Mahasiswa UNAIR Berdayakan Masyarakat Manfaatkan Panel Surya untuk Penerangan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Kegiatan pemasangan panel surya oleh tim PHP2D JIMM dan pihak desa di Desa Ko’ol Timur, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur pada Minggu (20/12/20). (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi. Poin tersebut menjadi acuan bagi mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berdayakan masyarakat desa Ko’ol Timur, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Mahasiswa yang tergabung dalam program holistik pemberdayaan dan pembinaan desa (PHP2D) Jama’ah Intelektual Mahasiswa Muslim Fakultas Sains dan Teknologi (JIMM FST) tersebut berupaya memberdayakan warga desa melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya.

Menurut Ahmad Rosyid Ridlo selaku ketua menuturkan bahwa selain untuk penerangan jalan fokus utama penggunaan listrik tersebut juga dimanfaatkan untuk pompa air yang digunakan warga saat musim kemarau.

“Kami bekerja sama dengan pihak desa dan juga dengan pihak kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral, Red) dalam impelentasi program ini, baik secara teknis maupun finansial,” tutur mahasiswa Fisika tersebut pada Minggu (27/12/20).

Bagi Rosyid-sapaan akrabnya- kegiatan tersebut tak luput dari kendala di lapangan. Terdapat beberapa hal yang dihadapi dalam implentasi teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang merupakan hal baru bagi masyarakat desa.

“Seperti kami melakukan pengenalan dari mulai alat, mekanisme kerja, perawatan alat, dan juga perawatan kepada masyarakat maupun kepada perangkat desa setempat,” tambah ketua JIMM tahun 2019 tersebut.

Untuk penempatan alat-alat PLTS (Pembangkit listrik tenaga surya, Red) dilakukan kesepakatan dengan pihak desa dengan peletakan di lahan milik desa. Kegiatan yang berakhir pada Jumat (25/12/20) terebut ditutup dengan penyerahan simbolis dan sosialisasi.

Dengan program tersebut, Rosyid berharap ke depannya program yang sudah diimpelementasikan tersebut bisa menjadi suatu kegiatan transfer ilmu dari tim selaku mahasiswa yang mempunyai kewajiban untuk menunaikan satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

“Selain itu ke depan juga kami berharap desa kool ini mampi menjadi pioneer atau desa percontohan bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan teknologi, utamanya teknologi pembangkit listrik tenaga surya ini,” pungkasnya. (*)

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu