Potensi Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah Terhadap Kadar Hormon Testosteron dan Sel Leydig

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Pertanianku

Pada saat ini dunia sedang dilanda oleh perubahan musim yang ekstrem terutama musim kemarau yang berkepanjangan. Hal ini mengakibatkan peningkatan suhu di muka bumi yang menjadi lebih panas. Peningkatan suhu panas yang tak terkendali juga menimbulkan banyak kerugian diantaranya terhadap organ reproduksi jantan. Efek merugikan akibat stress panas dapat dikaitkan dengan produksi Reactive Oxygen Spesies (ROS) dan stres oksidatif yang menghabiskan pertahanan antioksidan. Selain itu, hipertermia memperburuk kinerja kognitif, memori jarak pendek, dan komunikasi penggerak motorik luar. Tubuh hewan merespons ketidaknyamanan akibat sengatan panas kelebihan spesies oksigen reaktif (ROS). Kelebihan ROS menginduksi stres oksidatif, yang mengganggu struktur dan fungsi molekul penting seperti asam nukleat dan protein.

Tubuh makhluk hidup memerlukan antioksidan sebagai benteng perlindungan dari dalam tubuh, kekurangan antioksidan di dalam spermatozoa mengakibatkan kadar radikal bebas dalam hal ini ROS lebih mudah untuk mengadakan perusakan oksidatif, keadaan tersebut mengakibatkan kondisi spermatozoa rusak dan akhirnya mengakibatan infertilitas spermatozoa. Antioksidan yang telah diidentifikasi dapat melindungi epitel germinal dan sel Leydig dari stres oksidatif. Salah satu bahan herbal yang bermanfaat untuk mempertahankan kualitas hormon testosterone adalah buah naga merah. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki vitamin (B1, B2, B3, dan C), mineral (potasium, sodium, kalsium, besi, fosfor) dan nutrisi lain (lemak, protein, karbohidrat, serat, glukosa karoten, niasin, tiamin, pitoalbumin, dll)

Kandungan antioksidan dalam ekstrak kulit buah naga merah adalah vitamin C, flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan saponin Kulit Buah naga merah kaya akan sumber polifenol dan antioksidan. Polifenol dan flavonoid dalam ekstrak kulit buah naga merah memiliki kandungan lima kali lebih besar dibanding dengan daging buah naga merah (Noor dkk., 2016). Hormon testosteron merupakan hormon derivat kortikosteroid terutama pada hewan jantan. Hormon testosteron banyak dihasilkan oleh sel leydig. Hormon Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH) yang identik dengan Luteinizig Hormone (LH) berfungsi untuk mengaktifkan sel leydig untuk menghasilkan testosteron. Hormon testosteron berfungsi untuk membantu proses kapasitasi spermatozoa (Hafez, 2000). Keberlangsungan proses spermatogenesis akan sangat banyak dipengaruhi oleh rendahnya tingkat radikal bebas dan reactive oxygen species (ROS). Pematangan sel leydig akan terganggu apabila terdapat kadar sitokrom c yang abnormal. Rilisnya sitokrom c ke dalam sitosol akan mengikat Apoptotic Protease Activating Factor 1 (Apaf 1) bersama dengan dATP dan procaspase 9 untuk mengaktifkan caspase 9.

Kandungan polifenol dalam ekstrak kulit buah naga merah dapat menekan radikal bebas yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Senyawa paling berbahaya dalam radikal bebas adalah hidroksil (OH) sebab memiliki reaktivitas paling tinggi. Molekul tersebut sangat reaktif dalam mencari pasangan elektronnya. Jika sudah terbentuk dalam tubuh, maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya membentuk suatu radikal bebas dalam jumlah yang banyak.

Penulis: Bagus Aditya Kuswardhana

Program Studi Magister Biologi Reproduksi Universitas Airlangga 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu