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya, yaitu masalah kreativitas, jaringan media sosial yang luas, dan kepercayaan diri terhadap karya mereka. Organisasi harus terlebih dahulu menetapkan visi yang jelas sebelum memulai implementasi I4.0. Melalui visi yang jelas dapat dilihat bagaimana peran implementasi I4.0 dalam mencapai visi tersebut. Pekerja akan cenderung sulit menerima perubahan tersebut jika tidak mengetahui dengan jelas rencana organisasi.

Dengan kemajuan teknologi dan komunikasi, perusahaan perlu memikirkan langkah-langkah strategis dalam membuat rencana penggunaan sumber dayanya, terutama sumber daya manusia yang mampu dan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi. Diperlukan langkah perubahan untuk mengawal implementasi I4.0 di organisasi, karena membutuhkan sinergi antara manajemen, pekerja, dan IT. Perkembangan teknologi akan menguntungkan setiap sumber daya organisasi, tetapi hanya organisasi yang mampu beradaptasi yang dapat mengontrol teknologi. Hasil kajian pustaka ini menunjukkan bahwa terdapat gap pada teori manajemen terkait era industri 4.0 saat ini dan generasi milenial, yang kemudian dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya.

Penulis : Anis Eliyana

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.sysrevpharm.org/index.php?fulltxt=18772&fulltxtj=196&fulltxtp=196-1603354029.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu