Vasopressor Dependency Index sebagai Parameter Prognosis yang Cepat pada Pasien Syok Sepsis di IRD dan ICU

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Syok adalah kegagalan sirkulasi yang mengancam jiwa bersifat akut, terkait penggunaan oksigen yang tidak memadai oleh sel sebagai akibat dari gangguan peredaran darah dalam memberikan jumlah oksigen untuk memenuhi permintaan oksigen jaringan, yang menyebabkan disfungsi sel. Syok dapat menyebabkan peningkatan laktat, gangguan mikrosirkulasi, dan kematian sel. Berdasarkan etiologi, penyebab paling umum terjadinya Syok adalah syok septik (62,2%), syok kardiogenik (16,7%), dan syok hipovolemik (15,7%). Kejadian Syok telah meningkat setiap tahun; tingkat kenaikan telah mencapai 2,7% per tahun. Tingkat kematian rata-rata karena syok terjadi dalam 7 hari dan 90 hari adalah 23,1% dan 40,7%.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan outcome pada pasien syok septik berdasarkan nilai Vasopressor Dependency Index (VDI) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan Kohort preospektif. Kriteria sampel penelitian yaitu pasien syok sepsis dengan Skor SOFA 3 di Ruangan Resusitasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, berusia >17 tahun, bukan ibu hamil, bukan pasien dengan malignant, bukan pasien dengan gangguan imunologi atau pengidap HIV, bukan pasien yang kekurangan HPA (Hypothalamus Pituitary and Adrenal), bukan pengguna obat kortikosteroid jangka panjang, dan menyetujui prosedur penelitian.

Diagnosis sepsis ditegakkan oleh dokter yang bertugas di Ruang Resusitasi. Pasien yang telah didiagnosis sebagai sepsis, selanjutnya diukur MAP (Mean Arterial Pressure) sebelum diberikan terapi Vasopressor. Pengukuran MAP menggunakan tekanan darah non invasif (NIBP) di lengan kiri. Dosis vasopressor dan MAP tercatat pada 10 menit, 1 jam, 6 jam, 12 jam, 24 jam, dan 48 jam setelah pemberian vasopressor. Vasopressor Inotropic Score (VIS) dihitung menggunakan rumus: (dosis dopamin x 1) + (dosis dobutamin x 1) + (dosis epinefrin x 100) + (dosis katarepinefrin x 100) + (dosis fenusefrin x 100). Dosis Vasopressor menggunakan satuan μg/kgBW/menit. Pasien yang meninggal sebelum 48 jam, dosis vasopressor terakhir dan MAP mereka akan dicatat. Indeks dependensi vasopressor diukur pada 10 menit, 1 jam, 6 jam, 12 jam, 24 jam, dan 48 jam menggunakan rumus: VDI=Skor vasopressor/MAP. Outcome semua pasien setelah 7 hari dicatat dalam pengumpulan data dan lembar pengamatan penelitian. Data dianalisis menggunakan metode regresi logistic dengan IBM SPSS versi 20.0.

Mayoritas pasien syok septik menerima perawatan obat norepinefrin (80,0%) sebagai vasopressor awal, yang digunakan untuk mencapai dan mempertahankan target MAP sebesar >65 mmHg. Tidak ada pasien yang menerima terapi dopamin atau dobutamin sebagai obat vasopressor awal untuk mencapai dan mempertahankan target MAP >65 Mmhg.

Persentase pasien syok septik, yang survive yaitu 61,4% sedangkan persentase pasien syok septik yang meninggal dalam 7 hari yaitu 38,6%. Terdapat perbedaan outcome dari pasien syok septik berdasarkan VIS (Vasopressor Inotropic Score) dengan nilai rata-rata pasien yang hidup 7,28 (95% CI, 3,77-10,78, p=0,002), sedangkan nilai rata-rata pasien yang meninggal yaitu 18,11 (95% CI, 13,45-22,78, p=0,002). Perbedaan Outcome pasien septik yang hidup berdasarkan rata-rata nilai VDI  yaitu 0,106 (95% CI, 0,039-0,174, p =0,000, sedangkan rata-rata nilai VDI untuk pasien yang meninggal yaitu 0,255 (95% CI, 0,199-0,310, p= 0,000).

Berdasarkan analisis regresi logistik bivariat, nilai VIS pada menit ke-10 dan jam ke-1 , VDI pada menit ke-10, VDI jam ke-1, dan VDI rata-rata tidak memiliki efek yang signifikan pada outcome pasien dalam 7 hari perawatan, namun nilai VIS dan VDI berpengaruh signifikan terhadap hasil pasien secara keseluruhan. Berdasarkan analisis regresi logistik backward stepwise, nilai VIS dan VDI pada jam ke-24 dan jam ke-48 memiliki efek paling signifikan pada outcome pasien dalam 7 hari perawatan.

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan, ada perbedaan hasil dalam syok septik pasien dalam 7 hari perawatan berdasarkan nilai Vasopressor Dependency Index. VDI sebagian besar mempengaruhi outcome pasien dalam 7 hari perawatan berada pada jam ke-24 dan ke-48 dengan ambang batas VDI pada jam ke-24 yaitu 0,176/mmHg (sensitivitas 81,8%, spesifisitas 85,2%, AUC 0,909, 95% CI 0,818-1000, p=0,000) dan Ambang batas VDI pada jam ke-48 adalah 0,150 /mmHg (Sensitivitas 88,9%, Spesitifitas 92,6%, AUC 0,938, 95% CI 0,859-1000, p=0,000). Nilai VDI dapat memprediksi outcome dari pasien syok septik dalam 7 hari perawatan selain menggunakan skor SOFA.

Penulis: Dr. Arie Utariani, dr., SpAn., KAP

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Wicaksono IA, Utariani A, Kuntaman. Vasopressor dependency index: A quick prognostic parameter of septic shock patient in emergency and intensive care unit in remote area. Crit Care Shock. 2020;23(2):85–94.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu