Kebutuhan Pelatihan dan Pendidikan guna Meningkatkan Kompetensi Perawat di Tatanan Rumah Sakit Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Gustinerz.com

Pelatihan bagi perawat di tatanan pelayanan Kesehatan seperti rumah sakit merupakan salah satu komponen penting dalam upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ada. Beberapa rumah sakit di Indonesia seperti Rumah Sakit Ahmad Yani Surabaya menetapkan target jam pelatihan yang harus dicapai setiap tahunnya adalah 20 jam. Upaya koordinasi dari pengelola rumah sakit dan instansi pelayanan Kesehatan bersama pemerintah sangat penting dilakukan untuk menetapkan kurikulum serta satuan pelatihan serta pendidikan yang harus dilalui dan dimiliki oleh utamanya perawat klinis yang bekerja langsung melalui pemberian pelayanan asuhan keperawatan.

Penyediaan sumber daya, waktu dan kesempatan bagi seluruh tenaga perawat di Indonesia untuk mengikuti beberapa pelatihan tambahan akan sangat membantu perawat dalam menjalankan tugas dan linier pula dengan peningkatan kulitas layanan asuhan yang diberikan serta berdampak langsung terhadap kredibilitas organisasi penyedia layanan Kesehatan. Heterogenitas tenaga perawat meliputi berbagai background kompetensi spesialisasi perlu ditunjang pula dengan pelatihan dan Pendidikan yang berkelanjutan.

Penelitian yang dilakukan oleh Ferry dan timnya pada salah satu rumah sakit di Surabaya menyimpulkan terdapat lima jenis pelatihan perawat yang menjadi prioritas utama yaitu pelatihan wajib, pelatihan dasar perawat, pelatihan kebutuhan akreditasi, pelatihan kompetensi khusus dan manajemen keperawatan. Selain itu, terdapat pula prioritas kebutuhan pelatihan perawat yang berkaitan dengan kompetensi saat ini meliputi pelatihan Pertolongan Pertama Penderita Gawat Darurat (PPGD), pelatihan Basic Taruma Cardiac life Support (BTCLS), pelatihan Basic Life Support (BLS), pelatihan Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI), pelatihan skrining pasien, manajemen nyeri, manajemen bencana, Patient Safety, pengisian catatan medis, dan pelatihan perawatan luka modern. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ahmad Yani Surabaya dengan melibatkan 115 orang perawat sebagai populasi penelitian dan 55 orang perawat sebagai sampel yang representatif menggambarkan hasil penelitian yang mencerminkan kebutuhan akan pelatihan dan Pendidikan bagi perawat praktisi di tatanan klinis.

Penulis: Ferry Efendi S.Kep.Ns., M.Sc., PhD.

Link jurnal: Analysis of the Need for Nurse Competency Training at Ahmad Yani Islamic Hospital Surabaya (2020) Muhadi Muhadi, Ferry Efendi (http://jks.fikes.unsoed.ac.id/index.php/jks/article/view/1068)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu