Cepat Hanya 3 Bulan, Jipk Menjadi Jurnal Pertama Unair Terindeks Scopus

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI Pengumuman oleh LIPJPHKI. (Foto: LIPJPHKI)
ILUSTRASI Pengumuman oleh LIPJPHKI. (Foto: LIPJPHKI)

UNAIR NEWS – Jurnal Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga bernama Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan (JIPK) berhasil terindeks Scopus. Kabar tersebut membahagiakan lantaran JIPK merupakan jurnal UNAIR pertama yang terindeks Scopus.

Prof. Dr. Sri Subekti drh., DEA., selaku pemimpin redaksi, mengungkapkan rasa syukur atas indeksasi pencapaian yang berhasil diraih oleh JIPK.

“Kerjasama sangat diperlukan, saling menyemangati, sehingga upaya untuk perbaikan selalu ada, dan JIPK selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya..

Prof. Sri mengatakan prestasi JIPK dibutuhkan perjuangan yang tak mudah, terlebih JIPK merupakan jurnal termuda di UNAIR yang sudah tersedia sejak tahun 2009 menginjak tahun kedua belas, JIPK berhasil terindeks nasional SINTA 2 dan indeksasi lainnya seperti DOAJ, Advanced Science Index (ASI), Google Scholar, Dimensions, Crossref, WorldCat, B.A.S.E., dan masih banyak lagi.

Ketika Prof. Sri menghadiri kegiatan bersama peneliti, sikap gigih, dan pantang menyerah ditunjukkan oleh Prof. Sri dalam mengenalkan JIPK ke kalangan peneliti Nasional maupun Internasional.

“Setiap orang perlahan saya hubungi, ada yang menerima dan ada yang tidak. Namun hal tersebut nantinya menambah relasi kedepannya,” Ujar Prof. Sri.

JIPK terindeks Scopus dalam kurun waktu 3 bulan pada Senin (07/12/2020) setelah meraih indeks tersebut, JIPK yang awalnya terindeks SINTA 2 naik satu tingkat menjadi SINTA 1 pada besoknya, Selasa (08/12/2020). Tahun 2020, JIPK terdiri dari 56 penulis dari 37 institusi yang tersebar dari 5 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Australia, China dan New Zealand

Rozi, S.Pi., M.Biotech, Manajer Editorial, mengungkapkan durasi indeksasi JIPK terbilang cepat. Kelengkapan jurnal, sitasi antar jurnal yang terhubung secara online, kelengkapan konten website dan diversitas (keragaman penulis global) author dan editor menjadi hal yang diperhatikan persiapan indeksasi Scopus.

“Untuk persiapan indeksasi Scopus JIPK, kami melakukan bench marking lebih ke 50 jurnal terindeks Scopus. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran dalam melakukan persiapan tersebut,” Papar Rozi.

Sementara itu, Sekretaris LIPJPHKI (Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan dan Hak Kekayaan Intelektual) UNAIR Ferry Efendi S.Kep.Ns., M.Sc., PhD mengungkapkan bahwasanya JIPK terindeks Scopus menjadi gerbang pembuka untuk jurnal di UNAIR guna berpacu meningkatkan reputasi di kancah jurnal internasional, terutama terpacu dalam terindeks internasional.

“JIPK sangat beruntung, sudah rezekinya terindeks Scopus,” Kata Ferry.

Jurnal di UNAIR memiliki target tertentu, dalam hal itu LIPJPHKI melakukan pendampingan intens dengan membentuk tim khusus yang berfungsi membantu tim Jurnal mencapai target tersebut

Tim khusus tersebut dibentuk bertujuan untuk memastikan jurnal yang akan melakukan assesment mencapai level minimum setiap indikator. Selain itu, LIPJPHKI akan bekerja sama dengan Elsevier dalam hal peningkatan kapasitas pengelola jurnal serta memberikan Insentif pengelolaan anggaran jurnal apabila target tercapai.

“Dengan begitu mereka bisa menunjukkan kinerja yang tertinggi dan diberikan apresisasi oleh universitas sehingga kualitas mutu bisa tertata dan lebih baik.” ,” Jelas Ferry saat dihubungi UNAIR NEWS Jumat (19/12/2020)

“Sudah cukup strategik dan inovatif dalam membantu jurnal-jurnal UNAIR yang akan melakukan indeksasi,” Lanjut Ferry.

Kedepan LIPJPHKI bekerja sama dengan Elsevier dalam hal peningkatan kapasitas pengelola jurnal. Dengan begitu tahun depan akan ada banyak workshop dari Elsevier dengan UNAIR/ (*)

Penulis: Dimar Herfano

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu