Ektrak Daun Gedi Merah Abelmoschus manihot (L.) Medik Bantu Percepat Penyembuhan Luka Bakar Derajad II pada Tikus Putih

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Daun gedi merah. (Sumber: SehatQ)

Luka bakar adalah salah satu masalah umum yang dihadapi di ruang gawat darurat. Luka bakar dapat menyebabkan cedera pada banyak organ yang letaknya jauh dari area yang terbakar. Oleh karena itu, morbiditas dan mortalitas cukup tinggi. Selain kerusakan jaringan langsung dan reaksi inflamasi, infeksi merupakan komplikasi utama yang sering terjadi.

Bagi mereka yang sembuh dari luka bakar, masalah yang paling banyak dialami adalah terbentuknya jaringan parut. Proses penyembuhan luka bakar banyak sekali diteliti hingga saat ini dengan harapan dapat mengurangi masalah yang ditimbulkan pasca luka bakar.  

Pengetahuan tentang fase penyembuhan luka normal melalui fase hemostasis, inflamasi, granulasi dan maturasi sangat membantu untuk memahami prinsip dasar penyembuhan luka. Melalui pemahaman ini, kita dapat mengembangkan penatalaksanaan yang lebih baik untuk merawat luka bakar.

Selama bertahun-tahun, tanaman herbal telah banyak dikembangkan dan digunakan untuk memfasilitasi dan mempercepat proses penyembuhan dan regenerasi jaringan, termasuk luka bakar. Terdapat beberapa penelitian yang menjelaskan terapi alternatif dalam manajemen luka bakar.

Gedi Merah atau Abelmoschus manihot (L.) Medik juga memiliki aktivitas tersebut. Daun Gedi Merah memiliki senyawa aktif seperti hibifolin, stigmasterol, γ-sitosterol, myricetin, cannabistrin, myricetin 3-O-beta-D-glucopyranoside, 2,4-dihydroxy benzoic acid, maleate acid, quercetin, guanosine, adenosine. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa daun Gedi Merah memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antivirus, antiinflamasi dan antioxidan, serta digunakan sebagai bronkitis kronis dan penyakit gigi.

Penelitian telah dilakukan pada hewan model dengan membuat luka bakar derajat II pada tikus dan dilakukan terapi dengan gel ekstrak daun Gedi merah dengan konsentrasi 6,75%, 12,5%, dan 25%. Hasil pengamatan  menunjukkan bahwa proses  penyembuhan luka bakar yang diobati dengan gel yang mengandung ekstrak daun Gedi Merah 12,5% terjadi  lebih cepat dibandingkan dengan pengobatan dengan konsentrasi yang lain termasuk pengobatan standar dengan Silver Sulfadiazine (SSD) 1 persen.

Hal ini dapat disebabkan karena efek positif dari ekstrak daun Gedi Merah pada revaskularisasi, fibroplasia, kontraksi luka, dan sintesis kolagen pada luka bakar tersebut. Selain itu, efek menguntungkan dari ekstrak daun Gedi Merah ini dapat dikaitkan dengan penelitian terdahulu yang telah membuktikan bahwa daun Gedi Merah memiliki aktivitas antibakteri, anti-inflamasi, dan antioksidan.

Ekstrak daun Gedi Merah terbukti memiliki aktivitas penyembuhan luka yang lebih baik dibandingkan dengan efek antibakteri yang dimiliki Silver Sulfadiazin (SSD) 1% standar (pengamatan pada hari ke 15 pasca treatmen). Krim yang mengandung SSD biasanya digunakan untuk mengobati luka bakar karena sifat antibakteri dari SSD. Meskipun krim yang mengandung SSD direkomendasikan sebagai pengobatan standar untuk mengobati luka bakar, terdapat beberapa kasus bahwa penggunaan SSD dapat meningkatkan durasi rawat inap pada pasien. Dapat disimpulkan bahwa perawatan luka dengan gel yang mengandung ekstrak daun Gedi Merah 12,5 menghasilkan penyembuhan luka bakar derajat II yang lebih cepat dan lebih baik dibandingkan perlakuan lain.

Penulis: Bambang Sektiari L.

Artikel lengkapnya dapat dilihat pada link berikut ini:

https://www.sysrevpharm.org/?mno=17656

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu