Tanaman Pohon Naga Si Imut Penyapu Pollutan Pb Udara Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh ANTARA Foto

Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan dan menurut Moestikahadi (2001) mengatakan, perubahan lingkungan udara pada umumnya disebabkan pencemaran udara. Umumnya pada jalan-jalan besar, kontribusi polutan sebagian besar berasal dari hasil pembakaran pada kendaraan bermotor yang melewati jalan di kota tersebut. Salah satu polutan yang dikeluarkan dari proses pembakaran bahan bakar adalah timbal (Pb) dan dampak negatif Pb terhadap manusia berbahaya, maka diperlukan tindakan untuk mereduksi timbal Pb dari udara salah satunya menggunakan tumbuhan.

Tanaman Dracaena marginata tricolor merupakan tanaman semak yangsering kita jumpai di jalan protokol Kota Surabaya sebagai tanaman peneduh jalan selain itu dapat juga kita jumpai sebagai tanaman hias di beberapa taman di Kota Surabaya, lebih dikenal sebagai pohon naga, adalah tanaman berdaun kaku yang menarik dan imut. Untuk itu, perlu dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui tingkat akumulasi dan kandungan timbal (Pb) dalam daun tanaman Dracaena marginata dengan metode SSA (Spektroskopi Serapan Atom) untuk mengukur kadar kandungan timbal Pb .

Rancangan penelitian yang digunakan  adalah observasional dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Penelitian ini meneliti perbedaan kandungan timbal (Pb) dan jumlah stomata pada tanaman Dracaena marginata tricolor. Pengambilan dilakukan pada tiga lokasi yang berbeda antara lain, Bundaran Dolog Surabaya yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, Jl. Gading Ketabang yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang sedang dan kawasan Kebun Bibit 2 Surabaya yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang rendah, dan dilakukan pada bulan Februari hingga Maret sebanyak 3 kali pengambilan. Setiap lokasi diambil sebanyak 3 tanaman. Setiap tanaman diambil sebanyak tiga helai daun, yaitu pada daun urutan ke 5, 6 dan 7. Sampel daun Dracaena marginata tricolor yang telah diambil kemudian disimpan ke dalam kantung plastik yang telah diberi label untuk selanjutnya dilakukan pengamatan jumlah stomata dengan menggunakan mikroskop pada perbesaran 400x.

Pembuatan preparat stomata ini menggunakan metode replika diawali  pada permukaan bawah daun diolesi dengan cat kuku transparan pada bagian pucuk daun, tengah daun dan pangkal daun kemudian dibiarkan hingga kering. Selanjutnya selotip dilekatkan pada bagian daun yang telah diolesi kuteks dan diratakan. Selotip yang digunakan adalah selotip yang berwarna transparan kemudian selotip dikelupas lalu ditempelkan diatas objek glass dan diberi label yang yang berisi : bagian daun (pucuk, tengah, pangkal) dan ulangan tanaman selanjutnya preparat diamati di bawah mikroskop dan difoto. Sisa daun yang telah dilakukan pengamatan jumlah stomata selanjutnya dibawa ke Laboratorium Badan Penelitian dan Konsultasi Industri (BPKI) untuk diukur kandungan timbal (Pb) dengan metode SSA.

Hasil penelitian menunjukkan, setiap lokasi memiliki jumlah stomata yang berbeda. Perbedaan hasil dikarenakan adanya pengaruh emisi kendaraan pada setiap lokasi. Semakin tinggi jumlah, stomata maka kualitas udara semakin tercemar, sebaliknya semakin rendah jumlah stomata maka diketahui kualitas udara semakin baik. Penghitungan rata-rata kadar timbal Pb dalam daun Dracaena marginata tricolor dari yang tertinggi diperoleh pada lokasi Bundaran dolog sebesar 2,01 µg/g. Penghitungan rata-rata kadar timbal Pb dalam daun Dracaena marginata tricolor pada lokasi Jl. Gading ketabang diperoleh sebesar 1,06 µg/g dan pada lokasi Kebun Bibit 2 diperoleh rata-rata kadar timbal Pb dalam daun Dracaena marginata tricolor sebesar 0,82 µg/g. Penghitungan rata-rata jumlah stomata daun  tertinggi terdapat di lokasi Bundaran Dolog sebesar 21. Pada lokasi Jl. Gading Ketabang diperoleh rata-rata jumlah stomata sebesar 18 dan pada lokasi Kebun Bibit 2 diperoleh hasil penghitungan rata-rata jumlah stomata sebesar 16. 

Hasil riset ini menunjukan bahwa rata-rata konsentrasi kandungan timbal Pb dalam daun Dracaena marginata tricolor yang terpapar polusi di Bundaran Dolog sebesar 2,01µg/g, pada lokasi  Jl.Gading Ketabang sebesar 1,06 dan lokasi Kebun Bibit 2 sebesar 0,81.  Terdapat perbedaan jumlah stomata terhadap jalan dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi (Bundaran Dolog) dan jalan dengan tingkat kepadatan kendaraan yang rendah (Kebun Bibit 2). Terdapat hubungan korelasi positif yang kuat sebesar 0,854 antara kadar timbal Pb dalam daun Dracaena marginata tricolor yang tinggi terhadap meningkatnya jumlah stomata daun.  

Penulis: Dr. Hamidah, M.Kes  dan Prof. H. Hery Purnobasuki ,Ph.D    

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:  https://www.e3s-conferences.org/articles/e3sconf/abs/2020/13/contents/contents.html Correlation of lead (Pb) content towards the number of stomata on the plant Dracaena marginata tricolor in some places of Surabaya City .

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu