Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Lanjutan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi imunisasi lanjutan. (Sumber: Bebe Roosie)

Imunisasi merupakan program prioritas di Indonesia yang dilaksanakan mulai dari pemerintah pusat hingga daerah. Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Secara global, diperkirakan 2- 3 juta kematian per tahunnya karena penyakit difteri, campak, pertusis, polio berhasil dicegah melalui imunisasi, tetapi masih ada sekitar 22 juta bayi di dunia yang belum mendapat imunisasi lengkap dan sebesar 9,5 juta adalah di wilayah Asia Tenggara, termasuk didalamnya Indonesia.

Riskesdas (2013) menyatakan bahwa terdapat peningkatan angka cakupan imunisasi dasar lengkap dari tahun 2007 ke 2013. Pada tahun 2007 angka cakupan imunisasi dasar sebesar 41,6% dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 59,2%, cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebesar 32,1% dan terdapat 8,7% anak tidak pernah diimunisasi sekali.

Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Surabaya dalam lima tahun terakhir selalu di atas 85%. Pada tahun 2018 imunisasi dasar lengkap di Kota Surabaya sebesar 97,77%. Angka ini telah memenuhi target Renstra tahun 2018 sebesar 93,83%. Sedangkan menurut Puskesmas, terdapat 56 Puskesmas (88,89%) yang mencapai target Renstra tahun 2018.

Kebutuhan dasar anak termasuk imunisasi juga harus dipenuhi oleh orang tua. Peran seorang ibu dalam program imu­nisasi sangat penting, sehingga pemahaman tentang imunisasi sangat diperlukan. Begitu juga dengan pengetahuan, kepercayaan dan perilaku kesehatan orang tua.

Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi  

Tujuan penelitian ini adalah mengukur pengetahuan ibu mengenai imunisasi lanjutan di wilayah kerja Puskesmas Jagir tahun 2019. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi. Subjek yang dipilih secara random samping dari tiga kelurahan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pengetahuan dan varibel terikat adalah tindakan imunisasi bayi.

Sebagian besar responden di wilayah kerja Puskesmas Jagir tahun 2019 mengetahui tentang adanya pelayanan imunisasi yaitu 97 persen. Sebagaian besar dari 3 kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Jagir memiliki balita yaitu 73 persen. Sebanyak 77 persen responden mengetahui bahwa adanya pelayanan imunisasi lanjutan. Pengetahuan ibu tentang imunisasi adalah meningkatkan pertahanan dan perlindungan tubuh terhadap infeksi dan berbagai penyakit serius yaitu 75 persen. Sebanyak 70 persen yang mempunyai balita sudah mendapatkan imunisasi lanjutan.

Pemahaman tentang imunisasi sangat dibutuhkan oleh orang tua sebagai dasar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak. Pemberian imunisasi dasar pada anak harus dilandasi dengan adanya pemahaman yang baik dari orang tua tentang imunisasi sebagai upaya menjaga kesehatan anak melalui upaya pencegahan penyakit.

Perlunya Menangkal Rumor Gerakan Anti Imunisasi

Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi pencapaian target cakupan imunisasi, diantaranya adalah rumor yang tidak benar tentang imunisasi, masyarakat yang meyakini bahwa imunisasi menyebabkan anak menjadi sakit, cacat bahkan meninggal dunia. Adanya kampanye hitam Anti Imunisasi saat ini sedang ‘gencar’ di beberapa daerah di Indonesia, baik melalui seminar maupun talkshow anti imunisasi. Mereka juga melakukan gerakan melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, milis, atau blog. Vaksin halal-haram, konspirasi, dan efek samping vaksin yang dapat menyebabkan kecacatan, autisme, bahkan kematian menjadi isu utama yang diangkat oleh kelompok anti imunisasi.

Oleh karena itu sangat penting meningkatkan pengetahuan dan pemahaman seorang ibu untuk memilih dan memilah informasi tentang imunisasi. Mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah. Kemampuan untuk menangkal isu hoax tentang imunisasi ini menjadi kunci berdayanya ibu.

Dengan demikian menjadi kewajiban dari petugas kesehatan untuk terus memberikan so­sialisasi dan edukasi dengan berbagai metode agar dapat diterima oleh ibu yang mempunyai bayi ini agar mempunyai mempunyai pemahaman yang benar tentang imunisasi.

Penulis: Lutfi Agus Salim

Informasi detail dari tulisan ini dapat dilihat pada tulisan kami di: http://ijop.net/index.php/mlu/article/view/1880

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu