Mengenang Ir Muhammad Arief, Sosok Wadek FPK yang Santun dan Inspiratif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ir. Muhammad Arief, M.Kes, Wakil Dekan II periode 2015-2020 FPK saat memberikan paparan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. (Foto: Istimewa)
Ir. Muhammad Arief, M.Kes, Wakil Dekan II periode 2015-2020 FPK saat memberikan paparan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Suasana duka menyelimuti keluarga Civitas Akademika Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga. Salah satu putra terbaik UNAIR Ir. Muhammad Arief, M.Kes, Wakil Dekan II periode 2015-2020 FPK sekaligus dosen yang mengajar program studi Akuakultur meninggal di umur 61 pada Sabtu (9/1/2021) pukul 01.00 WIB dini hari.

Sosok yang kerap Ir. Arief itu merupakan putra kelahiran Lamongan, 23 Agustus 1960. Sebelumnya Ia menjadi dosen Fakultas Kedokteran Hewan dan ditempatkan di Laboratorium Pakanan Ternak, serta mengajar di program studi D3 Budidaya Perairan.

Kemudian, ketika FPK UNAIR terbentuk dengan Program Studi S1 Budidaya Perairan, Ir. Arief tercatat kali pertama menjabat sebagai Ketua Departemen Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perairan (saat ini Departemen Akuakultur) tahun 2009-2010 dan menjadi Wakil Dekan II FPK 2015-2020. Ia juga bertanggung jawab dalam mata kuliah Dasar-Dasar Akuakultur, Manajemen Air Tawar, Manajemen Air Payau, dan Manajemen Pesisir dan Laut.

Ketua Departemen Akuakultur FPK Dr. Akhmad Taufik Mukti, S.Pi, M.Si, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Departemen MKI-BP 2009-2010 mengatakan selama bekerja bersama, Ir. Arief merupakan sosok yang ulet, gigih, pekerja keras, dan penuh motivasi, serta selalu memberikan motivasi kepada Dosen muda untuk terus bekerja dan berkarya.

“Semangat beliau untuk selalu ikut serta dalam kegiatan praktikum lapangan maupun pengabdian kepada masyarakat merupakan bukti nyata keaktifan dan kedisiplinan serta tanggung jawab beliau dalam pekerjaan,” ungkap Dr. Taufik ketika dihubungi UNAIR NEWS Sabtu sore (9/1/2021).

Bahkan beliau, sambung Dr. Taufik, aktif mengikuti rapat-rapat rutin Departemen, kunjungan keluar kampus yang diagendakan Departemen. “Sekitar seminggu yang lalu beliau juga masih sempat berkomunikasi melalui Whatsapp untuk tidak mengikuti Rapat Departemen karena dalam kondisi isolasi di RSUD Dr. Soetomo dan beliau memberikan pesan bagi para staf anggota Departemen, khususnya untuk terus berkarir dan berkarya demi kemajuan Departemen dan FPK UNAIR,” tutur Dr. Taufik.

Konsistensi, semangat, kerja keras, Keakraban, kekeluargaan, rasa tanggung jawab serta pengalaman berorganisasi Ir. Arief merupakan akhlak suri tauladan yang dapat menjadi penyemangat civitas akademika FPK UNAIR. Menilik balik kenangan bersama Ir. Arief, Dr. Taufik ketika berpergian dengan mobil beliau selalu menyalakan alunan Murrotal Al Qur’an melalui radio sebagai kebiasaan beliau.

“Mudah-mudahan kebiasaan beliau tersebut menjadi Syafa’at di alam kubur dan akhirat kelak,” harap Dr. Taufik.

Sementara itu, ketika menjabat sebagai Wadek II FPK, Wadek I Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., MP., Ir. M. mengenanr Ir. Arief merupakan orang yang sabar dan berhati-hati dalam bertindak. Termasuk perhatian terhadap sesama teman dan lingkungan, bahkan sifat perhatian beliau terkadang tidak terpikirkan oleh orang lain.

“Beliau selalu mengajarkan kebaikan dan berpegang teguh pada hablum minallah dan hablum minannaas,” Ujar Dr. Endang.

Tercatat di tahun 2020, meski pandemi, Ir. Arief memimpin tim Pengabdian Masyarakat FPK, membekali pengetahuan probiotik mencegah gagal panen untuk petambak udang Sidoarjo.

Penulis: Dimar Herfano

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu