Pemanfaatan Air Kelapa untuk Optimalisasi Induksi Kalus Sirih Hitam

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Klik Dokter

Semua orang pasti sudah tidak asing dengan air kelapa. Air kelapa mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Di bidang kesehatan, air kelapa dapat digunakan sebagai obat untuk  mengatasi diare, sembelit, cacingan, gangguan ginjal, menghilangkan dehidrasi, mengontrol tekanan darah. Di bidang kecantikan air kelapa dapat melindungi dan menjaga elastisitas kulit. Hal ini disebabkan karena air kelapa merupakan bahan organik kompleks yang mengandung gula, vitamin, mineral, asam amino dan fitohormon. Hormon yang  terdapat di dalam air kelapa adalah sitokinin. Jenis sitokinin  meliputi trans-zeatin, zeatin glukosida,  zeatin ribosida, dan ureum. 

Selain bermanfaat di bidang kesehatan dan kecantikan, air kelapa ini juga dapat digunakan  untuk bidang bioteknologi kultur jaringan tumbuhan yaitu untuk mendapatkan kalus dalam jumlah besar. Sebagai contoh air kelapa digunakan untuk optimalisasi kalus pada tanaman sirih hitam (Piper betle L. var Nigra). Tanaman sirih telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat baik di Indonesia, India, Pakistan dan Afrika Selatan.  Hal ini karena sirih hitam mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri, antijamur, antidiabetes, antitrombosit, antifertilitas, antitumor, antimutagen, dan sebagainya.  Sebagai tanaman obat potensial tanaman ini banyak diburu oleh masyarakat, umumnya metabolit sekunder tumbuhan obat diperoleh secara langsung dengan ekstraksi. Jika  kebutuhan terhadap tanaman ini dilakukan secara konvensional tidak cukup karena membutuhkan waktu yang lama, lahan yang luas dan juga tergantung cuaca. 

Oleh karena itu, diperlukan metode alternatif untuk memperoleh metabolit sekunder yang lebih efisien dalam skala besar dengan kualitas yang baik. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa kultur kultur kalus  dipilih untuk melakukan perbanyakan tanaman obat. Zat Pengatur Tumbuh juga menentukan keberhasilan kultur jaringan tanaman. Ada dua jenis zat pengatur tumbuh yang biasa digunakan dalam kultur jaringan auksin dan sitokinin. Riset ini memberikan informasi tentang manfaat air kelapa yang dikombinasikan dengan auksin 2,4D dan BAP untuk  mendapatkan biomassa kalus sirih hitam. 

Metode untuk mendapatkan biomassa kalus adalah membuat medium Murashige dan Skoog (MS), sterilisasi eksplan daun sirih hitam, penanaman eksplan dan pemanenan. Untuk membuat medium Murashige dan Skoog (MS) diperlukan unsur hara makro, mikro, myoinositol, zat besi, vitamin, sukrosa dan agar. Kemudian ke dalam medium ditambahkan zat pengatur tumbuh 2,4 D dan BAP serta air kelapa. pH medium diatur pada kisaran 5,6-5,8 dengan menggunakan KOH 1 N atau HCl 1 N. Setiap botol kultur diisi medium ± 10 ml / botol. Botol kultur ditutup dengan alumunium foil disterilkan menggunakan autoclave pada suhu 121 ° C selama 15 menit, 1,2 atm. Sterilisasi eksplan dilakukan dengan cara  daun sirih hitam dicuci dengan deterjen, kemudian dibilas dengan air mengalir selama tiga kali. Langkah selanjutnya adalah sterilisasi dengan 10% chlorox selama 7 menit. Daun dibilas dengan aquadest steril sebanyak tiga kali. Eksplan dimasukkan ke dalam cawan petri yang dilapisi kertas saring steril, daun dipotong-potong berukuran 1 cm2 untuk ditanam pada medium  MS.  Selanjutnya botol kultur disimpan di ruang inkubasi pada suhu 25 ° C di bawah lampu neon 20 watt. 

Eksplan daun sirih hitam yang ditanam pada medium MS dengan penambahan air kelapa 5% dikombinasikan dengan 0,5 mg /L  2,4-D dan 2,0 mg /L BAP mampu menginduksi pertumbuhan kalus paling cepat dibandingkan dengan perlakuan  dengan rata-rata waktu 13,16 hari. Hal ini berbeda jika tanpa penambahan air kelapa yaitu 17,75 hari. Di sini terdapat perbedaan waktu indusi antara dengan dan tanpa penambahan air kelapa. Ada perbedaan waktu induksi kalus daun sirih hitam pada media MS dengan kombinasi 0,5 mg / l 2,4-Dand 2,0 mg / l BAP dengan dan tanpa penambahan air kelapa. Hal ini diduga karena kandungan urea difenil dalam air kelapa yang memiliki aktivitas mirip sitokinin untuk menginduksi pembelahan sel dalam kultur jaringan. Selain itu, air kelapa mengandung berbagai vitamin, seperti tiamin dan piridoksin.  Mikronutrien yang terdapat dalam air kelapa dapat menambah ketersdiaan unsur hara dalam medium. 

Penulis: Dr. Junairiah, S.Si., M.Kes.

Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga

Link jurnal terkait tulisan di atas: http://agribiop.com/category/annals-of-biology/ Junairiah, Wijayanti, E.T., Manuhara, Y.S.W., Ni’matuzahroh, Sulistyorini, L. 2020.  Optimation of Callus Induction from Piper betle L. var Nigra Explants with Various Concentrations of Coconut Water and Addition of 2,4D and BAP. Annals of  Biology 36 (2) : 324-328

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu