Mesenchymal Stem Cell sebagai Alternatif Terapi ARDS pada Pasien Covid-19

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: https://www.stemcell.com/

Sejak awal Maret 2020, Indonesia sedang dan terus berusaha memerangi pandemic COVID-19, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir, bahkan semakin memburuk. Sejak 7 Agustus 2020, kasus COVID-19 di Indonesia melampaui Cina dan mencetak rekor baru dengan total 121.226 kasus, 5.593 kematian, dan 77.557 sembuh.

Berbagai upaya dan intervensi telah dilaksanakan pemerintah untuk menekan laju pertambahan kasus seperti pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), himbauan tetap tinggal dirumah, memperketat protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker), hingga meningkatkan kapasitas testing COVID-19 setiap hari. Namun, strategi ini masih dirasa kurang maksimal dengan dibuktikannya kasus harian yang kian meningkat, bahkan penambahan kasus positif meroket dan mencetak rekor baru dengan lebih dari 6000 kasus per hari.

Selain usaha melandaikan kurva penularan virus, strategi baru dalam terapi pasien yang terinfeksi diperlukan untuk mengurangi jumlah kematian. Walaupun hingga saat ini belum ada terapi standar atau obat definitif COVID-19, salah satu pilihan alternatif yang cukup menjanjikan adalah sel punca mesenkimal atau lebih populer disebut mesenchymal stem cell (MSC). MSC berpotensi digunakan sebagai modalitas terapi karena MSC memiliki beberapa mekanisme kerja seperti anti-apoptosis, anti-inflamasi, antibakteri, antivirus, dan yang paling unik adalah kemampuannya memperbaiki fungsi paru.

Sebagai anti-apoptosis, MSC mensekresikan berbagai jenis sitokin dan faktor pertumbuhan. Pada anti-inflamasi, MSC akan merangsang faktor parakrin serta memodulasi keseimbangan produksi sitokin pro dan anti-inflamasi. Selain itu, MSC meningkatkan eradikasi bakteri secara langsung. Terkait infeksi COVID-19, MSC secara konstitutif akan meningkatkan aktivasi gen yang memiliki peran antivirus serta berinteraksi dengan system imun yang meningkatkan pembersihan virus. Hal menarik dari MSC yang tidak dimiliki modalitas lain adalah kemampuannya meningkatkan fungsi paru pada pasien COVID-19 yang jatuh dalam kondisi acute respiratory distress syndrome (ARDS). MSC berfungsi untuk mengurangi kapiler paru yang bocor dan meningkatkan pembersihan cairan paru sehingga pada akhirnya memperbaiki fungsi paru.

Terlepas dari penggunaan umum sel punca, penelitian menunjukkan bahwa MSC memiliki aksesibilitas yang mudah dan kemampuan untuk tetap berada pada jaringan paru yang sedang mengalami jejas. Selain itu, beberapa penelitian melihat bahwa MSC dapat diberikan pada pasien COVID-19 dengan ARDS berat. Uji klinis yang masih berlangsung saat ini menunjukkan bahwa MSC menjadi alternatif untuk menekan badai sitokin dan membantu meregulasi sistem kekebalan tubuh. Studi ini merangkum fungsi umum MSC dan menyoroti aset terapetiknya untuk membantu mengatasi pandemi. Penelitian lebih lanjut mengenai terapi berbasis MSC pada ARDS sangat dibutuhkan, termasuk investigasi mengenai keamanannya.

Penulis: Hanik Badriyah Hidayati

Detail tulisan lengkap dapat dilihat di:

Hanik Badriyah Hidayati. 2020. A current update in COVID-19 associated acute respiratory distress syndrome: focus on mesenchymal stem cell therapy. Journal of Anesthesia, Pain, and Intensive Care. Vol 24 Issue 6.

http://www.apicareonline.com/index.php/APIC/article/view/1404

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu