Identifikasi Genotip Virus Hepatitis C pada Pendonor Darah Sukarela

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Aidsmap

Viru Hepatitis C (VHC) adalah salah satu virus penyebab keradangan hati (Hepatitis) yang sering diawali tanpa gejala, sehingga 85%  individu yang terinfeksi VHC ini menjadi kronis. Individu yang terinfeksi VHC ini dapat menularkan VHC. Jatur transmisi utama penularan Virus Hepatitis C (VHC) adalah melalui transfusi darah. Maka skrining terhadap VHC pada semua calon pendonor darah harus dilakukan secara regular.  Prevalensi VHC ini berbeda pada berbagai area geografi yang berbeda.  Dari berbagai genotip VHC yang ada, genotip tertentu VHC, tepatnya subtipe 1b, kurang memberi respon terhadap terapi yang diberikan, sehingga infeksi menjadi kronis dan beresiko terjadinya sirosis hati maupun kanker hati (karsinoma hepatoseluler). 

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi genotip VHC pada sampel dengan pemeriksaan RNA VHC yang positif, dalam rangka melakukan karakterisasi serologi dan molekuler VHC diantara pendonor darah di Pusat transfusi Darah Tuban, jawa Timur, Indonesia. Semua sampel darah dari pendonor darah diskrining dengan pemeriksaan Anti-HCV menggunakan pemeriksaan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) .  Sampel darah dengan hasil Anti-HCV yang positif diperiksa lebih lanjut dengan pemeriksaan Reverse-Transcription Polymersase Chain Reaction (RT-PCR) untuk mendeteksi adanya ribonucleic acid VHC (RNA VHC).  Dengan RT PCR ini RNA VHC akan diubah dulu menjadi complementary DNA  (cDNA) VHC, baru kemudian dilakukan pemeriksaan PCR lebih lanjut. Selanjutnya sampel dengan RNA VHC yang positif, ditentukan genotip / subtip VHC dengan direct-sequencing dan hasilnya dianalisis untuk ditentukan genotip / subtip VHCdengan  membuat pohon filogenetik. 

Dari 500 sampel darah, 7 sampel memberi hasil anti-VHC yang positif (1,4%). Walaupu tanpa gejala., individu dengan Anti-VHC yang positif ini mungki masih mengandung VHC, maka pemeriksaan individu ini dilanjutkan dengan pemeriksaan RNA VHC. Didapatkan 6 dari 7 (85,71%) dindividu  dengan anti-VHC positif tersebut memberikan hasil pemeriksaan RNA VHC yang masih positif, sehingga dari hasil PCR yang positif dilanjutkan dengan pemeriksaan sequencing DNA. Analisis dari hasil sequencing DNA didapatkan dari 6 sampel dengan RNA VHC positif ini, terbanyak adalah VHC genotip 1 yaitu sebanyak 4 orang (66,67%), yang terdiri dari subtipe VHC 1a dan 1b masing-masing 2 orang (33,3% dari hasil RNA VHC positif). Dua sampel lainnya terinfeksi VHC Genotip 1 dan subtype 2a (masing-masing 16,67% dari hasil RNA VHC positif).

Dapat disimpulkan bahwa prevalensi pendonor darah di Tuban yang terinfeksi VHC cukup rendah (1,4%), terutama dalah VHC genotip 1 dan  subtipe VHC 1a dan 1b merupakan suptipe utama pada pendonor darah di kota Tuban, Jawa Timur, Indonesia. Diharapkan hasil ini dapat memberi sumbangan pemikiran medis untuk penanganan selanjutnya pada pendonor darah yang terinfeksi VHC, khususnya di kota Tuban, Jawa Timur, Indonesia.

Penulis: Supiana Dian Nurtjahyani, Mochamad Amin, and Retno Handajani. 

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dengan judul “Identification of Hepatitis C Virus genotypes in Volunteer Blood Donors from Blood Transfusion Center of Tuban, Indonesia” di jurnal Internasional Tropical Malaysian Journal of Microbiology, 2020; 16 (1): 29-33

DOI: htpps://dx.doi.org/10.21166/mjm.180324.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu