Financial Technology: Optimalisasi peran Agen dalam Sistem “Laku Pandai”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Media Indonesia

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sekumpulan proses yang mengubah transaksi keuangan, dan transaksi non keuangan yang secara langsung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan menjadi Informasi, yang dapat membantu pengambil keputusan untuk meningkatkan kemampuan bertransaksi (Hall, 2011). Sedangkan, Teknologi Finansial (Financial Technology/fintech) adalah implementasi layanan keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman agar dapat melakukan perjanjian pinjaman dalam rupiah secara langsung, melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet (OJK, 2016). 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain ulang sistem perkreditan Laku Pandai dengan memaksimalkan peran agen Laku Pandai sebagai pengelola program. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji kata-kata kunci yang terkait dengan penelitian ini, namun masih belum ada pembahasan khusus tentang sistem perkreditan dalam Laku Pandai. Secara spesifik, penelitian ini berupaya untuk mengembangkan sistem perkreditan Laku Pandai dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian keuangan inklusif khususnya pada sektor UKM. Peterson Ozili pada tahun 2017 dengan judul “dampak keuangan keuangan digital pada Inklusi dan stabilitas” berfokus pada keuangan digital melalui pengembangan fintech dengan kesimpulan bahwa fintech memiliki pengaruh positif secara keseluruhan terhadap inklusi keuangan dalam perekonomian ke depan (Ozili , 2018)

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang digunakan untuk mendeskripsikan fenomena sosial. Penelitian deskriptif menyajikan gambaran rinci tentang suatu situasi, pengaturan sosial, atau hubungan (Neuman , 2014). Batasan ruang lingkup penelitian ini adalah pada agen BRILink. Tujuan batasan ruang lingkup riset adalah untuk mencegah meluasnya pembahasan topik atau fokus  

Berdasarkan hasil wawancara, seluruh informan merasakan manfaat dari laku pandai. Dari sisi Perceived Usefulness dapat disimpulkan bahwa sistem yang dijalankan sudah efektif. Beberapa kemudahan yang dirasakan antara lain bahwa sistem ini cukup mudah dibuat dan cukup efektif untuk diimplementasikan. Dari sisi Content, hasil interview menunjukkan penilaian yang bagus. Secara keseluruhan, evaluasi yang telah dilakukan terhadap sistem Laku Pandai, khususnya sistem kredit, hasilnya cukup memuaskan. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya nilai kepuasan dari debitur dan agen.

Melalui pelaksanaan redesain system yang diajukan melalui penelitian, diharapkan tujuan utama penerapan sistem Laku Pandai adalah keuangan inklusif yang dapat dicapai melalui pemberian kredit kepada UMKM yang mendukung kegiatan operasionalnya dan meningkatkan kesejahteraan anggota BUMDES sebagai Agen Laku Pandai.

Penulis: Anak Agung Gde Satia Utama

Informasi secara rinci dari artikel ini dapat dibaca dan diunduh pada laman berikut ini:

https://www.ijicc.net/images/vol_13/Iss_10/131018_Utama_2020_E_R.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu