Peran Pengetahuan, Pengalaman, dan Penggunaan Media Membentuk Sikap Positif Remaja dalam Cegah Perilaku Seksual Pranikah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI perilaku seksual remaja pranikah. (Ilustrasi: https://www.dp3ap2.jogjaprov.go.id)
ILUSTRASI perilaku seksual remaja pranikah. (Ilustrasi: https://www.dp3ap2.jogjaprov.go.id)

Masa remaja adalah saat seseorang memulai menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang signifikan pada organ seksual sekunder sampai dia mencapai kematangan seksual, kelompok ini termasuk individu dari rentang usia 10-19 tahun. Perubahan seksual dan fisik pada remaja mengakibatkan ketertarikan seksual atau dorongan untuk melakukan perilaku premarital seks.

Seks pranikah adalah masalah umum di era saat ini di antara berbagai masalah seksual yang berkaitan dengan remaja di Indonesia. Perilaku seksual pranikah di kalangan remaja meningkat di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan sikap mempengaruhi peningkatan jumlah perilaku seksual pranikah di kalangan remaja.

Sekitar 21 juta anak perempuan berusia 15-19 tahun tahun di negara berkembang mengalami kehamilan setiap tahun. Dan hampir setengah dari kehamilan ini (49%) adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Hal ini berarti sekitar 38 juta anak perempuan berusia 15-19 tahun berisiko mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Di tahun 2008, Indonesia mencatat 2,4 juta aborsi dan 21% dilakukan pada masa remaja Di tahun 2012, Indonesia memiliki angka kehamilan yang tidak terduga sebesar 14%. Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan data dari tahun 2010, yaitu sekitar 5,8%. Kondisi ini perlu dicegah dengan melakukan upaya edukasi pada remaja sehingga mereka memiliki sikap positif untuk melakukan perilaku pencegahan prematiral seks pada remaja.

Teori perilaku menyebutkan bahwa tiga faktor yang mempengaruhi sikap adalah pengetahuan, pengalaman, dan akses ke media untuk mencegah perilaku seks pranikah di kalangan remaja. Artikel yang berjudul “Emerging Premarital Sexual Behavior among Adolescent in Indonesia: The impact of Knowledge, Experience, and Media Use to Attitudes” menunjukkan kepada pembaca tentang bagaimana remaja SMA usia 15-19 tahun memahami upaya pencegahan premarital sex berdasarkan pengalaman yang mereka miliki dan akses informasi yang mereka dapatkan. Hasil penelitian dalam artikel ini disajikan secara mendalam karena menggunakan desain penelitian kualitatif yang bertujuan mengeksplorasi variable penentu sikap mereka terhadap upaya pencegahan premarital seks di kalangan remaja.

Informasi dalam artikel ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para stakeholder terkait untuk merancang program edukasi bagi remaja dalam upaya mencegah perilaku seksual berisiko yang lebih efektif karena mempertimbangkan sikap siswa, pengalaman dan ketersediaan informasi yang ada. (*)

Penulis: Ira Nurmala

Informasi detail dari studi artikel ini dapat dilihat pada Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, edisi October-December 2020, Vol. 14, No. 4 Artikel dapat diakses melalui link berikut: http://medicopublication.com/index.php/ijfmt/article/view/12043/11068

Nurmala, I., Ahiyanasari, C.E., Muthmainnah, Wulandari, A., Devi, Y.P.,
Pathak, R., Pathak, Y.V. 2020.
Emerging Premarital Sexual Behavior among Adolescent in Indonesia: The impact of Knowledge, Experience, and Media Use to Attitudes. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, 14 (4).

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu