Pemberian Lipid Intravena Diperkaya Minyak Kedelai pada Bayi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh grid.id

Nutrisi parenteral atau PN diberikan pada bayi dan anak yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutreinnya baik secara oral atau enteral (sonde), dan harus diberikan segera, dan merupakan managemen paska oprasi yang harus diberikan dalam 24-48 jam setelah pembedahan. Emulsi lemak intravena merupakan salah satu komponen nutrisi parenteral yang berperan penting sebagai sumber energi dan sumber asam lemak esensial untuk mencegah terjadinya defisiensi asam lemak esensial akibat penggunaan asam lemak karena inflamasi. Hal ini direkomendasikan baik oleh ESPGHAN maupun ESPEN sebahai organisasi nutrisi enteral dan parenteral dunia. 

Sejauh ini lemak intravena dibedakan menjadi 4 jenis berdasarkan kandungan turunan asam lemaknya, yaitu generasi pertama mengandung 100% minyak kedelai dan bersifat proinflamasi, generasi kedua dengan campuran 50% minyak kedelai dan 50% MCT atau medium chain triglycerides, generasi ke tiga mengandung rasio 80:20 antara minyak zaitun atau olive oil (OO) dan minyak kedelai (SO) bersifat netral terhadap kejadian inflamasi. Dan yang terakhir adalah lemak intravena generasi ke-empat yang mengandung minyak ikan (fish oil/FO) yang kaya akan PUFA (polyunsaturated fatty acids) yang terdiri dari DHA dan EPA sehingga bersifat anti-inflamasi. 

Beberapa telaah ilmiah menunjukkan tingginya angka marker inflamasi dan insiden infeksi sehingga meningkatkan lama perawatan dialami oleh pasien pasca pembedahan yang menerima lemak intravena tanpa minyak ikan (FO). Pada pasien yang menerima asam lemak berbasis minyak ikan menunjukkan perbaikan marker inflamasi dan insiden infeksi yang lebih rendah. Namun demikian penelitian ini dilakukan pada pasien-pasien dewasa. Bukti ilmiah pada populasi anak penggunaan asam lemak berbasis minyak ikan masih sangat rendah, khususnya pemberian pasca pembedahan gastrointestinal. Kebanyakan studi masih melibatkan penggunaan asam lemak berbasis minyak kedelai sebagai komponen nutrisi parenteral, dan menunjukkan gangguan pada aliran bilus dan memicu terjadinya gallstone (batu empedu) pada penerimanya. 

Penelitian menggunakan data sekunder atau rekam medik pasien bedah anak di RSUD Dr. Soetomo dari Januari 2016 hingga Desember 2017, didapatkan 25 bayi dan anak menjalani prosedur pembedahan dan menerima nutrisi parenteral setidaknya 3 hari, menunjukkan perbedaan signifikan kejadian Systemic Inflammatory Response Syndrome atau SIRS pada bayi dan anak yang menerima lemak intravena berbasis minyak ikan dibandingkan dengan pasien pasca bedah yang menerima lemak berbasis minyak kedelai. 

Diagnosis SIRS ditentukan berdasarkan 2005 International Pediatric Sepsis Consensus Conference, dimana jika ditemukan 2 kriteria dari 4 kriteria, seorang anak dikategorikan menderira SIRS. Adapun ke-4 kriteria tersebut diantaranya suhu tinggi >38.5 oC atau bradycardia (heart rate 50 kali/menit untuk bayi usia 0-7 hari dan 40 kali/menit untuk usia 7-28 hari, leukositosis (leukosit lebih dari 34 x 103 /mm3 usia 7-28 hari atau >19.5×103/mm3 usia 7-28 hari) atau leukopenia (jumlah leukosit kurang dari 5000/mm3).               

13 anak (52%) menjalani prosedur pembedahan karena jejunoileal obstructions, dengan rata-rata penggunaan nutrisi parenteral 13 hari. 12 anak menerima lemak intravena berbasis kedelai, sementara 13 anak menerima lemak intravena berbasis minyak ikan. SIRS terjadi pada penerima lemak berbasis minyak kedelai sebanyak 9 orang (75%) sementara pengguna lemak intravena berbasis minyak ikan mengalami SIRS hanya 3 orang (27.3%). Penggunaan lemak intravena berbasis minyak kedelai meningkatkan resiko terjadinya SIRS sebesar 8.0 kali (95% CI 1.24 – 51.5; p = 0.022). Bayi perempuan beresiko tinggi mengalami SIRS sebesar 9-kali (95% CI 1.3-63.0; p = 0.036) dibanding bayi laki-laki.

Penulis: Roedi Irawan, Khadijah Rizky Sumitro, Meta Herdiana Hanindita, Nur Aisiyah Widjaja

Link jurnal terkait tulisan di atas: https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/14388

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu