Uji Diagnostik Tes Cepat Malaria Plasmotec ®Malaria-3 Menggunakan Baku Emas Uji Mikroskopis

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sumber: KlikDokter

Berbagai metode diagnostik malaria telah dikembangkan sejak WHO menyatakan pentingnya pemeriksaan yang baru, cepat, mudah, akurat, dan murah dalam mendeteksi malaria Plasmodium. Hal ini sebagai cara mengatasi berbagai kekurangan pemeriksaan mikroskop sebagai baku emas. Kekurangan pemeriksaan mikroskopis meliputi ketidakmampuan mendeteksi parasitemia yang sangat rendah (titer rendah), sehingga tidak bermanfaat pada daerah non-endemis malaria, sering tidak dapat mengidentifikasi infeksi campuran (mixed infection) dan membutuhkan waktu serta keahlian dalam membaca preparat mikroskop.

Metode pemeriksaan lain yang dikembangkan untuk mendiagnosis malaria adalah pemeriksaan dengan mendeteksi protein atau enzim yang dihasilkan oleh Plasmodium, berupa protein spesifik Plasmodium falciparum yaitu Histidine-Rich Protein 2 (HRP-2) atau Plasmodium vivax spesifik Plasmodium Lactate Dehydrogenase (Pv-pLDH) ) dan Plasmodium Lactate Dehydrogenase (pLDH) non-spesifik. Cara ini sudah banyak digunakan dan dianggap sebagai alternatif pemeriksaan malaria.

Pemeriksaan enzim komersial umumnya menggunakan teknik serologis dengan mendeteksi antigen, seperti Tes Cepat Malaria atau Immunochromatography Test (ICT) dan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Tes ini mendeteksi tiga protein sekaligus. Saat ini yang tersedia di pasaran salah satunya adalah Plasmotec ® Malaria-3 (PT Indec Diagnostics, Jakarta, Indonesia) dan Palutop ® + 4 Optima (All. Diag, Strasbourg , Prancis). Plasmotec ®Malaria-3 cukup banyak digunakan di Indonesia, namun penelitian tentang RDT ini masih sangat sedikit. Itulah alasan bagi para peneliti untuk meneliti Plasmotec ®Malaria-3.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai diagnostik dan membandingkan hasil deteksi antigen spesies Plasmodium menggunakan tes cepat Plasmotec® Malaria-3 terhadap mikroskopi sebagai baku emas dan menentukan indeks cut-off antigen parasitemia spesies Plasmodium menggunakan Plasmotec® Malaria-3.

Penelitian ini berlangsung dari November 2018 – Juni 2019. Sebanyak 105 sampel whole blood diperoleh dari RSUD Merauke dan ditampung menggunakan tabung Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA). Selanjutnya pemeriksaan sampel EDTA dilakukan di Laboratorium RSUD Merauke secara mikroskopis dengan tetesan darah kental dan tipis untuk identifikasi spesies Plasmodium dan penghitungan Parasitemia Index (PI), kemudian sampel diperiksa menggunakan Plasmotec® Malaria -3 RDT.

Deteksi positif dan antigen dari spesies Plasmodium di Plasmotec ®Malaria-3 diperoleh melalui garis atau pita yang muncul pada uji garis. Plasmotec ®Malaria-3 menggunakan metode ICT, dengan membran nitroselulosa yang dilapisi dengan antibodi anti-pLDH non-spesifik dari Plasmodium spp. (P. falciparum, P.vivax, P. malariae, P.ovale) pada jalur uji Pan, antibodi anti-pLDH spesifik P. vivax pada jalur uji Pv dan anti-Histidine Rich Protein II (HRP khusus P. falciparum).

Sebanyak 105 sampel, masing-masing didapatkan hasil positif dari uji mikroskop Plasmodium positif sebanyak 54 (51,42%) sampel dan Plasmodium negatif sebanyak 51 (48,58%) sampel. Lima puluh empat sampel positif Plasmodium secara mikroskopis, diperoleh 54 (100%) Plasmodium positif dalam Plasmotec® Malaria atau positif benar, sedangkan dari 51 sampel negatif Plasmodium secara mikroskopis, 50 (98,04%) adalah Plasmodium negatif dari Plasmotec ® Malaria atau negatif benar dan 1 (0,96%) Plasmodium positif dalam Plasmotec ® Malaria atau positif palsu. Nilai diagnostik Plasmotec ® Malaria-3 terhadap mikroskopis terdiri dari positif benar = 54 = 1, negatif benar = 50 dan negatif palsu = 0, kemudian Sensitivitas = 100% dan Spesivisitas = 98,04% PPV = 98,18%, NPV = 100%, LR + = 51, LR- = 0 dan akurasi diagnostik = 99,05%.

Hasil sensitivitas dan spesifisitas PlasmotecMalaria-3 pada mikroskop gold standard diperoleh nilai yang tinggi yaitu 100% dan 98,04%.

Plasmotec ®Malaria-3 adalah tes diagnostik cepat malaria yang menggunakan empat jalur tes dan menargetkan tiga protein malaria, yaitu protein spesifik Plasmodium falciparum (HRP-2), LDH spesifik Plasmodium vivax (Pv-LDH) dan non-spesifik Plasmodium LDH. (pLDH). Uji Mikroskopis sebagai baku emas memiliki banyak kekurangan dan ketersediaan Tes cepat malaria dalam mendeteksi tiga protein masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik Plasmotec ®Malaria-3 terhadap gold standard microscopy, membandingkan Plasmotec ®Malaria-3 dan deteksi spesies antigen mikroskop, menentukan cut-off Parasitemia Index (PI) menggunakan Plasmotec ®Malaria-3. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan 105 sampel darah lengkap yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah Merauke Papua yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel diperiksa dengan tetes kental dan tipis kemudian diperiksa dengan Plasmotec® Malaria-3. Nilai diagnostik Plasmotec ® Malaria-3 terhadap mikroskop adalah Sn 100%, Sp 98,04%, PPV 98,18%, NPV 100%, LR + 51, LR-0, akurasi diagnostik 99,05%.

Perbandingan spesies Plasmodium antara Plasmotec ® Malaria-3 dan mikroskop tidak berbeda nyata, p-value = 0,172. Cut-off PI pada P. falciparum dan P.vivax pada Plasmotec® Malaria-3 berdasarkan kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) tidak dapat ditentukan dengan AUC = 0,577, p-value = 0,385 dan AUC = 0,423, p -nilai = 0,385, masing-masing.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbandingan spesies Plasmodium antara Plasmotec ® Malaria-3, dan mikroskop tidak berbeda nyata. Penelitian ini menyarankan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui nilai diagnostik Plasmodium non-falciparum dan non-vivax terhadap Plasmotec®     Malaria-3.

Penulis : Puspa Wardhani

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :

https://indonesianjournalofclinicalpathology.org/index.php/patologi/article/view/1529

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu