Angka Sitasi Tinggi, Guru Besar FISIP Jadi TOP Peneliti Terbaik UNAIR Versi Google Scholar

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Guru Besar FISIP UNAIR Prof Bagong Suyanto. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. baru saja menerima penghargaan sebagai TOP #1 peneliti terbaik Universitas Airlangga (UNAIR) versi Google Scholar. Hal tersebut secara resmi diumumkan oleh Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR pada penghujung tahun 2020 kemarin.

Bagi sebagian orang yang mengenal sosok Dekan FISIP itu, kabar tersebut tentu tidak lagi mengejutkan. Pasalnya, Prof Bagong dikenal aktif menulis sejak dirinya menjadi mahasiswa. Berdasarkan data Google Cendekia, hingga kini setidaknya terdapat lebih dari 240 buku dan artikel yang telah ia tulis.

Dalam perangkingan webometrik tersebut, Prof Bagong tercatat mendapatkan nilai H-Index dan jumlah sitasi yang tinggi. Ia mengaku, hal itu turut dipengaruhi oleh kuantitas tulisan.

“Mungkin karena saya kan sudah lama menulis, mulai dari mahasiswa sampai sekarang. Itu mungkin yang membuat skor saya tinggi. Ketika semakin lama menulis, peluang sitasi lebih besar,” ungkapnya ketika dihubungi tim redaksi Rabu malam (6/1/2021).

Bagi dosen berusia 55 tahun itu, menulis tetap menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi ketika karya yang dihasilkan dapat dikutip oleh orang banyak.

Data dari Google Cendekia mengungkapkan, buku Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan yang ia tulis bersama rekannya pada 2004 telah disitasi sebanyak 820 kali. Lalu disusul dengan Metode Penelitian Sosial: Berbagi Alternatif Pendekatan (2015) dengan 730 sitasi. Serta Metode Penelitian Sosial (2005) sebanyak 633 sitasi.

“Saya relatif terus menulis. Setiap tahun ada kegiatan penelitian yang saya lakukan, ada artikel saya tulis, ada buku yang saya terbitkan,” katanya.

Namun yang paling penting, sambungnya, menulis harus istikamah. Artinya terus berlanjut terutama pada bidang-bidang yang sedang ditekuni.

Mengenai prestasi yang ia dapatkan, Prof Bagong percaya hal tersebut adalah salah satu cara untuk membangun budaya akademik. Tujuannya mendorong dosen untuk berkarya lewat tulisan.  

“Semoga ini bisa jadi ilham bagi teman-teman yang lain untuk terus berproduksi menulis dalam bentuk apapun. Mau artikel popular yang sederhana, menulis artikel jurnal, atau menghasilkan buku,” pungkasnya. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu