Perubahan Ultrastruktural Sel Endotel Kerbau Setelah Paparan Pasteurella multocida B:2 Secara In-Vitro

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: Warung Sains Teknologi

Pasteurella multocida B:2 adalah Bakteri Gram negative yang menyebabkan Hemoragik septikemia pada sapi dan kerbau.  Namun, kerbau diketahui lebih rentan terhadap infeksi daripada sapi.  Oleh karena itu, tingkat kematian yang lebih tinggi dilaporkan pada kerbau.  Patogenesis penyakit Hemoragik septikemia melibatkan masuknya pathogen melalui rute intranasal atau oral dan pathogen menyebar dengan cepat melalui sirkulasi darah dalam waktu 16-72 jam menyebabkan septikemia.  Agar septikemia dapat terjadi, pathogen harus melalui sel endotel dan struktur terkait lainnya.

Kerusakan pada sel endotel telah diamati pada awal infeksi yang disebabkan oleh Pasteurella multocida dan spesies bakteri yang berkerabat dekat, Mannhaemia haemolytica. Sebuah studi ultrastruktural sebelumnya mendalilkan bahwa interaksi antara Pasteurella multocida B:2 dan sel endotel host dapat menyebabkan kerusakan berat dan lisis yang memungkinkan Pasteurella multocida B:2 untuk translokasi dari pembuluh darah ke organ dan sebaliknya.  Studi in-vitro mengungkapkan bahwa Pasteurella multocida B:2 memiliki kemampuan untuk melekat dan menyerang sel endotel aorta dan sel paru embrionik sapi.

Namun, belum ada studi yang dilakukan mengenai respon sel endotel kerbau terhadap infeksi Pasteurella multocida B:2 dan endotoksinnya.  Oleh karena kerbau lebih rentan terhadap Hemoragik septikemia, maka studi menggunakan kerbau akan bermanfaat dalam mengevaluasi perubahan ultrastruktural, terutama yang berkaitan dengan tingkat keparahan kerusakan sel endotel.  Bahkan, diketahui bahwa strain Pasteurella multocida yang berbeda diisolasi dari host yang berbeda dengan penyakit berbeda memiliki derajat invasive yang berbeda.  Mengingat kurangnya informasi dan tingginya kerentanan kerbau terhadap Pasteurella multocida B:2, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara in-vitro kerusakan sel endotel kerbau akibat paparan sel utuh dan endotoksin dari Pasteurella multocida B:2.

Sel endotel diambil dari aorta kerbau yang sehat dan disiapkan sebagai kultur sel monolayer.   Kultur sel dibagi menjadi tiga kelompok, dimana kelompok 1 diinokulasi dengan 107 cfu/ml sel utuh Pasteurella multocida B:2, Kelompok 2 diinokulasi dengan endotoksin  Lipopolisakarida yang diekstraksi dari 107 cfu/ml Pasteurella multocida B:2, kelompok 3 diinokulasi dengan media sel kultur steril sebagai kontrol.  Sel diambil pada 0, 6, 12, 18, 24, 36 dan 48 jam pasca-inokulasi untuk diamati dan dinilai perubahan seluler menggunakan mikroskop elektron transmisi.

Sel endotel kerbau dari kelompok 1 dan 2 menunjukkan kerusakan sel endotel dari tingkat sedang sampai lisis sel endotel yang berat, menunjukkan kerusakan seluler akut.  Secara umum, tingkat keparahan perubahan ultrastruktural meningkat sejalan dengan waktu inkubasi, namun tingkat keparahan perubahan seluler antara kelompok 1 dan 2 tidak ada perbedaan yang signifikan pada 18 jam pertama, dan menjadi signifikan setelahnya.   Pada kelompok perlakuan 1 dan 2 menunjukkan secara signifikan perubahan seluler yang lebih berat dibandingkan dengan kelompok kontrol dari 6 jam pasca-inokulasi.  Pada akhir masa penelitian, tingkat keparahan mencapai puncaknya dengan skor 3 untuk kelompok 1 dan skor 2.8 untuk kelompok 2.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan dari sel utuh Pasteurella multocida B:2 dan endotoksin Lipopolisakarida terhadap sel endotel kerbau menyebabkan kerusakan ultrastruktural.  Invasi Pasteurella multocida B:2 pada sel endotel kerbau menyebabkan kerusakan seluler sampai terjadinya lisis.  Penemuan ini menyoroti kemungkinan mekanisme translokasi Pasteurella multocida B:2 melintasi kapiler untuk menghasilkan septikemia dan kematian.

Penulis : Yulianna Puspitasari

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di:

https://bmcvetres.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12917-020-02415-2

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu