Cacing Moniezia Sp pada Usus Sapi Menghambat Tumbuh Kembang Ternak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh MasakApaYa

Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia gemar makan daging. Hal ini bisa dilihat dari berbagai macam kuliner tradisonal maupun makanan siap saji yang ada selalu menggunakan daging sebagai bahan baku. Selain itu, masyarakat kelas menengah kebawahpun bisa mengonsumsi daging lewat masakan warung kecil sekalipun. Oleh karena itu, pasokan daging dari peternak merupakan titik vital untuk menjaga kestabilan pasokan daging. Jika pasokan daging tidak bisa mencukupi permintaan pasar, maka harga akan meningkat sampai ketiti tertinggi, sehingga bisa mengakibatkan inflasi. 

Daging sapi merupakan daging yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat. Daging sapi di Indonesia lebih umum dikonsumsi dibandingkan kambig, domba, ataupun babi, dikarenakan tubuh sapi yang besar bisa memasok lebih banyak daging. Selain itu, penduduk indonesia yang didominasi oleh muslim turut berperan dalam angka konsumsi daging sapi. Namun stok sapi yang banyak juga dibayangi oleh ancaman penyakit ternak yang bisa merugikan peternak. Salah satu indikasi penyakit tersebut yakni kandungan cacing jenis Monieza Sp pada usus sapi. Hal ini bisa menyebabkan ternak mudah sakit dikarenakan penyerapan gizi yang menurun dan berkurangnya kekebalan tubuh.

Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekata ekstraksi DNA sapi dan kandungan DNA Monieza Sp didalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cacng jenis Moniezia benedeni ditemukan pada usus sapi. Selain cacing jenis Monieza, juga terdapat juga jenis dari Ordo Taeniidea. Sapi yang terinfeksi ditengarai berasal dari pakan rumput yang tidak sterilda mengandung larva cacng itu sendiri. Selain itu, umur sapi juga mempengaruhi kerentanan infeksi cacing. Sapi yang masih berumur satu sampai tiga bulan lebih rentan terhadap infeksi cacing. 

Sistem imun pada sapi sendiri dapat dibagi menjadi dua, imunitas alami dan imunitas adaptif. Kekebalan alami merupakaan bawaan sejak lahir. Namun hal ini tidak cukup dikarenakan sapi muda ataupun yang baru lahir perlu kekebalan buatan agar bisa bertahan dari penyakit baru yang muncul. Kekebalan jenis ini merupakan lapisan pertama pada semua tubuh sapi  dimana sangat membutuhkan antigen untuk melawan dan mengatasi patogen yang masuk. Biasanya para peternak mevaksin sapi mereka untuk memperkenalkan antigen kedalam tubuh sapi. Kekebalan buatan membuat Limfosit B untuk mengenali antigen tertentu, untuk mengeluarkan antibodi atau imunoglobulin. 

Hal lain yang bisa digunakan untuk membasmi penyakit cacing seperti Monieza yakni menggunakan ramuan anti cacing sederhana seperti bawang putih, jahe, dan labu yang dicampur dalam dosis besar pada makanan sapi.tanaman lain yakni daun basil juga bisa digunakan, Untuk peternak yang juga bertani, hal ini bisa dilakukan dengan bercocok tanam sendiri ramuan tersebut sehingga bisa menekan biaya pengeluaran untuk vaksin dan obat. 

Monieza Sp lebih rentan menyerang sapi muda. Penyebabnya dikarenakan sistem kekebalan tubuh sapi muda belum begitu kuat jika dibandingkan sapi dewasa. Salah satau cara untukmengatasi hal tersebut yakni dengan pemberian vaksin, sehingga antigen bisa diperkenalkan pada tubuh sapi. Alternatif lain yang bisa dipakai yakni dengan mencampurkan ramuan herbal anti cacing pada makanan sapi. Hal ini bisa dilakukan, mengingat para peternak juga bercocok tanam, sehingga bisa ditanam sendiri tanaman tersebut.  

Penulis: Dr. Maslichah Mafruchati M.Si.,drh

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:  http://www.sysrevpharm.org/?mno=31097 Systematic Review in Pharmacy 2020 Wolters Kluwer Medknow Publications E- ISSN: 0976-2779

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu