Tantangan Pemimpin Perpustakaan Akademik di Era Disrupsi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: http://violadps.blogspot.com/

Saat ini, teknologi telah menjangkau setiap bagian kehidupan kita. Teknologi telah mengubah cara kita hidup dan bekerja. Saat ini, di era internet, era disrupsi, siswa dapat dengan mudah mendapatkan materi pembelajarannya di internet, yang mungkin lebih lengkap dari materi yang didapatkan di kelas. Guru dan dosen juga bisa mendapatkan dan menyampaikan materi pembelajaran dengan mudah melalui internet. Guru atau dosen juga dapat menyelenggarakan kelas atau ceramah online. Jarak bukan masalah lagi. Dulu, untuk mendapatkan artikel, buku, atau referensi, kami harus ke perpustakaan dan / atau toko buku. Sementara itu, data besar menawarkan semuanya. Informasi “apa pun” dari berbagai tema dan topik, e-book, e-journal, tersedia di SlideShare, SlidePlayer, academia.edu, dan situs web atau blog lainnya.

Gangguan ini juga secara fundamental mengubah perpustakaan akademik dalam dua dekade terakhir. Sebagian besar layanan perpustakaan tradisional telah diubah menjadi layanan elektronik. Beberapa perkembangan utama perpustakaan universitas adalah: komunikasi ilmiah online, teknologi seluler, aplikasi media sosial, kreasi digital, dan pelestarian (Jain, 2016). Pustakawan universitas menghadapi tantangan yang datang dari perubahan yang disebabkan oleh lingkungan digital. Perubahan tersebut ditunjukkan oleh teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang dan tersedia untuk pengguna jarak jauh. Salah satu pekerjaan yang akan punah adalah pustakawan (Kasali, 2017). Pustakawan perlu menata pola pikirnya, menjadi holistik, sehingga dapat menafsirkan dan membentuk kembali profesi yang dipilihnya, serta mampu menciptakan sesuatu yang baru. Dengan demikian, profesi pustakawan tetap eksis dan dibutuhkan setiap saat (Fatmawati, 2018).

Pemimpin memiliki peran sentral dalam interaksi dan itu mempengaruhi perilaku anggota lain dalam kelompok untuk mencapai tujuan. Dalam menjalankan peran pemimpin permasalahan akan muncul sebagai interaksi antara pemimpin dengan individu yang dipimpin, termasuk lingkungan (Kartono, 2016) sehingga Kepemimpinan berfungsi untuk mengajak mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu (Setyowati, 2013). Kepemimpinan adalah tentang membangun tim dan mengembangkan kemampuan mereka untuk membuat keputusan dengan terampil (Levine Crom, 1993).

Dalam melakukan interaksi, pemimpin harus memiliki kriterianya sendiri. Kumara menyampaikan bahwa kriteria yang harus dimiliki oleh pemimpin antara lain pemimpin menetapkan arah dan kecepatan, memotivasi pemimpin, menetapkan tujuan, dan menentukan kebijakan (Maha, 2012). Pemimpin yang telah mampu memenuhi kriteria dengan baik akan mampu menciptakan fungsi kepemimpinan yang sesuai dengan harapan. Fungsi kepemimpinan merupakan fenomena sosial, karena harus diwujudkan dalam interaksi antar individu dalam situasi sosial suatu kelompok / organisasi. Veithzal (2003) menyatakan bahwa fungsi kepemimpinan memiliki dua dimensi yaitu: a. Dimensi berkaitan dengan tingkat kemampuan mengarahkan (direction) dalam tindakan atau aktivitas pemimpin. b. Dimensi berkaitan dengan tingkat dukungan (support) atau keterlibatan orang yang dipimpin dalam melaksanakan tugas pokok kelompok / organisasi.

Perpustakaan merupakan organisasi yang terus berkembang untuk beradaptasi dengan perubahan di masa depan. Dalam sebuah organisasi tentunya dibutuhkan seorang pemimpin untuk memimpin organisasi menuju kesuksesan. Seorang pemimpin dibutuhkan untuk mengatur dan mengelola organisasi agar organisasi dapat mencapai tujuannya. Dibutuhkan pemimpin yang andal untuk memimpin perpustakaan di dunia baru saat ini. Itu juga berlaku untuk perpustakaan akademik. Pimpinan perpustakaan akademik memegang peranan penting dalam pengelolaan perpustakaan guna menghadapi situasi yang terus berubah karena perkembangan teknologi informasi di era serba guna. Pemimpin perpustakaan akademik abad ke-20 sangat membutuhkan keterampilan kepemimpinan perpustakaan, karena banyak tantangan yang dapat ditangani oleh kepemimpinan yang terampil (Ashiq, 2018).

Perpustakaan universitas, sebagaimana organisasi lainnya, juga menghadapi tantangan karena perkembangan teknologi yang pesat. Kondisi yang terus berubah akan terus berjalan, dan mengganggu tatanan yang ada, termasuk penggunaan perpustakaan. Sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang dapat membawa kesuksesan bagi organisasi, begitu pula perpustakaan akademik. Pimpinan perpustakaan akademik harus mampu beradaptasi dengan segala kondisi saat ini dan siap menghadapi kondisi yang akan datang. Pelatihan kepemimpinan bagi staf perpustakaan dan kaderisasi pemimpin perpustakaan sangat dibutuhkan, dan akan berdampak signifikan terhadap sikap pemimpin terhadap perpustakaan. Selain itu, dukungan dari jurusan ilmu perpustakaan juga diperlukan untuk mencetak pemimpin perpustakaan akademik selanjutnya. Jurusan dapat memberikan dukungan dengan menambahkan keterampilan manajemen dan komunikasi dalam kurikulumnya.

Penulis : Anis Eliyana

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

http://www.sysrevpharm.org/index.php?fulltxt=134778&fulltxtj=196&fulltxtp=196-1600062122.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu