Bisakah Melihat Proses Termoregulasi di Tingkat Sel Secara Langsung?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Kompas

Termoregulasi Sel adalah proses dimana sel mempertahankan keseimbangan suhu di dalam sel, sel melakukan perpindahan panas baik itu mengeluarkan panas atau mengeliminasi panas untuk mempertahankan suhu normal di dalam sel atau untuk sarana proses fisiologis di dalam sel. Termoregulasi Sel sejauh ini hanya sebuah teori, meski banyak penelitian tentang Termoregulasi dan telah terbukti keabsahannya pada tingkat organisme, namun pada tingkat Sel masih sangat sedikit dan hanya sekedar hipotesa dan asumsi semata, bahkan belum ada yang dapat membuktikan secara eksperimental bahwa Termoregulasi Sel itu terjadi.

Thermal Camera adalah perangkat yang menerjemahkan energi panas menjadi cahaya tampak untuk menganalisis objek atau pemandangan tertentu. Gambar yang dihasilkan dikenal sebagai termogram dan dianalisis melalui proses yang disebut termografi. Thermal camera juga merupakan salah satu alat canggih yang digunakan untuk memproses gambar yang diambil serta akan menampilkan nya pada layar. Gambar-gambar ini dapat digunakan untuk diagnosis langsung atau diproses melalui perangkat lunak khusus untuk evaluasi, akurasi, dan keluaran laporan selanjutnya. Thermal camera membawa suhu pengukuran ke tingkat berikutnya dan mendapatkan gambar yang menunjukkan perbedaan suhu permukaan.

Semua benda memancarkan energi inframerah, yang dikenal sebagai tanda panas. Thermal Camera mendeteksi dan mengukur energi inframerah objek. Thermal Camera akan mengubah data inframerah itu menjadi gambar elektronik yang mana nantinya akan menunjukkan suhu permukaan objek yang diukur. Thermal Camera berisi sistem optik yang memfokuskan energi inframerah ke chip detektor khusus (sensor array) yang berisi ribuan piksel detektor yang diatur dalam sebuah kisi. Setiap piksel dalam susunan sensor bereaksi terhadap energi inframerah yang difokuskan padanya dan menghasilkan sinyal elektronik. Prosesor kamera mengambil sinyal dari setiap piksel dan menerapkan perhitungan matematis untuknya untuk membuat peta warna dari suhu yang tampak dari objek. Setiap nilai suhu diberi warna berbeda. Matriks warna yang dihasilkan dikirim ke memori serta ke tampilan kamera sebagai gambar suhu dari objek tersebut.

Teknologi Mikroskop baru-baru ini juga sempat mencengangkan, pada tahun 2017 penghargaan Nobel diberikan kepada Jacques Dubochet, Joachim Frank, dan Richard Henderson atas kerjasama dan temuan mereka sebagai perintis Cyro-elektron Microscopy yang memungkinkan seorang ilmuan melihat details terkecil dari struktur sel, virus, bahkan protein. Hal ini memungkinkan ilmuan melihat apa yang dilakukan molekul-molekul tersebut melalui perangkat ini. Pendekatan baru mereka, menurut komite Nobel, membawa era baru dalam bidang biokimia, karena teknologi mereka mampu membekukan biomolekul yang sedang beraksi sehingga para ilmuwan bisa mengungkap proses-proses kimiawi dengan setiap gambar mewakili satu frame dan ketika disatukan ke dalam sebuah film maka kita bisa melihat apa yang sedang dikerjakan oleh molekul-molekul tersebut.

Berdasarkan hasil bacaan tersebut, penulis berfikir bahwa dengan teknologi yang semakin berkembang, maka suatu saat sangat mungkin untuk lahirnya perangkat baru yang menggabungkan prinsip kerja atau yang serupa dengan Camera Thermal yang menangkap energi inframerah dari suatu struktur untuk diterjemahkan, kemudian diantar ke tingkat seluler degan Cyro-Elektron Microscopy yang dapat menangkap dan mempertahankan details terkecil dari struktur sel dan molekul-molekulnya.

Penemuan tersebut sangat memungkinkan ilmuan melihat kejadian apa yang sedang terjadi pada tingkat seluler secara langsung termasuk dengan perpindahan thermal, tidak hanya itu, segala proses molekuler yang terjadi dalam sel juga dapat disaksikan layaknya sedang menonton film yang mengungkap proses-proses kimiawi yang belum pernah diketahui sebelumnya. Teknologi ini akan membawa kemajuan besar dalam pemahaman kita pada tingkat sel dan molekuler, serta pengembangan obat-obatan, putusan terapi, metode pencegahan, dan penyembuhan baru di dunia kesehatan.

Penulis: Muh Soleh Salahuddin

Mahasiswa S2 FKH Universitas Airlangga

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu