Teknik Modifikasi BISHOP–KOOP pada Anastomosis Jejunum Proksimal Melindungi Anastomosis Dari Kebocoran

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh semantic scholar

Kebocoran anastomosis pada operasi jejunum telah menjadi penyebab masalah utama morbiditas dan mortalitas pasca operasi. Risiko kebocoran pada anastomosis jejunum proksimal sangat tinggi karena dekompresi tidak dapat dilakukan dengan sempurna. Ekskresi tinggi kelenjar Brunner, empedu, pankreas, duodenum dan jejunum, dan juga karena kondisi usus yang paralitik paska operasi peritonitis generalisata menyebabkan banyak penumpukan cairan dalam jejunum yang dapat menyebabkan kebocoran anastomosis. Dalam kasus ini, kami melakukan dekompresi anastomosis lebih efektif dengan menggunakan teknik Bishop-Koop yaitu dengan memasukkan pipa dekompresi ke arah proksimal bersama dengan pipa nutrisi pada ke arah distal anastomosis. Berbeda dari studi yang dilaporkan sebelumnya yang membutuhkan lebih dari satu kali operasi untuk melakukan dekompresi.

Seorang pria berusia 61 tahun datang ke rumah sakit dengan diagnosis klinis perforasi peritonitis karena penyebab yang tidak jelas, Foto polos abdomen dan CT Scan juga tidak dapat menunjukkan sumber perforasi. Kami memutuskan untuk melakukan laparotomi darurat. Pada operasi, kami menemukan kebocoran terletak 20 cm distal dari ligamentum Treitz di bagian antimesenterika jejunum. Kami melakukan reseksi segmental dari jejunum 10 cm proksimal dan 10 cm distal dari tepi luar perforasi kemudian anastomosis dari ujung ke sisi dari jejunum (Bishop-Koop). Segmen bagian distal dari jejunum dibawa keluar untuk dekompresi untuk melindungi anastomosis. Untuk mencegah kebocoran anastomosis, kami memasang nasogastrik 14 FR ke arah proksimal anastomosis untuk dekompresi dan kateter 14 FR lainnya ke arah distal untuk nutrisi. Pada hari ke-4 tidak ada tanda-tanda kebocoran anastomosis, mulai pemberian nutrisi enteral melalui kateter distal untuk merangsang fungsi usus. Pada hari ke 25 pasien sudah bisa makan dengan normal, kemudian pipa dekompresi dan pipa nutrisi dicabut, dan luka bekas pipa pada dinding perut akan tertutup dengan sendirinya. Pasien meninggalkan rumah sakit setelah total perawatan selama 30 hari.

Kebocoran anastomosis pada operasi jejunum menjadi penyebab masalah utama morbiditas dan mortalitas paska operasi. Membuat anastomosis pada jejunum proksimal sangat beresiko bocor karena tingginya ekskresi Kelenjar Brunner, duodenum, jejunum, empedu dan pankreas. Pada kondisi septik yang disebabkan oleh peritonitis usus mengalami paralitik sehingga terjadi penumpukan cairan dalam jejunum mengakibatkan kebocoran anastomosis. Berbagai rekonstruksi gastrointestinal autologus telah diusulkan di literatur untuk memecahkan masalah ini namun kerugiannya, pasien harus menjalani beberapa kali operasi berikutnya. Untuk mencegah kelemahan tersebut, kami melakukan anastomosis pada ujung jejunum segmen proksimal dan sisi jejunum segmen distal. Segmen distal jejunum dibawa keluar sebagai stoma eksternal (Bishop-Koop stoma). Kami memodifikasi teknik ini dengan menutup tungkai distal jejunum dengan memasukkan 2 pipa untuk dekompresi dan nutrisi sebagai pelindung anastomosis dari kebocoran dan untuk memberikan nutrisi lebih awal. Jika terjadi kebocoran anastomosis, maka pasien berisiko mengalami peritonitis atau fistula enterokutan yang tinggi. 

Pada kasus ini, kami cukup meletakkan kateter Foley 14-Fr dan pipa NG 14-Fr melalui garis anastomosis untuk dekompresi isi jejunum tanpa melakukan duodenostomi atau gastrostomi. Selain itu, kami tidak perlu lagi melakukan operasi berikutnya yaitu tutup jejunostomy. Ke dua pipa dekompresi dan pipa nutrisi dicabut dengan mudah dan luka pada dinding perut akan menutup dengan sendirinya. Metode Bishop-Koop yang dimodifikasi ini melindungi anastomosis primer dan menurunkan kemungkinan komplikasi akibat kebocoran anastomosis. Melakukan anastomosis dari ujung ke ujung pada kasus perforasi jejunum proksimal pada kondisi perut yang terinfeksi berisiko terjadi kebocoran, karena isi jejunum yang banyak ditambah dengan ileus paralitik pasca operasi. Anastomosis modifikasi Bishop-Koop dengan menempatkan pipa dekompresi ke arah proksimal dan pipa nutrisi kearah distal adalah prosedur yang aman untuk mencegah kebocoran anastomosis dan pemberian nutrisi enteral lebih awal.

Penulis: Vicky S. Budipramana, Putu Ayu Saraswati

Link jurnal: BISHOP–KOOP modification technique following proximal jejunal anastomosis: A case report https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2049080120301667

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu