Membran Amnion sebagai Pengganti Jaringan Saluran Uretra

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi: Alodokter

Membran amnion adalah selaput tipis yang melapisi ari-ari yang lahir bersama bayinya. Membran amnion terdiri dari satu lapisan epitel, serta stroma yang tidak memiliki pembuluh darah maupun saraf. Nutrien yang masuk didapatkan melalu difusi dari cairan amnion. Membran amnion berasal dari sel epiblast sebelum terjadi gastrulasi, beberapa literatur berpendapat bahwa sejumlah sel punca yang berasal pada masa kehamilan masih bertahan, maka diduga memiliki kadar sel punca mesenkimal  yang tinggi serta mengandung growth factor, sitokin, dan matriks ekstra seluler dalam jumlah yang besar,  sehingga sangat mungkin dapat menjadi matriks bagi pertumbuhan sel sel penyembuhan. 

Banyak percobaan serta aplikasi yang menggunakan membran amnion sebagai pengganti jaringan yang rusak. Antara lain sebagai penutup luka pada kulit yang mengalami luka bakar, untuk mempercepat pertumbuhan jaringan granulasi sehingga diharapkan tumbuh kulit baru. Membran amnion juga sudah dipakai sebagai pengganti selaput otak yang kurang. Bahkan membran amnion juga dapat dipakai sebagai penutup selaput mata, sebagai proteksi penyembuhan.

Saluran uretra (saluran kencing pada laki laki) adalah jaringan yang sulit penyembuhannya bila terjadi trauma, mengalami infeksi serta kerusakan akibat cacat bawaan dari lahir. Manajemen pembedahan pada cacat uretra masih menjadi kontroversi dan merupakan tantangan bagi ahli bedah karena belum ada material sintetis yang dianggap ideal sebagai substitusi uretra. Walau banyak jaringan sekitar uretra dapat dipakai sebagai pengganti, akan tetapi komplikasi yang diakibatkan juga banyak.

Akhir akhir ini mukosa rongga mulut ternyata dapat dipakai sebagai pengganti saluran uretra dengan hasil yang baik, akan tetapi menimbulkan masalah pada bibirnya. Sebanyak kurang lebih 40 persen pasien dengan luka di mukosa rongga mulut setelah diambil untuk memperbaiki saluran uretranya mengalami keluhan, antara kesakitan saat mengunyah, mati rasa pada bibir, serta perubahan bentuk bibir. Maka diperlukan suatu jaringan yang dapat dibentuk saluran sebagai alat pengganti saluran yang cacat.

Membran amnion yang dibentuk saluran sebagai pengganti saluran uretra adalah barang mati yang ditanam agar dapat hidup. Maka akan sulit diharapkan sel-sel akan bertumbuh di saluran tersebut. Untuk itu saluran dan membran amnion tersebut perlu diberi sel agar dapat tumbuh sesuai dengan harapan bahwa saluran tersebut dapat berfungsi sefisiologis mungkin. Adanya sel punca yang ditanam pada membran amnion sebagai progenitor terbentuknya sel-sel uretra akan mempermudah pertumbuhan membran amnion yang dibentuk sebagai saluran uretra.

Pada penelitian mengganti uretra kelinci dengan membran amnion yang dibentuk sebagai saluran yang sebelumnya ditanami sel punca menghasilkan jaringan uretra yang sangat baik. Bahkan sambungan antara membran amnion dengan saluran uretra yang asli tidak dapat dilihat perbedaannya. Maka dengan penelitian ini diharapkan persoalan kecacatan saluran kencing akibat trauma, infeksi dan kelainan bawaan dapat ditangani dengan mudah.

Setelah keberhasilan membuat saluran dengan membran amnion sebagai pengganti saluran uretra, maka terpikir membuat pabrikasi saluran uretra dengan bahan pokok membran amnion yang ditanam sel punca. Dengan demikian menjadi bahan siap pakai yang dapat dipakai setiap saat bila diperlukan.

Saat ini bank jaringan RSUD Dr.Soetomo telah lama dapat memproduksi membran amnion kering dalam bentuk lembaran. Lembaran membrane amnion ini sudah diperjual belikan serta dipakai untuk segala macam keperluan untuk mempercepat pertumbuhan jaringan kulit. Maka produk membran amnion ini dapat dibentuk saluran dan ditanami sel punca mesenkimal untuk dapat dipakai sebagai subsitusi jaringan. Mungkin sekali jaringan lain dengan bentuk saluran dapat diganti dengan produk tersebut. Oleh karena itu diperlukan penelitian-penelitian yang berbasis produk yang dapat bernilai jual. Sebagai institusi Pendidikan diharapkan juga mempunyai produk yang dapat dipakai sebagi penunjang dana Pendidikan.

Penulis : IGB Adria Hariastawa

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://reader.elsevier.com/reader/sd/pii/S2405857220300103?token=E40452A61A905E0F33E50AE8BBF8A209CFDE9DEB8833AA7F3FF4042D3910C47A2408106DB03759D7B9CCCDBD4EF6CD4C

Hariastawa IA, Rantam FA, Hardjowijoto S, The Application of Dried Amniotic Membrane Scaffold with Adipose Derived-Mesenchymal Stem Cell Seeding as Graft in Urethral Reconstruction (Experiment on Rabbit), International Journal of Surgery Open, https://doi.org/10.1016/j.ijso.2020.02.004

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu