Mengenal Perilaku Informasi Anak di Perpustakaan Umum Taiwan dan Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Detik Travel

Perpustakaan adalah pusat informasi yang membantu memenuhi kebutuhan informasi. Orang tua sebagai agen sosialisasi utama yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak-Melalui fasilitas yang tersdia pada perpustakaan  dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

Sederhananya, minat adalah kecenderungan dan antusiasme yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat baca merupakan kunci penting bagi pembangunan suatu bangsa karena penguasaannya pengetahuan diperoleh melalui minat baca yang tinggi, bukan hanya mendengarkan informasi. Selain itu motivasi merupakan upaya yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang sehingga ia mampu melakukan sesuatu untuk mencapai hasil tertentu atau tujuan.

Perpustakaan Kota Taichung-Taiwan dan Surabaya-Indonesia merupakan salah satu kota literasi dan kota terbesar kedua di setiap negara. Kedua kota tersebut memiliki layanan khusus untuk anak-anak pada perpustakaannya.

Perhatian orang tua dapat ditunjukkan dengan pemberian penghargaan jika anak memperoleh prestasi, memberi hukuman jika bersikap buruk, memberi contoh, dan membantu belajar.Oorang tua dapat mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan untuk meningkatkan minat baca anak karena orang tua dan keluarga adalah orang terdekat mereka. Cara membangkitkan minat baca anak sejak dini, misalnya bisa dimulai dengan membiasakan membacakan dongeng untuk anak, selalu bertukar cerita, aktif berkomunikasi dengan anak-anak untuk memperluas pengetahuan dan kosa kata anak-anak, membawa anak-anak ke perpustakaan umum sebagai salah satu kegiatan akhir pekan. Kegiatan mengunjungi perpustakaan tidak hanya sekedar untuk menikmati fasilitas yang tersedia di perpustakaan seperti membaca tetapi juga koleksi buku meningkatkan rasa sosial anak.

Penggunaan perpustakaan umum sebagai pusat layanan informasi bagi masyarakat sangat mendukung kegiatan yang meningkatkan minat baca anak dengan berbagai kegiatan dan fasilitas seperti sebagai koleksi buku anak menarik, permainan yang dapat mengasah konsentrasi anak, kegiatan dongeng, dan kegiatan belajar bahasa asing gratis. Kegiatan ini dan fasilitas sangat dianjurkan untuk orang tua atau orang di sekitar untuk menggunakan fasilitas yang tersedia guna menciptakan generasi yang gemar membaca.

Peran Orang Tua terutama pean seorang ibu. Ibu-ibu  yang dapat mengajak anak-anak untuk pergi ke Perpustakaan Umum.Seperti yang ada di Perpustakaan Kota Surabaya. Hal ini karena hubungan ibu-anak memiliki kedekatan yang dapat mempengaruhi anak.

Cara yang dapat orang tua lakukan untuk membantu menumbuhkan minat baca dengan mengajak anak mengunjungi perpustakaan umum, khususnya tentang layanan anak. Dengan memperkenalkannya secara perlahan, mengunjungi perpustakaan bisa menjadi kebiasaan anak-anak. Anak akan merasa bahwa membaca tidak membosankan dan tidak seburuk dan sesulit yang dikira sehingga peran orang tua dalam mengenalkan dunia baru kepada anak sangat penting.

Motivasi terbesar orang tua dalam membawa anak ke perpustakaan adalah agar anak memiliki minat baca yang besar dan mengisi waktu luangnya dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Selain itu, intensitas orang tua dalam membawa anaknya ke perpustakaan sangat mempengaruhi kualitas minat baca anak.

Perpustakaan sebagai lembaga layanan informasi memiliki peran penting dalam upaya penyebaran informasi seluas-luasnya dengan menyediakan fasilitas pendidikan nonformal untuk menambah pengetahuan individu. Untuk melayani kebutuhan pengguna, perpustakaan dituntut untuk menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Mulai dari penataan yang menarik, menarik perhatian masyarakat dengan cara menggairahkan perhatian, menghadirkan koleksi yang menarik hingga memberikan sikap yang ramah dan bersahabat serta menjelaskan fasilitas merupakan langkah awal untuk memperkenalkan perpustakaan kepada masyarakat.

Pemanfaatkan perpustakaan baik di Indonesia maupun di Taiwan adalah anak dapat lebih cepat mengenal huruf atau bacaan. Hal positif lainnya adalah perbendaharaan kata anak bertambah karena mereka membaca lebih banyak buku. Pemanfaatan perpustakaan dapat memudahkan anak bersosialisasi dan meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini dikarenakan anak tidak hanya bisa membaca buku secara mandiri tetapi juga bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya karena ada program seperti story telling yang perlu interaksi.

Hal yang menarik di Taiwan dalam pemanfaatkan perpustakaan menjadikan pendiam. Karena aturan di perpustakaan mengharuskan anak-anak diam, tidak ramai. Kebiasaan ini menjadi media pembelajaran bagi anak untuk dapat mengontrol perilakunya. Hal ini juga berdampak positif bagi orang tua dalam mendidik anaknya. Orang tua dapat memanfaatkan waktu senggang, terutama saat liburan. Sedangkan kegiatan yang sering dilakukan anak di perpustakaan adalah membaca buku. Di Indonesia, selain membaca buku, anak juga bermain dengan anak lain sehingga interaksi sosial bisa muncul sejak kecil dan mereka bisa rileks karena ruangannya nyaman.

Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui berbagai bacaan. Ketersediaan bahan pustaka yang beragam memungkinkan setiap orang untuk memilih yang sesuai dengan minat bacanya. Jika masyarakat memperluas ilmunya melalui perpustakaan pilihannya, maka akan meningkatkan tingkat kecerdasan masyarakat. Perpustakaan harus menyediakan bahan bacaan yang dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan bagi pembaca atau pengunjung perpustakaan di daerah tersebut. Perpustakaan tentunya bukan hanya sebagai “tempat penyimpanan buku”, tetapi juga sebagai tempat informasi, pendidikan dan rekreasi.

Fasilitas perpustakaan menjadi penting dalam pengelolaan perpustakaan karena tidak adanya tempat membaca, koleksi, sarana penunjang, dan sarana prasarana lainnya akan mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung dan membaca di perpustakaan

Peran orang tua sangat penting dalam mengembangkan minat baca anak dengan mengunjungi perpustakaan. Orang tua dengan latar belakang pekerjaan apapun wajib rutin mengajak anaknya ke perpustakaan agar tidak ada penghalang dalam pekerjaan orang tua yang mengantar anaknya ke perpustakaan, tidak hanya karyawan dan ibu rumah tangga. Jarak tidak menjadi penghalang bagi para orang tua untuk mengajak anaknya berkunjung ke perpustakaan. Karena anak adalah aset berharga bagi suatu bangsa. Mereka masa depan dan penentu kemanjuan negara. Pentingnya peran orang tua sebagai agen sosialisasi utama yang berpengaruh besar terhadap perkembangan anak.

Penulis: Nur Diana Fajriyah dan Dessy Harisanty, S.Sos., M.A.

Reference : Harisanty, Dessy and Anna, Nove, “Information Behavior of Children Using Public Libraries in Taiwan and Indonesia” (2020). Library Philosophy and Practice (e-journal). 4404. https://digitalcommons.unl.edu/libphilprac/4404 Link : https://digitalcommons.unl.edu/libphilprac/4404

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu