Promosi Partisipasi Pria Dalam Ber-KB di DTPK dan Daerah Miskin Perkotaan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi KB Pria. (Sumber: SehatQ)

Rendahnya Partisipasi Pria dalam Ber KB

Partisipasi pria dalam ber KB di Indoenesia masih sangat rendah, dimana pria yang menggunakan metode Medis Operasi Pria (MOP) hanya 0,2% sedangkan penggunaan kondom sebesar 3,1% (SDKI 2017), Demikian juga partisipasi pria ber KB di Provinsi Jawa Timur hanya 3,7% dari total Peserta KB baru di tahun 2019.

Kondisi paling memerlukan perhatian adalah di daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan terluar (DTPK) dan daerah miskin, dimana sangat memerlukan terobosan strategi yang sesuai dengan kondisi daerahnya.

Strategi Promosi Kesehatan Partisipasi Pria dalam Ber KB

Strategi yang diperlukan untuk mewujudkan promosi adalah sebagai berikut:

  1. Advokasi

Advokasi merupakan kegiatan yang memberikan bantuan kepada masyarakat melalui pihak pembuat keputusan dan penentu kebijakan. Advokasi merupakan upaya yang strategis dan terencana dengan tujuan mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stakeholders). Dukungan untuk program KB Pria salah satunya diwujudkan dengan adanya dukungan kebijakan yang berpihak pada pelaksanaan KB Pria di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan serta wilayah miskin perkotaan.

  • Dukungan Sosial (Social Support)

Promosi kesehatan akan mudah dilakukan apabila mendapatkan dukungan sosial. Dukungan sosial adalah sebuah kegiatan dengan tujuan untuk mencari dukungan dari berbagai elemen (tokoh masyarakat) untuk menjembatani antara pelaksana program dengan masyarakat sebagai penerima program tersebut. Strategi ini dapat disebut sebagai upaya bina suasana atau membina suasana yang kondusif terhadap kesehatan. Sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana ini adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat (sasaran sekunder), sedangkan untuk sasaran dukungan sosial atau bina suasana lainnya terdiri dari kelompok peduli kesehatan, para pemuka agama, tenaga profesional kesehatan, institusi pelayanan kesehatan, organisasi massa, tokoh masyarakat, kelompok media massa, dan lembaga swadaya masyarakat.

Upaya bina suasana yang dilakukan demi meningkatkan kesertaan KB Pria di DTPK dan wilayah miskin perkotaan dengan mendekatkan akses kepada akseptor. Upaya mendekatkan akses ini salah satunya diwujudkan dengan adanya pelayanan KB bergerak, misalnya melalui kegiatan bhakti sosial dan sejenisnya.

  • Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment Community)

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya promosi kesehatan. Pemberdayaanialah sebuah proses pemberian informasi kepada keluarga atau kelompok dan individu secara terus menerus dan berkesinambungan dengan mengikuti perkembangan masyarakat, serta proses membantu masyarakat supaya masyarakat berubah dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu atau sadar serta dari tahu menjadi mau dan dari mau menjadi mampu untuk melaksanakan program kesehatan yang diperkenalkan.

Pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan KB Pria adalah adanya motivator KB pria dan juga kelompok KB Pria. Motivator KB Pria adalah mereka yang telah menggunakan metode kontrasepsi MOP di lingkungannya yang diharapkan dengan pengalamanya menjadi akseptor MOP dirinya dapat mengajak oranag sekitarnya untuk menjalankan hal yang sama. Sedangkan kelompok KB Pria, adalah suatu perkumpulan dari laki-laki yang telah menggunakan metode kontrasepsi MOP. Tujuan dari dibentuknya kelompok ini adalah agar sesama akseptor bisa saling mengupdate informasi terkait dengan dampak dan efek dari penggunaan metode MOP. Selain itu, akseptor juga dapat menemukan jawaban dari hambatan-hambatan yang mungkin saja terjadi pada dirinya.

  • Kemitraan

Dalam pemberdayaan, bina suasana, dan advokasi, prinsip-prinsip kemitraan harus ditegakkan. Kemitraan dikembangkan antara petugas kesehatan dengan sasarannya dalam pelaksanaan pemberdayaan, bina suasana, dan advokasi. Kemitraan juga dikembangkan karena kesadaran bahwa untuk meningkatkan efektifitas promosi kesehatan, petugas kesehatan harus bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, seperti kelompok profesi, pemuka agaman, LSM, media massa, dan lain-lain.

Rekomendasi

  1. Kemitraan diperlukan untuk mengoptimalisasikan upaya demi meningkatkan kesertaan pria dalam berKB terutama pada wilayah khusus.
  2. Memberikan pelatihan kepada Motivator KB Pria agar informasi yang diberikan kepada calon akseptor lebih rinci dan akurat

Penulis: Lutfi Agus Salim, FKM Universitas Airlangga

Informasi detail dari naskah ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

http://ijop.net/index.php/mlu/article/view/1804

Indah Eka Novita and Lutfi Agus Salim (2020). Health Promotion Strategy for Improving Men’s Participation in Family Planning Program in the Underdeveloped Areas, Borders and Islands and Poor Urban Areas. Medico Legal Update, 20(4): 223-229

https://doi.org/10.37506/mlu.v20i4.1804

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu