Temperatur Ruangan dan Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat Berperan Penting dalam Upaya Pencegahan Tuberculosis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Tribun Lampung

Kualitas fisik udara rumah serta kebiasaan hidup bersih dan sehat, memiliki peran dalam menjaga kesehatan penghuni rumah. Artikel berikut akan menjelaskan peran suhu ruangan dan kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus TB paru. Tuberculosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular infeksi yang pada umumnya menyerang paru, dapat menyebabkan kematian bila tidak mendapatkan pengobatan yang benar. Infeksi TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterum tuberculosis. Penyakit ini dapat ditularkan melalui percikan droplet seseorang yang terinfeksi TB. Sebuah penelitian mengenai faktor yang berhubungan dengan kualitas fisik udara dalam rumah dan kebiasaan hidup bersih dan sehat terkait kasus TB paru dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Banyu Urip Surabaya pada tahun 2018.

Pada penelitian ini diamati 30 rumah yang merupakan rumah penderita TB paru, dan 30 rumah lainnya tidak terdapat penderita TB paru, dengan responden ibu rumah tangga. Sebagian besar ibu rumah tangga di Indonesia dianggap sebagai orang yang paling mengetahui kondisi rumah dan penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat para penghuni rumah. Pada penelitian Amallia dan Adriyani (2020) ini diperoleh hasil bahwa suhu ruang tidur dan penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat berhubungan dengan kasus TB paru. Suhu ruang tidur kurang dari 18oC atau lebih dari 30oC lebih memiliki risiko terjadinya kasus TB paru dibandingkan ruang tidur dengan suhu nyaman (18-30oC). Suhu ruangan lebih dari 30oC mendukung pertumbuhan bakteri Mycobacterum tuberculosis lebih optimal. Suhu ruangan yang nyaman dapat diciptakan dengan menambahkan ventilasi udara agar sirkulasi udara di rumah berjalan dengan optimal. Penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat berupa kebiasan mengepel lantai menggunakan desinfektan secara teratur dan membersihkan langit-langit ruangan menjadi faktor risiko yang bersifat preventif atau dapat mencegah terjadinya penyakit TB. Selain itu, kebiasaan penggunaan masker saat sakit serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar juga perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan TB. 

Menciptakan lingkungan rumah yang nyaman, bersih, dan sehat merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan keluarga. Upaya ini dapat diwujudkan dengan mengkondisikan lingkungan fisik udara dalam rumah (kelembaban, pencahayaan, dan suhu) yang sesuai persyaratan (dapat dilihat pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1077/Menkes/Per/V/2011 tentang Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang Rumah) serta dikuti dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat oleh seluruh anggota keluarga. 

Penulis: Retno Adriyani

Link jurnal terkait tulisan di atas: Relationship between Temperature and Behavior with Pulmonary TB Incidence in Women in the Banyu Urip Health Center Surabaya, Indonesia https://medicopublication.com/index.php/ijfmt/issue/view/46

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu